minangkabaunews
Redaksi - Info iklan - Disclaimer - Kontak
Kamis, 10 Juli 2014  
facebook twitter
Indonesia Gagal Mencapai MDGs 4 dan 5
Rabu, 11 Desember 2013 - 07:53:27 WIB
Padang, MinangkabauNews--Indonesia salah satu negara asia yang gagal dalam menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, terutama dalam menekan angka kematian Ibu. Dilihat dari pencapaian baseline MDGs tahun 1990 Indonesia terbaik dalam menurunkan angka kematian Ibu, penuntasan program ini pencapaiannya hingga tahun 2015 akan dipastikan gagal. Hal ini dikatakan Ah Maftuchan seorang peneliti muda dari lembaga Prakarsa Jakarta.

“Laju penurunan kematian ibu di Indonesia terburuk sejak tahun 2002 dilihat dari perbandungan untuk negara-negara miskin di Asia. Ujar Ah Maftuchan.

Angka kematian ibu (AKI) melonjak, Indonesia mundur 15 tahun kebelakang,” kata Ah Maftuchan pada workshop refleksi upaya penurunan angka kematian ibu dan penurunan angka kematian bayi dalam pencapaian program Mdgs di indonesia,” yang dilaksanakan di salah satu hotel di padang ( 8-9/12).

Peneliti muda Ah Maftuchan melihat bahwa data terakhir dari SDKI 2012, terjadi peningkatan AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Dibandingkan dengan kamboja yang sudah mencapai 208 per 100.000 kelahiran hidup. Dan malah kita kalah dari negara Myanmar, Nepal, dan Timor Leste. Ungkapnya.

Target MdGs 2015 untuk AKI, target indoenesia dalam menurunkan angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Dengan posisi kita sekarang ujar Ah Maftuchan, pada angka 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 lalu. Maka indonesia terletak pada posisi yang sulit dalam mencapai target penurunan AKI sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2015 nantinya,” tukuknya lagi.

“survey ini dilakukan berdasar usia subur wanita dari usia 15 hingga 40 tahun baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah,’’

Untuk tahun 2014, angka AKI baru mencapai 161 kematian per 100.000 kelahiran hidup,’’ masih jauh dari target nasional. Dipastikan program penurunan AKI dan AKB “gagal di indonesia”. Strategi yang dilakukan bahwa pemerintah kota kabupaten harus menyediakan anggarannya 10 persen dari dana APBD mereka untuk program kesehatan terutama dalam menurunkan angka kematian Ibu (AKI).

Pemerintah pusat sendiri seharusnya menyediakan anggaran dana 5 persen dari dana APBN secara keseluruhan untuk dana kesehatan di indonesia akan tetapi hanya 2 persen hingga 3 persen yang dilakukan pemerintah dalam penggunaan dana APBN untuk dana kesehatan di seluruh indonesia.

Provinsi Sumbar tergolong berhasil, untuk pencapaian penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi diatas rata-rata nasional.

Maka langkah strategis akan dilakukan untuk menekan angka kematian ibu, ini disebabkan setelah otonomi daerah (otoda) dimana pemerintah kota dan kabupaten tidak serius dalam menangani dan menjalankan program KB. Penyebab demikian terjadilan kegagalan program KB kesehatan di Indonesia, dengan kurangnya tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai ujung tombak keberhasilan program KIA. Sehingga anggaran APBD masing- masing daerah sebagai penyebabnya kurang berhasilnya program KB di Indonesia,” tutupnya. (fals)



Baca juga :
  • Ini Alasan MUI dan Ormas Sumbar Tolak Siloam
  • Wako Padang Imbau Nelayan Harus Ikut Jaga Lingkungan
  • Sikap DPRD Padang Masih ‘Gantung’ terhadap Jawaban Demo Penolakan Siloam
  • Mahyeldi Minta BPBD Tetap Waspada Bencana Banjir
  • Kota Padang Raih Penghargaan Langit Biru Tahun 2013

  • TERKINI
    TERPOPULER
    website murah

     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    - Pilkada - Pos Polisi - BNK Padang - Pariwisata - Kesehatan - Kosmo - Kriminal - Olahraga - Nasional - Otomotif - Bola - Makan - Metro - ShowBiz - Sosial - Internasional - Peristiwa - Pendidikan - Ekonomi - Seni Budaya - Opini - Muhammadiyah - Bisnis - Minangkabau - Daerah - Perempuan - Tokoh - Teknologi - Politik
     
    Copyright 2011 - 2014 Minangkabaunews All Rights Reserved
    facebook twitter