berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1650
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan Militer

Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan Militer

PADANG - Anak jalanan di Kota Padang tidak boleh lagi berkeliaran di jalan. Mereka akan diselamatkan dan dibina di...

Instagram Segera Hadirkan Fitur Berbalas Komentar Mirip Facebook

Instagram Segera Hadirkan Fitur Berbalas Komentar Mirip Facebook

TEKNO - Seperti diketahui, Instagram telah lama menyediakan fitur komentar. Namun sayangnya, ketika kamu ingin...

Bhakti TNI KB-Kes 2017, Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman

Bhakti TNI KB-Kes 2017, Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman

PARIAMAN - Kodim 0308 Pariaman yang dikomandoi Letkol. Arh. Hermawansyah gandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan...

Pariaman Berlakukan One Day For Children, Apa Itu?

Pariaman Berlakukan One Day For Children, Apa Itu?

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman resmikan One Day for Children (satu hari bersama anak) yang diangkatkan...

Mengenai Keharusan Full Day School, Ini Penjelasan Jokowi

Mengenai Keharusan Full Day School, Ini Penjelasan Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah untuk menerapkan program pendidikan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu