MINANGKABAUNEWS, SOLOK KOTA – Besarnya dampak banjir yang melanda Kota Solok beberapa waktu menyisakan persoalan ikutan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Kota Solok.
Selain rumah dan sawah serta area pertanian yang ditutupi lumpur, sebanyak 9.375 jiwa mengalami trauma dampak dari banjir tersebut. Sehingga Pemerintah Kota Solok membutuhkan Rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap rumah, sawah, jalan, dan jembatan yang terdampak bencana banjir
Menindaklanjuti ini, Wakil Wali Kota Solok, H.Suryadi Nurdal menggelar rapat koordinasi dalam rangka membahas usulan program rencana rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana (R3P) Hidrometeorologi, di Ruang kerja Wawako Solok, Rabu (14/01/26).
Rapat diikuti Asisten II Sekda Kota Solok, Staf Ahli, Baperida, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Kalaksa BPBD, serta Kabag Perekonomian Setda Kota Solok.
Seperti dketahui, Bencana Hidrometeorologi di Kota Solok pada Bulan November 2025 mengakibatkan 9 Kelurahan terdampak Banjir dan Tanah Longsor di antaranya, 2978 Kepala Keluarga dengan total 9375 Jiwa terdampak, sebanyak 2481 Pengungsi dalam waktu 3 sampai 10 Hari dan 1 orang meninggal dunia.
Kemudian , 2.233 Rumah Terendam Banjir, 115 Hektar sawah terendam, 58 Hektar Rusak Berat, 10.8 Hektar Rusak Sedang, Serta 9.5 Hektar Rusak Ringan.
Selanjutnya, 292 UMKM dan 1 Koperasi rusak, 14 KM Jalan rusak, 4 Ruas Sungai rusak berat, 11 Irigasi Rusak berat dan sedang, 4 SPAM rusak berat, 14 Masjid dan Mushalla terendam.***






