berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1234
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Bhayangkara FC Pelajari Permainan Semen Padang FC, Nilmaizar Ogah Adu Penalti

Bhayangkara FC Pelajari Permainan Semen Padang FC, Nilmaizar Ogah Adu Penalti

BOLA - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengaku mencari masukan dari sejumlah pemain mengenai permainan Semen...

Guru SMA di Solok Korban Kecelakaan Crane Arab Saudi ini Masih Menunggu Keadilan

Guru SMA di Solok Korban Kecelakaan Crane Arab Saudi ini Masih Menunggu Keadilan

PADANG - LBH Padang menerima Pengaduan dari Zulfitri Zaini (58) yang merupakan korban kecelakaan Crane yang terjadi...

Pemko Payakumbuh Bantah Rampas Tanah Warga untuk Bangun RTH Bendungan Talawi

Pemko Payakumbuh Bantah Rampas Tanah Warga untuk Bangun RTH Bendungan Talawi

PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menyikapi serius persoalan tanah ruang terbuka hijau (RTH) di...

Plt Walikota Priadi Syukur Lantik 25 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Payakumbuh

Plt Walikota Priadi Syukur Lantik 25 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Pelantikan pejabat baru tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Benni Warlis, Kepala Pengadilan Negeri Efendi,...

Dari Padang dengan Kereta Api, Ratusan Anggota SPSC Penuhi Pantai Gandoriah Pariaman

Dari Padang dengan Kereta Api, Ratusan Anggota SPSC Penuhi Pantai Gandoriah Pariaman

PARIAMAN - Sinar Pagi Sport Club (SPSC) yang terdiri dari para pengusaha, pejabat dan mantan pejabat yang mempunyai...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu