Akses Belum Memadai, Pembangunan Jalan Di Sikakap Mentawai Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Pembangunan Jalan yang ada di Desa Polaga Kecamatan Sikakap menuju Bulasat Kecamatan Pagai Selatan mesti mendapat perhatian serius dari pemerintah. Yang mana akses jalan saat ini masih belum mendapat pengerasan apalagi rabat beton.

Bupati Yudas Sabaggalet dalam kunjungannya ke wilayah tersebut mengatakan, pembangunan jalan di Mentawai membutuhkan biaya yang besar. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa diwujudkan.

Read More

“Kita tujukan kepada Dinas PUPR, apa pun kondisinya, menjelang habis periode, jalan ini harus selesai. Kalau soal anggaran, nanti kita carikan solusinya”, ujar Bupati saat kunjungan ke Sikakap pada Selasa (15/06/2021).

Menurut Bupati Yudas Sabaggalet, akses jalan ini sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama petani pisang di Desa Bulasat. Kondisi jalan yang belum memadai, jelas akan membuat pemasaran komoditi Pisang yang menjadi unggulan di Desa tersebut dapat terganggu, terangnya.

Sekarang ini, akses jalan menuju Desa Bulasat relatif buruk karena sudah banyak berlubang dan sudah banyak ditutupi rerumputan. Untuk itu, lanjut dia, minimal tahun ini, ada langkah yang bisa diambil, misalnya dengan melakukan pengerasan ulang jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kepulauan Mentawai Asmen Simanjorang mengatakan, perbaikan jalan menuju Bulasat tahun ini hanya bisa dilakukan dengan anggaran pemeliharaan, ujarnya.

Sebab kata dia, anggaran pembangunan jalan untuk wilayah tersebut, belum ada pos anggarannya.

“Kita belum bisa berbuat banyak. Tahun ini, kita akan lakukan perbaikan jalan dengan anggaran pemeliharan dulu. Salah satunya, dengan menimbun titik-titik jalan yang berlubang dan berlumpur”, ujar Simanjorang.

Asmen Simanjorang menyebutkan, panjang jalan dari Sikakap menuju Desa Bulasat ada lebih kurang 40 kilometer dan membutuhkan anggaran yang luar biasa, ungkapnya.

Warga Desa Bulasat Tarzan Samaloisa mengatakan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat agar akses jalan menuju Bulasat bisa di perbaiki. Dengan begitu, distribusi pemasaran pisang juga bisa berjalan lancar.

“Sekarang, hanya ada beberapa truk yang bisa datang membeli pisang, karena kondisi jalan yang buruk. Sementara jarak tempuh dari Bulasat menuju Sikakap bisa mencapai 8 jam pulang pergi”, ungkap Tarzan.

“Tidak jarang, pisang milik petani dibiarkan membusuk, karena belum ada truk pembeli yang datang. Nah, kalau jalan bagus atau sudah dirabat beton akan dapat mengurangi durasi tempuh yang diperkirakan hanya memakan waktu lebih kurang 1 hingga 1,5 jam”, tuturnya. (Tirman/Rif)

Related posts