Potensi Menyusutnya Lahan Pertanian dan Pangan di Bukittinggi Jadi Perhatian Serius Pemko

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI — Adanya potensi semakin menyusutnya lahan pertanian dan pangan di Bukittinggi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi, bertempat di Hall Balai Kota Bukittinggi. Kamis (17/6/2021).

Sosialisasi penyusunan Naskah Akademis dan Ranperda LP2B menghadirkan narasumber Dr. Ir. Eri Gas Ekaputra, MS sebagai Ketua Pelaksana Penyusunan dan didampingi ahli hukum agraria, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M. Hum dan ahli pemetaan (GIS), Eri Stiyanto, S.TP, M.Si

Read More

Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan melakukan sosialisasi penyusunan Naskah Akademis dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sosialisasi diberikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Lurah se-kota Bukittinggi. Sosialisasi dibuka Plt. Asisten II Setdako, Isra Yonza.

Dalam kesempatan ini, Asisten II Setdako Bukittinggig, Isra Yonza, mengatakan Naskah Akademis dan Ranperda terkait LP2B ini disusun dalam upaya melindungi lahan pertanian di Bukittinggi.

“Kita berharap Ranperda ini tidak hanya menjadi regulasi tapi juga dapat mempertahankan lahan pertanian di Bukittinggi,” harapnya dalam press release.

Isra Yonza mengakui lahan pertanian di Bukittinggi semakin sempit. Dengan Ranperda LP2B diharapkan dapat mempertahankan keberadan lahan pertanian yang masih ada.

“Saat ini berdasarkan perhitungan sementara, lahan pertanian di Bukittinggi hanya tinggal 249 hektar. Kekhawatiran kita, lahan pertanian ini suatu saat dapat beralih fungsi untuk kepentingan lain,” sebut Isra.

Ia menambahkan, sosialisasi Naskah Akademis dan Ranperda LP2B yang digelar hari ini bertujuan agar Ranperda yang sedang disusun ini tidak berbenturan dengan Peraturan Daerah ataupun kepentingan daerah lainnya.

“Dalam penyusunan Ranperda ini akan melibatkan dan berkoordinasi dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang telah disusun sebelumnya,” imbuh Isra.

Pihaknya berharap sosialisasi hari dapat merangkum dan menghimpun usulan dan koreksi untuk kematangan Ranperda LP2B, serta dapat menghimpun dasar yang kuat. Jika ada kelemahan-kelemahan ke depan dapat diantisipasi dari sekarang, sehingga Ranperda LP2B yang sedang disusun dapat dipertanggung jawabkan dan tidak mengganggu kepentingan lain.

Related posts