minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Mentawai

Dakwah Full Tantangan dan Tak Biasa di Bumi Sikerei

Minggu, 22 November 2015 - 11:35:49 WIB - 1629
Dakwah Full Tantangan dan Tak Biasa di Bumi Sikerei

Mentawai, MinangkabauNews -- Sejak dahulunya mayoritas penduduk kabupaten Kepulauan Mentawai menganut aninisme atau percaya pada roh nenek moyang, kendati masuk dalam wilayah Sumatera Barat yang mayoritas Islam, namun Islam di Mentawai termasuk agama minoritas. Sebagai agama yang minoritas banyak tantangan yang dihadapi pemeluk agama Islam setempat, mulai dari intimidasi dari pihak pribumi, perbedaan kultur dan bahasa maupun kendala sinyal ponsel menjadi hambatan dalam melaksanakan misi pengajian di Bumi Sikerei.

Pendekatan dakwah terus mengalami perobahan pasca gempa 30 September 2009 lalu, pendekatan dilakukan dengan membentuk para pribumi sebagai dai dan hafiz alquran kemudian merekalah yang menyampaikan misi dakwah bagi masyarakat Mentawai.

Anak-anak muallaf Mentawai itu digembleng di Pesantren Asyuhada untuk dididik dengan Alquran dan assunnah dan pendidikan formal sekarang jumlah siswa sudah mencapai 12 orang. Kondisi di Mentawai hampir mirip ketika rasulullah melaksanakan misi dakwah di Mekkah pertama kalinya, karena Islam bagi mereka aneh dan sangat berbeda dengan ajaran nenek moyang.

Demikian disampaikan Ketua Komdak GMM Sumbar, H.M Maad Achin kepada berita Minangkabaunewscom di Markas GMM Sumbar, Sabtu (21/11)

"Dakwah di Kabupaten Mentawai adalah dakwah Tak Biasa dengan Pendekatan tak Biasa dan tak mudah karena banyak tantangan yang menghadang mulai dari jarak yang jauh dengan perjalanan laut, ancaman intimidasi dari pribumi, perbedaan budaya dan bahasa hingga pada faktor sinyal HP," ujar H.M Maad Achin.

Ketua Komdak GMM Sumbar, H.M Maad Achin mengungkapkan Menghadapi dakwah khusus perlu strategi khusus dengan pendekatan khusus, Salahsatu strategi untuk memantapkan aqidah umat Islam di Mentawai yaitu dengan membangun Masjid Abu Bakar As-Siddiq (SABAS) di Saumanganya Pagai Utara, Mentawai yang diresmikan Kepala Kemenag Sumbar yang diwakili Kepala Seksi Kemasjidan H. Edison yang disaksikan Donatornya dari masjid SABAS Bangsar Kuala Lumpur, Malaysia Rabu (13/10) lalu.

Dalam pembangunan masjid Sabas itu, pihak panitia menghadapi banyak tantangan mulai dari kendala bahan bangunan, tukang, cuaca tidak menentu dan sinyal HP bahkan hingga ketika peresmian yang semula dijadwalkan Pj Gubernur Sumbar namun berhalangan hadir, akhirnya diminta kesediaan Kepala Kemenag Sumbar yang diwakili Kepala Seksi Kemasjidan H. Edison. "Alhamdulillah berkat rahmat AllahSWT dan koordinasi dengan seluruh pihak akhirnya Masjid Sabas dapat diresmikan," katanya

Sementara itu Edison sangat mendukung pembangunan Masjid Sabas Saumanganya, Pagai Utara, Mentawai karena menurutnya jumlah umat muslim di Mentawai sudah mulai banyak sehingga keberadaan masjid yang banyak sangat diperlukan untuk sarana tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Harapannya dengan diresmikannya Masjid Sabas para Jamaah di Pagai Utara bisa lebih nyaman beribadah dekat di daerahnya sendiri," pungkasnya. (009)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: mentawai,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kini, Walikota dan Ketua DPRD Payakumbuh Bergelar Pandeka

Kini, Walikota dan Ketua DPRD Payakumbuh Bergelar Pandeka

PAYAKUMBUH - Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau menganugerahkan Gala Pandeka di Festival Silek se-Luak Limopuluah...

Pakar Hukum Pidana: Penegakan Hukum Tidak Boleh Dilakukan dengan Cara-cara Melanggar Hukum

Pakar Hukum Pidana: Penegakan Hukum Tidak Boleh Dilakukan dengan Cara-cara Melanggar Hukum

PADANG - Diduga ditendang oknum polisi akibatnya satu pengendara remaja luka-luka di depan kantor Dirlantas Polda...

Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-227 Dimeriahkan Fatin, Husein dan Pras Teguh

Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-227 Dimeriahkan Fatin, Husein dan Pras Teguh

PADANG PANJANG - Sejumlah artis ibukota seperti, Fatin Syidqia, Husein dan Praz Teguh menghibur masyarakat Kota Padang...

Provost Polres Bukittinggi Ini Manfaatkan 3,5 Hektar Lahan Mati Jadi Lahan Pertanian

Provost Polres Bukittinggi Ini Manfaatkan 3,5 Hektar Lahan Mati Jadi Lahan Pertanian

BUKITTNGGI - Ide cemerlang Aiptu Nofri Matri Aldi salah seorang anggota kepolisian unit Provost Polres Bukittinggi yang...

Banjir Bandang dan Longsor di Solok, 1 Warga Hilang 2 Terluka Parah

Banjir Bandang dan Longsor di Solok, 1 Warga Hilang 2 Terluka Parah

SOLOK - Bencana alam banjir bandang dan longsor di dua Kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat tidak saja...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media