80 Peserta Pelatihan Bakery, WBP di Lapas Kelas IIA Bukittinggi Antusias Ikuti Materi yang Diberikan Instruktur

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Sebanyak 80 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta pelatihan bakery di Lapas Kelas IIA Bukittinggi antusias mengikuti materi yang diberikan instruktur. Pelatihan yang menggunakan bahan-bahan premium tersebut berpotensi untuk dikembangkan lebih maksimal.

Kalapas Bukittinggi, Marten, meminta para peserta untuk memperhatikan secara detil penjelasan dari instruktur. Setelah pelatihan, pihaknya meminta WBP terus mengembangkan sehingga dapat menjadi lahan usaha yang menguntungkan nantinya setelah bebas dari Lapas.

Read More

“Kami yakin yang ikut pelatihan sudah ada niat juga keinginan kuat untuk mengembangkan skill dan berada di sini untuk menambah ilmu. Kalau bisa terus dikembangkan dan jangan berhenti sampai di sini. Terus berkreasi dan berinovasi,” pesannya, disela-sela pelatihan kemandirian WBP, Rabu (25/08/21).

Marten mengingatkan bahwa Lapas Bukittinggi mempunyai potensi pasar yang sangat bagus untuk mengembangkan usaha bakery dan peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, Kalapas meminta kepada jajaran Giatja agar kegiatan pembuatan kue dan roti terus dikembangkan sehingga kantin dalam Lapas tidak perlu menyuplai kue dari luar.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Kasi Giatja, Fazni Aziz, berjanji akan mengupayakan pengembangan usaha bakery dari dalam Lapas ini. Baik melalui fasilitas materi, alat, maupun tempat promosi yang memadai nantinya. Pihaknya pun memastikan 100 persen produk yang dihasilkan halal dan higienis.

“WBP nanti akan difasilitasi alat sehingga dapat mengembangkan usaha dari dalam Lapas. Begitu pula tempat untuk memasarkan produk kue dan roti,” papar Fazni dalam rilis pers.

“Pelatihan ini bisa menjadi peluang usaha baru untuk membangkitkan kegiatan pembinaan kemandirian WBP dan kemarin kita sudah mulai praktek,” sambung Fazni lebih lanjut.

Sementara itu, Instruktur pelatihan, M. Fadli, mengajarkan mengenai pembuatan roti dan kue lanjutan kepada para peserta. Hari ini, dia mengajarkan pembuatan kue yang menarik dengan citarasa yang tidak kalah dengan usaha sejenis di luar tembok penjara.

“‚ÄéKami mengajarkan pembuatan kue dan roti menggunakan bahan berkualitas baik. Tapi juga memperhatikan higienitas dalam proses pembuatannya. Itu yang paling penting,” tutupnya.

Related posts