berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1142
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Awal 2017, Pria Padang Panjang Ditemukan Tewas Tak Bernyawa Dalam Kebun

Awal 2017, Pria Padang Panjang Ditemukan Tewas Tak Bernyawa Dalam Kebun

PADANG PANJANG - Kota Serambi Mekah, Padang Panjang, Sumatera Barat geger, seorang laki-laki ditemukan tak bernyawa...

Ketua DPRD Kota Bukittnggi Tinjau Kawasan Langganan Banjir di Aur kuning

Ketua DPRD Kota Bukittnggi Tinjau Kawasan Langganan Banjir di Aur kuning

BUKITTINGGI - Kawasan yang merupakan langganan banjir saat hujan turun, dimana riol saluran air nya tidak mampu...

TNI dan Rakyat Kompak Bangun Jalan di Nagari Berlan Pessel

TNI dan Rakyat Kompak Bangun Jalan di Nagari Berlan Pessel

PADANG - Babinsa Koramil 07/Tarusan Kodim 0311/ Pessel, Serka Afrizal bersama masyarakat melaksanakan gotong royong...

56 Personel Polri Naik Pangkat di Lingkungan Polres Bukittinggi

56 Personel Polri Naik Pangkat di Lingkungan Polres Bukittinggi

BUKITTINGGI - Sebanyak 56 personel polri di lingkungan Polres Bukittinggi yang terdiri dari 10 orang perwira dan 46...

Sidang Paripurna DPRD Bukittinggi, Ini Jawaban Walikota Atas Pandangan Fraksi-Fraksi

Sidang Paripurna DPRD Bukittinggi, Ini Jawaban Walikota Atas Pandangan Fraksi-Fraksi

BUKITTINGGI - Sidang Paripurna Terbuka DPRD Kota Bukittinggi kembali digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu