minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Teknologi

Aplikasi Narkoba Digital Resmi Diblokir Pemerintah

Kamis, 15 Oktober 2015 - 06:16:59 WIB - 706
Aplikasi Narkoba Digital Resmi Diblokir Pemerintah

Jakarta, Minangkabaunews - Situs-situs yang dianggap sebagai narkoba digital, resmi diblokir sementara olehpemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).


Kepala Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu, mengatakan, ditutupnya sementara domain tersebut, lantaran telah menimbulkan keresahan masyarakat hingga akhirnya mengharuskan pemerintah untuk melakukan tindakan.


Mengingat informasi ini telah menimbulkan keresahan masyarakat, maka Kemkominfo sementara ini telah meminta kepada pengelola Internet Service Provider (ISP) agar memfilter empat nama domain tersebut agar tidak dapat diakses oleh publik, katanya melalui pesan singkat, Jakarta, Rabu (14/10).


Empat nama domain yang diblokir tersebut adalah i-doser.com, idoseraudio.com, idosersofware.com dan istoner.com. Menurut Ismail, persoalan ini akan dibawa di rapat anggota panel bentukan Kemkominfo pada hari Jumat (16/10).


Pemblokiran ini masih bersifat sementara, dan selanjutnya rapat anggota Panel terkait hal tersebut yang akan dilaksanakan pada hari jumat dan akan mengambil keputusan apakah diblokir permanen atau dibuka kembali, tuturnya.


Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini santer terdengar aplikasi I-Doser yang dianggap sebagai narkoba digital. Aplikasi tersebut tersebut diduga menawarkan layanan stimulasi otak melalui gelombang suara dengan efek, hasilnya orang yang mendengarkan suara tersebut dengan fokus berimbas efek seperti narkoba. Beberapa pihak di negeri ini pun telah meneliti adanya hal itu, apakah masuk dalam kategori narkoba baru atau bukan. Namun, berdasarkan pernyataan pihak BNN, I-Doser bukanlah jenis narkoba.


Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pun ikut berkomentar tentang isu tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah membuat panel guna menindaklajuti adanya I-Doser itu. Sebenarnya, kata dia, I-Doser seperti menghipnotis pengguna layanan tersebut untuk menikmatinya.


"Sebetulnya kalau I-Doser bukan dalam artian dia physical narkoba ya. Itu teori hipnotis atau apa, teman-teman ini sedang cek. Tapi itu (penanganannya) cepat kok. Ada panelnya. Hari ini dievaluasi, kalau harus diblok ya diblok. Kalau tidak ya tidak, ungkapnya.(mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: hukum,indonesia,kriminal,nasional,teknologi

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pasca Puncak Haji, 10 Jemaah Asal Embarkasi Padang Meninggal Dunia

Pasca Puncak Haji, 10 Jemaah Asal Embarkasi Padang Meninggal Dunia

MAKKAH - Pasca puncak haji, tercatat 10 jemaah asal embarkasi Padang meninggal di Tanah Suci. Ada yang meninggal di...

Wawasan Kebangsaan dan Nalar yang Terus Memudar

Wawasan Kebangsaan dan Nalar yang Terus Memudar

Oleh Riyan Betra Delza -- Banyak kalangan mulai mempermasalahkan mengapa sekarang ini begitu banyak pemahaman kelompok...

KPU Pariaman Sosialisasikan Pilkada 2018 Kepada Pemilih Pemula

KPU Pariaman Sosialisasikan Pilkada 2018 Kepada Pemilih Pemula

PARIAMAN - KPUD Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) lakukan sosialisasi Pilkada 2018 pada Siswa/i SMA Nnegeri 2...

Ribuan Pelajar se-Bukittinggi Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Pemeriksaan Golongan Darah Gratis

Ribuan Pelajar se-Bukittinggi Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Pemeriksaan Golongan Darah Gratis

BUKITTINGGI - Ribuan peserta pelajar sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas sederajat dan warga masyarakat...

Akper Pemda Padang Pariaman Segera Bergabung dengan UNP

Akper Pemda Padang Pariaman Segera Bergabung dengan UNP

PADANG PARIAMAN - Tim Visitasi Kemenristekdikti kunjungi Padang Pariaman dalam rangka penyatuan Akper Pemda ke...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu