Akan Menambah Pemasukan, Kawasan Wisata Baru Terus Bermunculan Di Pessel

  • Whatsapp

PESISIR SELATAN, MINANGKABAUNEWS — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan saat ini mulai tertarik untuk menggarap sejumlah objek (destinsi) wisata untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata baru, yang potensial menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Kabupaten Pesisir Selatan punya banyak obejk wisata yang memiliki nilai jual tinggi tapi belum terkelola secara maksimal.

 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri, mengatakan Selasa (21/6) bahwa beberapa kawasan wisata yang dilirik untuk dilakukan pengembangannya di tahun 2022 dan 2023 nanti adalah Kawasan Wisata Timbulun Painan Timur, Labuang Baruak dan Teluk Sungai Bungin, Pantai Tan Sridano, Pantai Alai, Air Terjun Bayang Sani, Air Terjun Palano, dan lainnya.

 

“Tahun ini dan tahun 2023 nanti, Pemkab Pessel memang tengah melakukan pengembangan, serta juga melirik beberapa kawasan wisata yang memiliki potensi besar untuk dilakukan pengembangan. Diantaranya, kawasan Wisata Timbulun Painan Timur, Labuang Baruak dan Teluk Sungai Bungin, Pantai Tan Sridano, Pantai Alai, Pantai Penyu, dan Air Terjun Bayang Sani,” katanya.

 

Disampaikannya bahwa beberapa kawasan wisata yang belum begitu mendunia itu, memiliki prospek yang sangat besar bila dilakukan pengembangan dan pengelolaan secara profesional.

 

“Dikatakan demikian, sebab beberapa kawasan wisata itu pengelolaanya baru dilakukan oleh masyarakat setempat dengan dukungan pemerintahan nagari. Kalaupun pada Kawasan Wisata Pantai Penyu di Nagari Amping Parak pengelolaanya sudah cukup bagus sebagaimana dilakukan oleh komunitas yang ada di nagari. Namun masih perlu dilakukan sentuhan-sentuhan oleh pemerintah daerah, terutama sekali dari segi sarana dan prasarana, manajemen pengelolaan, serta juga dalam hal promosi. Jika itu dilakukan, maka beberapa kawasan itu akan menambah perbendaharaan jumlah objek wisata di Pessel untuk dikunjungi masyarakat luar daerah nantinya,” ungkap gunawan lagi.

 

Agar harapan itu tercapai, maka pihaknya bersama pemerintahan nagari (Pemnag) terus melakukan koordinasi. Termasuk juga memberikan pelatihan terhadap komunitas maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di lokasi tersebut.

 

“Melalui sosialisasi dan pelatihan itu, maka masyarakat kita akan siap menerima wisatawan yang datang ke lokasi wisata baru yang akan dikembangkan itu,” terangnya.

 

Selain pelatihan terhadap komunitas, salah satu hal mendasar lainnya yang perlu dilakukan untuk mengembangkan dan sekaligus menambah kawasan objek wisata di beberapa kawasan itu adalah akses jalan.

 

“Sebab bila akses jalan menuju ke area wisata tersebut bagus dan lancar, kita optimis jumlah pengunjung dari tahun ke tahun akan semakin meningkat, yang pada akhirnya akan menambah PAD dan meningkatkan ekonomi warga,” jelasnya.

 

Dia menambahkan bahwa pihaknya memang terus memberikan dorongan dan motivasi kepada semua nagari dan Pokdarwis di daerah itu agar terus menggali semua potensi yang bisa dikembangkan di sektor pariwisata.

 

“Sebab sektor pariwisata ini merupakan potensi Pessel yang bisa diandalkan sebagai PAD di masa datang,” jelasnya.

 

Dengan tidak adanya lagi pembatasan bagi masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata, sehingga di tahun 2022 ini daerah itu menargetkan PAD di sektor pariwisata sebesar Rp 1,04 miliar.

 

“Saya optimis target PAD di sektor pariwisata sebesar Rp1,04 miliar tersebut akan tercapai tahun ini. Sebab selama tujuh hari lebaran saja, atau awal pembatasan kunjungan wisata dibuka, Pessel mampu mendapatkan PAD sebesar Rp 282 juta. Itu berasal dari tiket masuk beberapa kawasan wisata berbayar,” ucapnya.

 

Ditambahkannya bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan di sektor pariwisata itu adalah melalui pengelolaan kawasan secara terpadu. Sebab dengan begitu besarnya potensi wisata yang bisa dikembangkan di masa datang di daerah itu, sehingga sektor pariwisata diyakini bisa sebagai andalan pemasukan bagi daerah.

 

“Makanya upaya pengelolaan lebih serius lagi pada lokasi-lokasi yang belum tersentuh Pemkab, akan diupayakan di masa datang,” tutupnya.

Related posts