Adu Debat hingga E-Voting, Pilwanag Sariak Agam Berlangsung Demokratis

  • Whatsapp
Suasana debat kandidat calon wali nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Agam yang berlangsung sengit, Kamis (28/10). (Foto: Ilham Yusardi SH for MKN)

MINANGKABAUNEWS.COM, AGAM – Ajang pemilihan wali nagari di Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dilangsungkan secara demokratis. Tidak kalah dengan proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, para calon kandidat pun diwajibkan mengikuti penyampaian visi-misi hingga debat kandidat.

Debat kandidat yang berlangsung hangat itu dipimpin oleh moderator, Abdul Karim, yang juga merupakan anggota Panitia Pemilihan Wali Nagari setempat. Terdapat tiga orang calon Wali Nagari Sariak yang ikut berkompetisi diantaranya, Syafri Munir (nomor urut 1), Ramlan (2), dan Ismet Dianto (3).

Tiga kandidat Wali Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam menyampaikan visi dan misi, kemudian saling berdebat untuk merebut simpati warga nagari Sariak. Hal itu terjadi dalam debat kandidat calon wali nagari Sariak yang dilakukan di aula Kantor Wali Nagari Sariak, Kamis (28/10).

Ketua Panitia Pemilihan, Emilda mengatakan, debat kandidat calon wali nagari Sariak digelar atas permintaan masyarakat Nagari Sariak. Masyarakat ingin para calon yang telah mendaftar menyampaikan visi-misinya secara langsung, serta mendengar program dan kemampuan masing-masing calon.

“Masyarakat ingin calon-calon ini saling menyampaikan visi-misi dalam satu acara debat. Dengan adanya debat ini masyarakat yang akan memilih bisa melihat kemampuan para calon langsung dalam menyampaikan pikirannya,” ujar Emilda.

Ajang debat kandidat yang dimulai dari pukul 9.00 pagi tersebut, tampak dihadiri Syafrizal (Camat Sungai Pua), Zulfikar (Sekretaris camat), Fitrianos (Plt Wali nagari Sariak), Alsri immenedi (Tenaga Ahli Kabupaten Agam), perwakilan dari KAN, Bamus, Pemuda dan warga.

Acara debat dijalankan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sehingga tidak semua warga dibiarkan masuk dalam ruangan debat. Untuk mengakomodir warga yang antusias hadir di halaman kantor wali nagri Sariak, panitia menyediakan layar yang menayangkan cara debat melalui media sosial.

Tenaga Ahli untuk kegiatan pemilihan wali nagari dari Pemerintah kabupaten Agam, Alsri immenedi, merespon baik kegiatan debat kandidat di Nagari Sariak yang dilakukan ala pemilihan presiden atau pilkada. Alsri menilai ini layak jadi percontohan untuk nagari atau desa lain di Indonesia.

“Debat yang menarik. Ini kegiatan yang perlu didukung oelh semua pihak. Jadikanlah debat ini percontohan untuk nagari lain atau desa lain yang melaksanakan pemilihan wali nagari,” tukuk Alsri Immenedi.

“Banyak warga yang ingin menyaksikan debat ini, namun karena ada pembatasan, maka panitia memutuskan untuk memasang layar agar warga bisa nonton bersama di halaman,” ujar Emilda, perempuan yang pernah menjadi ketua Teater Langkah, Universitas Andalas ini.

Adapun panelis, Panitia Pemilihan menunjuk Zulhendrif Bandaro Labiah (anggota DPRD Agam dapil V), Junaidi Dt Bandaro Gadang, Fitrianos (PJ walinagari Sariak), Uswan Syafyahya Datuak Sinaro Kayo (mantan Wali Nagari) dan Rusda (tokoh pendidikan dan bundo kanduang).

Mengenai diadakan dan jalanya debat ini para tokoh KAN Nagari Sariak sangat mengapresiasi acara tersebut. Debat calon yang berlangsung hangat itu ditanggapi baik oleh tokoh masyarakat Sariak.

“Saya pikir debat publik ini perlu dan bagus untuk dilaksanakan, karena dengan kegiatan ini akan terlihat mana calon wali nagari yang benar-benar siap menjadi pemimpin,” ujar Junaidi Bandaro Gadang yang menjabat Sekretaris KAN Sariak.

Hari pemungutan suara Pemilihan Wali Nagari Sariak ini akan dilakukan pada tanggal 8 november 2021. Pemilih dibolehkan datang ke TPS mulai pukul 7.00 hingga 12:00 WIB.

Untuk Nagari Sariak, sebanyak 1618 pemilih bakal menentukan pilihan di 4 TPS yang tersebar di 4 dari 7 jorong yang ada di Sariak. Untuk diketahui, Pilwanag serentak ini terdapat di 25 nagari yang tersebar di 14 kecamatan di kabupaten Agam.

Pada hari pemilihan nanti, pemilih di TPS akan memilih calon wali nagri dengan perangkat e-voting. Perangkat e-voting akan disebar di TPS 1 di jorong Dadok, TPS 2 di Baruah mudiak, TPS 3 di Pasa Kubang Tabek, dan TPS 4 di Pandam.

“Kami berharap setelah cara debat kandidat tadi, pemilih bisa menilai dan menimbang, kemudian menentukan pilihannya nanti di TPS,” tutup Emilda yang juga sudah pernah menjadi penyelenggara Pemilu dan Pilkada ini. (akg/rel)

Related posts