berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

Senin, 21 Maret 2016 - 01:07:12 WIB - 1293
Dilarang Masuk Padang, Pengusaha Ritel Modern Curhat

JAKARTA - Pemko Padang sampai saat ini mesih belum merubah keputusannya tentang pelarangan ritel modern membuka jaringannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Disaat kota-kota besar lain di Indonesia seakan berlomba-lomba membuka jalur bagi minimarket, supermarket dan ritel modern yang telah menjamur sampai ke plosok-plosoknya.


Anda tidak akan menemukan ritel-ritel modern tersebut di Kota Bengkuang ini, Alasannya sederhana, yaitu demi pengembangan wirausaha di daerah.


Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengungkapkan, sejauh ini hanya Provinsi Sumatera Barat saja yang melarang izin perkembangan toko ritel modern berjaringan. Pemerintah setempat benar-benar menutup pintunya untuk pembangunan pasar modern.


"Saya sama sekali belum melihat minimarket jaringan nasional, hypermarket di Provinsi Sumbar, di Padang. Yang ada cuma departement store saja," dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu (20/3).


Ia mengkritisi langkah pemerintah daerah terhadap toko modern jika hanya karena alasan memajukan pasar tradisional, dan pengusaha kecil di Padang, Sumbar.


Faktanya, Tutum menilai, pasar tradisional maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan.


Sementara dari masyarakat Padang sendiri, dikatakannya, sangat berharap agar toko ritel, minimarket sampai ritel modern besar masuk. Masyarakat setempat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga kompetitif.


"Kalau mau bilang untuk majukan pasar tradisional, buktinya tidak maju-maju juga. Orang Padangnya sendiri teriak-teriak minta kita masuk tuh supaya bisa dapat barang dengan harga terjangkau. Itu artinya, selalu mengatasnamakan orang kecil, tapi mengganggu orang banyak," keluhnya.


Menurut Tutum, pihaknya enggan bernegosiasi dengan pemerintah kota Padang karena dirasa hanya akan menguras tenaga dan materi meskipun ada potensi besar.


"Lobi-lobi, capeklah. Pelaku usaha memang mencari peluang terbaik, tapi kalau peluang itu cuma ngabisin energi dan materi, ngapain. Tidak boleh masuk ke sana, di daerah lain kan boleh," tandas Tutum. (lp6)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Liputan6.com
Tag: bisnis,ekonomi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Semen Padang FC Tundukkan Arema FC pada Leg 1 Semifinal Piala Presiden 2017

Semen Padang FC Tundukkan Arema FC pada Leg 1 Semifinal Piala Presiden 2017

BOLA - Semen Padang FC berada di atas angin untuk melangkah ke partai puncak Piala Presiden 2017 setelah meraih...

Inilah Tips Atasi Efek Cuaca Panas Akibat Equinox

Inilah Tips Atasi Efek Cuaca Panas Akibat Equinox

PADAN - Cuaca panas dengan temperatur tinggi menyerang Indonesia, tahukah anda cuaca panas yang melanda Indonesia...

Resmi, Ini Tanggal Kick-off Liga 1 yang Ditentukan PSSI

Resmi, Ini Tanggal Kick-off Liga 1 yang Ditentukan PSSI

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Edy Rahmayadi, sudah menentukan tanggal kick-off Liga 1 2017. Hal itu sesuai dari...

Padang Pariaman Tambah Jumlah Gedung RSUD Parit Malintang

Padang Pariaman Tambah Jumlah Gedung RSUD Parit Malintang

PADANG PARIAMAN - Bupati Ali Mukhni beserta Dinas LHKPP dan PUPR berkunjung sekaligus lakukan pengukuran lahan untuk...

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

PADANG - DPD Partai Nasdem Sumbar menggelar Rapat Koordinasi Bapilu Partai Nasdem se-Sumbar di Hotel Rocky Padang,...


KOMENTAR ANDA



abs sbk kaos minang unik dan lucu