berita padang - berita sumbar
headline
home berita Pasaman

Tiga Remaja Asal Jakarta Jadi Korban Perdagangan Manusia di Pasaman Sumbar

Jumat, 02 September 2016 - 20:15:12 WIB - 1258
Tiga Remaja Asal Jakarta Jadi Korban Perdagangan Manusia di Pasaman Sumbar

PADANG - Tiga remaja belasan tahun asal Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, menjadi korban kasus trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan tanpa sepengetahuan orangtuanya. Mereka dipekerjakan sebagai pendamping tamu di sebuah kafe di Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).


Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan terdapat tiga remaja putri yang menjadi korban yakni berinisial P (18), SZ (15), dan D (12).


Martinus mengungkapkan kasus ini berawal dari adanya pengaduan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang mendampimgi orangtua korban mencari anaknya yang hilang.


"Kami terima info ada anak yang di bawah umur di bawa ke Sumbar, tadinya tidak tahu di mana, baru diketahui setelah di-tracking melalui nomor handphone," ujar Martinus di Kantor Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016) dikutip okezone.com.


Kepala Bidang Dana dan Daya LPAI, Henny Hermanoe, yang mendampingi kasus ini menjelaskan ketiga korban saling mengenal karena tinggalnya saling berdekatan di kawasan Duren Tiga.


Awalnya korban P mengajak kedua korban lainnya untuk ikut pergi bekerja di suatu tempat. Ajakan ini muncul setelah P juga diajak rekannya berinisial I yang dikenalnya melalui media sosial Facebook. Ketiganya pergi menuju Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk menemui I.


I pun berhasil membujuk P untuk bekerja dengan iming-iming gaji yang besar. P pun mengajak dua temannya SZ dan D sehingga mereka bertiga diberangkatkan ke Pasaman, Sumbar, pada Kamis 25 Agustus 2016 atau pada hari esoknya.


"Jadi korban diimingi untuk kerja, kita tahu remaja sekarang senang gaya hidup pragmatis bersikap cepat ingin sesuatu, ingin kerja punya uang membuat mereka ingin tampil, makanya mereka ini mudah dibawa," jelas Henny.


Sesampainya di Pasaman, mereka bertemu seorang perempuan berinisial B yang memiliki kafe. Usut punya usut, B merupakan ibu dari I, teman korban P yang kenal dari Facebook dan merayu SZ dan D pergi dari rumahnya. B sering disebut Mami oleh lingkungan sekitarnya. Mami B inilah yang mempekerjakan mereka sebagai pelayan atau pendamping tamu di kafenya.


"Di sana mereka malah menemani tamu, tetapi sesekali mereka juga mencuci piring, cuci pakaian mami," tutur Henny.


Menerima laporan kehilangan anak, polisi pun langsung bergerak mencari ketiga anak ini. Sampai akhirnya polisi menemukan ketiganya di Sumatera Barat. Polisi langsung menjemput ketiganya. Pemilik kafe, Mami B, ditetapkan sebagai tersangka. Ia disangkakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Undang-undang Perlindungan Anak.


"Ibu B ini kami tetapkan sebagai tersangka, sementara ketiga korban sebelum pulang dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Martinus. (oz)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: hukum,indonesia,kriminal,nasional,padang,pasaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

PADANG - DPD Partai Nasdem Sumbar menggelar Rapat Koordinasi Bapilu Partai Nasdem se-Sumbar di Hotel Rocky Padang,...

Target 1 Juta Wisatawan, 30 Guide Bukittinggi Ikuti Pembinaan dan Penerapan Pramuwisata

Target 1 Juta Wisatawan, 30 Guide Bukittinggi Ikuti Pembinaan dan Penerapan Pramuwisata

BUKITTINGGI - Dinas pariwisata pemuda dan olahraga (parpora) kota Bukittinggi menggelar pembinaan dan penerapan...

Launching NgobPSI di Padang, PSI Sumbar Optimalkan Peran Anak Muda

Launching NgobPSI di Padang, PSI Sumbar Optimalkan Peran Anak Muda

PADANG - DPW Partai Solidaritas Indonesia mengadakan NgobPSI (Ngobrol bareng PSI) bersama Kadispora, Tokoh Sumbar dan...

Ini Alasan Semen Padang FC Tidak Memakai Jasa Marquee Player dalam Liga 1 2017

Ini Alasan Semen Padang FC Tidak Memakai Jasa Marquee Player dalam Liga 1 2017

BOLA - Manajemen Semen Padang FC memastikan klub mereka tak akan menggunakan marquee player untuk Liga 1 2017. Bahkan,...

Ondeh Mande.. 14 Wanita Terjaring Razia Gabungan Tempat Hiburan Malam di Padang

Ondeh Mande.. 14 Wanita Terjaring Razia Gabungan Tempat Hiburan Malam di Padang

PADANG - 14 orang wanita terjaring razia dalam Operasi Bina Kusuma Polresta Padang yang digelar bersama POM AD dan...


KOMENTAR ANDA



abs sbk kaos minang unik dan lucu