MINANGKABAUNEWS.com- Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama, meminta agar masyarakat, untuk menghilangkan stigma ketakutan terhadap fasilitas kesehatan. Selain itu, dia mendorong agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala demi deteksi dini atas potensi penyakit.
Hal tersebut disampaikan politisi Gerindra tersebut melalui zoom saat sosialisasi gerakan masyarakat (Germas) cek kesehatan gratis (CKG) di gelanggang olahraga Rang Agam, di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (14/10).
“Saat diagnosis atas penyakit yang diidap telah terkonfirmasi, tim medis dapat segera merespons dengan intervensi pengobatan yang tepat, sehingga proses penyembuhan dapat diakselerasi,” ujar Ade Rezki.
Ia menggarisbawahi bahwa ajakan ini merupakan bagian integral dari Program CKG, sebuah kebijakan strategis nasional yang diinisiasi oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program ini bertujuan fundamental untuk memetakan secara akurat kondisi kesehatan riil masyarakat dan mengidentifikasi anomali atau penyakit secara pre-emptif. Deteksi dini, adalah kunci utama.
“Apabila suatu kelainan atau indikasi penyakit teridentifikasi pada tahap awal, penanganan yang cepat dapat dilakukan, mencegah eskalasi penyakit agar tidak menyebar dan berkembang menjadi kondisi kronis di dalam tubuh,” sebutnya.
Dalam konteks implementasi CKG, dia menyoroti upaya transformatif di era Presiden Prabowo Subianto yang mereposisi peran Puskesmas.
Institusi kesehatan primer ini kini tidak hanya sekadar menjadi tempat pemeriksaan biasa, tetapi ditingkatkan kapabilitasnya dengan melengkapi pelbagai peralatan medis mutakhir.
“Melalui proses transformasi kelembagaan ini, Puskesmas kini didorong menjadi semacam ‘rumah sakit mini’ yang mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang jauh lebih komprehensif dan terintegrasi,” jelasnya.
Dia mengakui adanya disparitas akses sebelum program CKG diluncurkan. Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan komprehensif acap kali hanya dapat diakses di rumah sakit-rumah sakit ternama dengan konsekuensi biaya yang cukup substansial.
Situasi ini secara inheren menciptakan sekat, di mana layanan pemeriksaan kesehatan berkala praktis hanya terjangkau oleh segmen masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang memadai.
“Dengan hadirnya program Cek Kesehatan Gratis ini, rintangan finansial tersebut telah dieliminasi. Masyarakat kini dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh tanpa dibebani biaya di Puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan lain yang ditunjuk,” tegasnya.
Sementara dari ranah akademis, Kepala Poltekkes Padang Kementerian Kesehatan RI, Nur Ahmad Abibi, turut memberikan apresiasi dan penegasan. Sosialisasi masif terkait Gerakan Hidup Sehat dan Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh DPR RI di Agam merupakan katalisator.
“Kegiatan sosialisasi ini adalah upaya substansial untuk mengakselerasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Agam. Kami berharap inisiatif ini membawa manfaat berkelanjutan, yang pada akhirnya akan merealisasikan lonjakan kualitas kesehatan publik secara holistik,” ulas Abibi. (Fadil)






