minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Minangkabau

Kenapa FPI Larang Monolog Tan Malaka di Bandung? Padahal Pria Minang ini Hafal Alquran

Sabtu, 26 Maret 2016 - 19:18:50 WIB - 1692
Kenapa FPI Larang Monolog Tan Malaka di Bandung? Padahal Pria Minang ini Hafal Alquran

BANDUNG - Pementasan Monolog Tan Malaka yang rencananya akan digelar Rabu kemarin di Pusat Kebudayaan Prancis atau IFI Bandung terpaksa batal. Sebabnya, sekelompok orang yang mengaku dari berbagai organisasi islam, termasuk Front Pembela Islam, melarang acara tersebut.

Ketua Bidang Hisbah FPI DPD Jawa Barat Dedi Subu mengatakan, alasan pelarangan acara itu karena Tan Malaka merupakan seorang tokoh komunis. "Ini indikasi penyebaran, ada teater, itu kan hidupkan paham komunis. Itu sudah jelas munculnya komunisme gaya baru," kata Dedi.

Lalu, bagaimana sebenarnya sosok Tan Malaka tersebut?

DIkutip dari Tempo, sosok Tan Malaka dalam edisi khusus yang terbit pada 17 Agustus 2008. Dia berasal dari Nagari Pandan Gadang. Rumah gadang beratap ijuk tempat tinggalnya yang berjarak sekitar seratus meter dari jalan raya yang melintasi Suliki, Payakumbuh, 120 kilometer timur laut Padang, itu hingga kini masih kokoh berdiri.

Bernama asli Ibrahim, Tan Malaka mendapatkan gelar datuk pada 1912. Dia dilahirkan di sebuah surau-juga dijadikan tempat tinggal cuma beberapa langkah dari rumah gadang. Kini suaru itu sudah tidak ada. Tanah tempat surau itu berdiri telah menjadi sawah.

Ibra, begitu Tan Malaka disapa, adalah potret bocah lelaki Minangkabau. Gemar sepak bola, main layang-layang, dan berenang di sungai. Selepas magrib dia mengaji, lalu tidur di surau. Anak lelaki, begitu kelaziman setempat, segan menginap di rumah ibunya. Ibra seorang anak pemberani, bandel, dan nekat, tapi tak pernah meninggalkan sembahyang. "Ia hafal Quran," kata Zulfikar Kamaruddin, keponakan Tan.

Dari Sumatera Barat, Tan melanjutkan sekolah ke Rijks Kweekschool, Haarlem, Belanda. Berangkat dari Teluk Bayur, Oktober 1913. Di sana, dia berkenalan dengan politik. Saat pulang kampung pada November 1919, cita-citanya cuma satu: mengubah nasib bangsa Indonesia.

Tan Malaka sempat menjadi Menjadi guru sekolah rendah di perkebunan teh Belanda di Deli, Sumatera Utara. Dia kemudian hengkang ke Semarang pada 1921. Tan Bergabung dengan Sarekat Islam.

Dia juga aktif menyatukan gerakan komunis dengan Islam untuk menghadapi imperialisme Belanda. Gara-gara ini, pada 13 Februari 1922 ia ditangkap Belanda di Bandung. (tmp)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Tempo
Tag: indonesia,nasional,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Minimalisir Perilaku Maksiat, Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman Gelar Sosialisasi Perda

Minimalisir Perilaku Maksiat, Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman Gelar Sosialisasi Perda

PARIAMAN - Upaya Memberikan pemahaman, pembinaan dan edukasi kepada masyarakat terhadap esensi kebijakan produk hukum...

Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan Pribumi

Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan Pribumi

NASIONAL - Beberapa orang dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di...

ASN di Pariaman Wajib Laporkan Harta Kekayaan

ASN di Pariaman Wajib Laporkan Harta Kekayaan

PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman adakan sosialisasi laporan harta kekayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tatacara...

Delegasi HPI Sumatera Barat Tampilkan Kasanah Budaya Minangkabau dalam Rakernas Ke-16

Delegasi HPI Sumatera Barat Tampilkan Kasanah Budaya Minangkabau dalam Rakernas Ke-16

BUKITTINGGI - Delegasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat yang berjumlah sebanyak 8 orang yang...

Upaya Bupati Tanah Datar Wujudkan Generasi Yang Pintar, Cerdas dan Berakhlak Mulia  Terus Digenjot

Upaya Bupati Tanah Datar Wujudkan Generasi Yang Pintar, Cerdas dan Berakhlak Mulia Terus Digenjot

TANAH DATAR - Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi komitment untuk mewujudkan generasi Tanah Datar yang pintar,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu