minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 2089
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.

Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.

"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).

Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.

Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.

"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.

Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.

"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pariaman Siapkan Implementasi Transaksi Non-Tunai

Pariaman Siapkan Implementasi Transaksi Non-Tunai

PARIAMAN - Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Keuangan Daerah Kota Pariaman gelar Sosialisasi Implementasi Transaksi Non...

Semen Padang FC Tak Rela, Irsyad dan Agung Batal Pindah ke Sriwijaya FC

Semen Padang FC Tak Rela, Irsyad dan Agung Batal Pindah ke Sriwijaya FC

BOLA - Sriwijaya FC dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan tiga pemain Semen Padang FC yakni Irsyad Maulana,...

Kerangka Masjid Ikon Destinasi Wisata Halal Kota Padang Sudah Berdiri

Kerangka Masjid Ikon Destinasi Wisata Halal Kota Padang Sudah Berdiri

PADANG - Kerangka masjid di Pantai Padang yang akan menjadi ikon destinasi wisata halal sudah berdiri. Jika tak ada...

Cegah Penyebaran Difteri, Ini Upaya Yang Dilakukan DKK Kota Bukittinggi

Cegah Penyebaran Difteri, Ini Upaya Yang Dilakukan DKK Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Mewabahnya kembali penyakit lama yang selama beberapa tahun sudah tidak pernah terjadi lagi di Indonesia,...

TNI dan Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Bendungan Irigasi yang Rusak di Kayu Tanam

TNI dan Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Bendungan Irigasi yang Rusak di Kayu Tanam

PADANG PARIAMAN - Belasan warga Desa Tali Banda Baru Korong Pasa Surau Guguk, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media