berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1477
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Baznas Kota Pariaman Distribusikan Zakat ASN Pemko Pariaman kepada 1164 Mustahik

Baznas Kota Pariaman Distribusikan Zakat ASN Pemko Pariaman kepada 1164 Mustahik

PARIAMAN - Sebanyak 1164 orang, para Imam, Khatib, Garin, Labai, Ubiyah Mesjid dan Musholla yang ada di Kota Pariaman,...

Hari Kedua Lebaran 2017, Arus Lalu Lintas di Kota Padang Lancar

Hari Kedua Lebaran 2017, Arus Lalu Lintas di Kota Padang Lancar

PADANG - Hari kedua lebaran 2 Syawal 1438 Hijriah, arus lalu lintas di Kota Padang terpantau aman dan lancar. Dari...

Jejal Rute Ekstreme Lewati Sawah Ladang Nagari Terpencil, Polres dan Bastrac Mencari Orang Miskin!!

Jejal Rute Ekstreme Lewati Sawah Ladang Nagari Terpencil, Polres dan Bastrac Mencari Orang Miskin!!

TANAH DATAR - Mengunakan puluhan motor Trail, lewati jalur ekstrim hutan, sawah dan ladang masyarakat pelosok Nagari,...

Ketua PWA Sumbar Resmi Buka Rakorwil TB-HIV Aisyiyah Care

Ketua PWA Sumbar Resmi Buka Rakorwil TB-HIV Aisyiyah Care

PADANG - Ketua PW Aisyiyah Sumbar Dra. Hj. Meiliarni Rusli membuka resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Wilayah Sub Recipient...

Peringatan Nuzul Quran di Pariaman, Wawako Jelaskan Proses Memaknai Alquran

Peringatan Nuzul Quran di Pariaman, Wawako Jelaskan Proses Memaknai Alquran

PARIAMAN - Peringati Nuzul Quran Ramadhan 1438 H Tahun 2017, Mushalla Baiturrahman Kampung Baru Padusunan adakan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu