Akui Peran Ninik Mamak, LKAAM dan Bundo Kanduang, Wawako Solok Gelar Buka Bersama

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Beda dengan daerah lainya di Sumatera Barat, kota Solok dalam mengelola pemerintahanya tidak mengabaikan peran tokoh masyarakat, seperti Ninik Mamak, LKAAM, dan Bundo Kanduang.

Wilayah Kota Solok juga cukup unik yaitu berupa sebuah wilayah Nagari bernama Nagari Solok. Sehingga peran kaum adat ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan, baik pembangunan fisik, keagamaan, adat dan budaya, serta sosial.

Read More

Ninik Mamak, LKAAM, Bundo Kanduang dalam filosofinya merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dalam segala bentuk pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Solok. Pasalnya Kota Solok merupakan sebuah kesatuan ulayat milik kaum salingka Nagari.

Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, Jumat (7/5/2021) ditemui MinangkabauNews.com di Balaikota Solok usai rapat dengan Forkopimda mengakui peran Ninik Mamak, LKAAM, dan Bundo Kanduang dalam menggerakkan roda pembangunan di Kota Solok dinilai sangat penting dan menentukan.

“Ninik Mamak, LKAAM, dan Bundo Kanduang merupakan pemilik ulayat dan Solok berada dalam kesatuan adat Nagari bernama Nagari Solok. Jika peran ketiganya diabaikan dipastikan pembangunan akan mandeg bahkan bisa berhenti,” katanya.

Selain itu, dihadapan Ninik Mamak, LKAAM, dan Bundo Kanduang, Wawako juga memaparkan target pembangunan Kota Solok pada tahun yang akan datang. Diantaranya pembangunan Stadion Marahadin di Laing dan Pembangunan Rumah Sakit Kota Solok di Banda Panduang.

“Mohon do’a dan dukungan Ninik Mamak, LKAAM, Bundo Kanduang, serta seluruh masyarakat Kota Solok agar pembangunan Stadion Marahadin bisa segera diselesaikan,” pintanya.(Kar)

Related posts