minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1914
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Banjir di Jorong Batahan Pasaman Barat, Ini Kata Netizen kepada Bupati

Banjir di Jorong Batahan Pasaman Barat, Ini Kata Netizen kepada Bupati

PASAMAN BARAT - Banjir yang menerjang pemukiman di Jorong Kampung Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat,...

Jalan Berlubang Ulah Tambal Sulam PU di Simpang Gia Padang, Korban Berjatuhan, Netizen Protes

Jalan Berlubang Ulah Tambal Sulam PU di Simpang Gia Padang, Korban Berjatuhan, Netizen Protes

PADANG – Mulai dari Sabtu hingga Ahad malam (1/10/2017), Jalan Hamka Simpang Gia Tabing menjadi sorotan netizen,...

Film Nikita Willy, Gasing Tengkorak Angkat Kisah Mistis Minang

Film Nikita Willy, Gasing Tengkorak Angkat Kisah Mistis Minang

SHOWBIZ - Film Gasing Tengkorak mengangkat kisah mistik dari budaya Minang. Nikita Willy bersedia putuskan main horor...

Narasumber Dari Empat Negara di Dunia Akan Hadir Dalam Konferensi Internasional II IAIN Batusangkar

Narasumber Dari Empat Negara di Dunia Akan Hadir Dalam Konferensi Internasional II IAIN Batusangkar

TANAH DATAR - Menindak lanjuti BIC ( Batusangkar International Confrence) pertama. Maka Sabtu dan Minggu (14 - 15...

Hujan Deras, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pariaman Tetap Berjalan Khidmat

Hujan Deras, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pariaman Tetap Berjalan Khidmat

PARIAMAN - Ditengah Hujan Deras yang menguyur Kota Pariaman sejak malam sampai pagi, tidak menyurutkan jiwa...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu