minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Seni Budaya

Hebat! Cinta Kain Songket, Warga Swiss ini Dirikan Studio Songket Minangkabau Bernama Palantaloom

Jumat, 20 Mei 2016 - 04:07:24 WIB - 1084
Hebat! Cinta Kain Songket, Warga Swiss ini Dirikan Studio Songket Minangkabau Bernama Palantaloom

PADANG - Mungkin nama "Palantaloom" masih terdengar asing di telinga anda, namun jika anda pecinta songket, pasti anda mengenal nama perusahaan yang khusus memproduksi salah satu wastra nusantara, yakni kain songket.


PT Studio Songket Palantaloom atau biasa disebut Palantaloom, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan songket yang memiliki desain eksklusif.


Menggunakan pakem nilai-nilai leluhur, Palantaloom berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan kerajinan tenun.


Pemilik sekaligus pendiri Palantaloom, Bernbard Dubler Bart menjelaskan visinya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kerajinan tenun di seluruh Sumatera.


"Visi kami adalah mengembangkan dan meningkatkan kerajinan tenun sehingga tenunan yang diproduksi disini nantinya tidak hanya tenunan songket Minangkabau, akan tetapi tenunan songket yang ada di seluruh Sumatera,". Ujar Bernhard saat ditemui di Ballroom Harris Hotel & Conventions, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (12/5) malam.


Ia juga menambahkan, Palantaloom turut mendidik para penenun muda berbakat untuk melestarikan warisan yang sudah ada turun temurun.


"Palantaloom juga mendidik penenun-penenun muda berbakat dalam upaya melestarikan teknik tenun Sumatera Barat," jelasnya.


Palantaloom didirikan oleh pasangan suami istri berkebangsaan Swiss, Bernhard Dubler Bart dan Erika Dubler Bart.


Sejak 1996, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai arsitek tersebut, melakukan penelitian mengenai songket Minangkabau serta mengumpulkan data untuk mengembangkan motif-motif tradisional.


Upaya itu membuahkan hasil, yakni cikal bakal tenunan yang memiliki kualitas tinggi yang diproduksi oleh Palantaloom.


"Palantaloom akan terus berupaya untuk melestarikan sekaligus membudidayakan pemakaian songket, tidak hanya di Sumatera Barat, tapi juga di Indonesia bahkan mancanegara," paparnya.


Menurutnya, dengan melakukan pembudidayaan songket, bisa membuat profesi sebagai "seorang penenun" semakin diperhitungkan.


"Dengan membudidayakan songket, kami yakin permintaan songket akan meningkat, dan ini akan membuat pekerjaan sebagai "seorang Penenun" bisa menjadi profesi yang diandalkan," tegasnya.


Pria yang rela hijrah dari Swiss ke Indonesia tersebut berharap apresiasi terhadap songket meluas dan memiliki efek positif bagi perkembangan songket.


"Kami juga berharap, apresiasi terhadap songket makin meluas, dan akan memiliki efek terhadap upaya untuk melestarikan tradisi indah dalam menenun songket di Indonesia," tuturnya.


Selain pasangan suami istri asal Bern, Swiss tersebut, Palantaloom turut digagas oleh partner baru, wanita asli minang bernama Trini Tambu. Wanita ini merupakan seorang yang handal dalam bidang marketing, baik di dalam maupun luar negeri.


Hingga saat ini, studio Palantaloom telah menghasilkan berbagai ragam tenunan dengan desain yang bervariasi, yakni Replika Songket Lama Minangkabau, Kontemporer Design, Rumah Minangkabau Design, Arca design (diangkat dari motif ukir pada pakaian arca Syamatara, arca shiva-Nandiswara, arca Bhairawa-Buddha, serta Motif Patola dari Gujarat, India (desain motif Patola dari gujarat,India).


Seluruh produk karya dari Palantaloom dibuat secara manual, menggunakan tangan penenun serta alat tenun yang masih tradisional.


Songketnya pun ditenun dengan material sutra ulat (silk), dicelup menggunakan pewarna alam (tye dye) serta penggunaan benang logam emas dan perak. (tb)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Fadlan Asyuri
Tag: aspirasi,indonesia,nasional,seni-budaya,showbiz,sumatra-barat,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Dua Proyek Besar di Tanah Datar  Dalam Pantauan Tim Kejaksaan Negeri

Dua Proyek Besar di Tanah Datar Dalam Pantauan Tim Kejaksaan Negeri

TANAH DATAR - Kamis (12/10/2017) Team TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) Kejaksaan...

Waspada, Belum Satu Tahun, Pengungkapan Kasus Narkoba di Tanah Datar Capai Angka Signifikan

Waspada, Belum Satu Tahun, Pengungkapan Kasus Narkoba di Tanah Datar Capai Angka Signifikan

TANAH DATAR - Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH melalui Wakapolres Kompol. Hendra Syamri, SH...

Gatot Nurmantyo dan Tito Karnavian Masuk Bursa Cawapres Potensial Jokowi?

Gatot Nurmantyo dan Tito Karnavian Masuk Bursa Cawapres Potensial Jokowi?

POLITIK - Dua pimpinan lembaga yang memegang senjata, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito...

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

INTERNASIONAL - Tak lama setelah terjadinya penembakan massal di Las Vegas yang menewaskan setidaknya 59 orang dan...

Sumbar Talenta Konser ke Negara Perantau Minang

Sumbar Talenta Konser ke Negara Perantau Minang

PADANG - Memenuhi undangan Pertubuhan Pribumi Perkasa, sebuah organisasi pengusaha pribumi di Negeri Sembilan, dan dari...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu