minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Minangkabau

Sepasang Bule Swiss Pecinta Songket ini Berharap Kitas dari Pemerintah

Selasa, 15 Desember 2015 - 06:18:12 WIB - 1468
Sepasang Bule Swiss Pecinta Songket ini Berharap Kitas dari Pemerintah

Bukittinggi - Sudah lama menetap di Indonesia dan merasa sudah berbuat banyak bagi masyarakat khususnya dalam dunia tenunan, nyatanya sepasang suami-istri asal Swiss ini mengaku belum dapat Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) di tempatnya mendirikan studio tenun "Sumatera Loom" di Jorong Panca, Batu Taba, Agam.


"Sampai hari ini status kami masih turis," keluh Erika saat dikunjungi di kediamannya, beberapa waktu lalu.


Dilansir kabarindonesia.com, Studio ini didirikan sejak sepuluh tahun silam dan dalam perkembangannya, Erika bersama sang suami Bernhard Bart sudah memperkerjakan 10 warga lokal untuk membuat berbagai tenun dengan kualitas nomor satu.


Awalnya, Bernhard yang seorang arsitek jatuh cinta dengan songket Minangkabau sejak tahun 1996. Ketika itu Ia sudah mengumpulkan berbagai motif songket dari berbagai penjuru dunia dan beranggapan jika motif yang dari Indonesia terutama Koto Gadang, Minangkabau yang paling halus desainnya. Karena itu Ia memutuskan untuk menetap di berbagai tempat di Indonesia sebelum akhirnya tinggal di Panca.


Kecintaannya pada songket ini sungguh luar biasa. Bernhard rela melepas statusnya sebagai arsitek sukses di negaranya demi memperdalam, mengembangkan dan menghidupkan kerajinan khas Minangkabau ini.


"Saya cinta akan tenunannya ini," katanya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.


Sayangnya, usaha untuk mendapat KITAS selalu terganjal dan selama satu kali dalam dua bulan Ia terpaksa memperpanjang visa agar tetap bisa tinggal di Indonesia.


"Saya tidak tahu kenapa sulit memperoleh KITAS. Sudah pernah kami coba di Jakarta untuk mendapatkannya tapi tetap tak bisa," kata Erika.


Suami-Istri ini pun mengaku senang jika tinggal di sini karena masyarakat lokal amat ramah dan terbuka. "Orang-orang baik-baik kepada kami." lanjutnya.


Karena sudah lama menetap, Bule Eropa ini pun mengaku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar bahkan sering pula dikunjungi oleh orang yang tertarik dengan tenunan terutama dari kalangan Mahasiswa.
Kendati demikian, soal selera mereka tak sesuai dengan masyarakat Minang.


"Masakan di sini pedas-pedas, karena itu saya masak sendiri," tambah Erika.


Selain itu, Erika mengaku tak suka dengan perilaku warga yang suka merusak lingkungan.


"Saya pernah melihat gundukan sampah yang tinggi di Bukittinggi. Itu sama sekali tak enak dilihat," tutupnya. (kbr1)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: bukittinggi,padang,seni-budaya,sumatra-barat,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

DPRD Tanah Datar Setujui Ranperda APBD P 2017 Menjadi PERDA

DPRD Tanah Datar Setujui Ranperda APBD P 2017 Menjadi PERDA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat paripurna pendapat akhir terhadap Ranperda...

Nil Maizar Didepak Semen Padang FC, Ini Komentar Indra Sjafri

Nil Maizar Didepak Semen Padang FC, Ini Komentar Indra Sjafri

BOLA - Manajemen Semen Padang FC secara resmi memecat Nil Maizar sebagai arsitek tim berjulukan Kabau Sirah tersebut....

Parade Fashion on The Street Bukittinggi, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

Parade Fashion on The Street Bukittinggi, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

BUKITTINGGI - Dekranasda Kota Bukittinggi dalam menyambut Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 233 tahun, membuat suatu...

Jalan Berlubang Ulah Tambal Sulam PU di Simpang Gia Padang, Korban Berjatuhan, Netizen Protes

Jalan Berlubang Ulah Tambal Sulam PU di Simpang Gia Padang, Korban Berjatuhan, Netizen Protes

PADANG – Mulai dari Sabtu hingga Ahad malam (1/10/2017), Jalan Hamka Simpang Gia Tabing menjadi sorotan netizen,...

Lestarikan Adat Minang, LKAAM akan Gelar Iven Pariaman Batagak Gala II

Lestarikan Adat Minang, LKAAM akan Gelar Iven Pariaman Batagak Gala II

PARIAMAN - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, menggelar Rapat persiapan untuk...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu