minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Sijunjung

Lucu, Koruptor APBD Sijunjung ini dan Keluarganya Menangis Saat Divonis

Jumat, 06 November 2015 - 00:21:46 WIB - 3704
Lucu, Koruptor APBD Sijunjung ini dan Keluarganya Menangis Saat Divonis

Padang - Vonis 20 bulan penjara dijatuhkan oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang kepada empat orang koruptor yang mengkorupsi dana anggaran Bantuan Sosial (Bansos) APBD Perubahan Sijunjung tahun 2011. Saat itu, gerombolan ini menangis tersedu setelah vonis dijatuhkan.

Keempat koruptor tersebut adalah Nurlina (55) sebagai Kabid Aset pada DPKD Kabupaten Sijunjung atau Ketua Tim Asistensi dan Verifikasi Kelompok IV, Delganef (49)Sekretaris DPKD Sijunjung, Surya Saputra Dinata (40) Kasi Pengelolaan Dana Perimbangan DPKD Sijunjung serta Abdidar (53) Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Sijunjung.

Dilansir posmetro, keempat terdakwa korupsi ini terbukti bersalah menurut majelis hakim. "Menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa dengan pidana masing-masingnya 1 tahun dan 8 bulan, denda Rp 50 juta dan subsider 4 bulan penjara," kata Hakim Ketua Mahyudin beranggotakan Irwan Munir dan Perry Desmarera, Rabu (4/11).

Usai divonis keempat terdakwa yang saat itu memakai baju berwarna putih, tak kuasa meneteskan air matanya. Tak hanya itu keluarga terdakwa yang hadir dipersidangan, terlihat menangis. Terhadap vonis tersebut para terdakwa akan berpikir selama 7 hari. "Kami akan pikir-pikir terhadap putusan majelis tersebut," ungkap pengacara terdakwa terdakwa Wilson bersama tim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakninya Devitra Romiza dari Kejaksaan Negeri Sijunjung, menuntut para terdakwa selama 2 tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider 6 bulan penjara. Pada sidang sebelumnya, JPU Syaiful Amri mengatakan, para terdakwa diduga telah melakukan tindakan korupsi kegiatan belanja bansos kepada anggota pegawai.

Anggarannya diambil dari pos belanja bantuan sosial. Dana tersebut kemudian telah diterima PNS serta PNS pensiun pada APBD Perubahan 2011 maupun keluarganya. Hal ini telah memperkaya orang lain yaitu, anggota PNS dan keluarganya, yang telah menerima dana dari kegiatan tersebut. Kerugian negara dari perbuatan tersebut yaitu Rp193.750.000.

Selain itu perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasn Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (psm)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: ekonomi,hukum,kriminal,sijunjung,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

MUI Akan Gelar Aksi Demo Bela Palestina Terbesar di Kedubes AS dan Monas

MUI Akan Gelar Aksi Demo Bela Palestina Terbesar di Kedubes AS dan Monas

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar unjuk rasa terbesar di dunia Aksi Indonesia Bersatu Bela...

Puluhan Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Mendatangi Kantor Balaikota

Puluhan Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Mendatangi Kantor Balaikota

BUKITTINGGI - Pasca kebakaran yang melanda pusat pembelanjaan ternama Kota Bukittinggi (Pasa Ateh) beberapa waktu lalu,...

Duathlon Pelajar di Pantai Kata, Atlet Pariaman Mendominasi Gelar Juara

Duathlon Pelajar di Pantai Kata, Atlet Pariaman Mendominasi Gelar Juara

PARIAMAN - Rangkaian perhelatan Pariaman Triathlon 2017, yang dilaksanakan dari Sabtu (2/12) resmi ditutup oleh...

Kota Payakumbuh Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pariwisata

Kota Payakumbuh Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pariwisata

LIPUTAN KHUSUS PAYAKUMBUH - Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi kawasan pariwisata yang baik, hal ini dapat...

Tertangkap Tangan Buang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Siap-siap Terima Sanksi Moral Ini

Tertangkap Tangan Buang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Siap-siap Terima Sanksi Moral Ini

PADANG - Belum terlalu efektifnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah membuat Pemerintah Kota...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media