Alamak! Korsel Bongkar Alasan Indonesia Lanjut Proyek Jet Tempur Siluman KF-21/IFX

jet tempur KF-21/IFX
Jet tempur KF-21/IFX (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, TEKNOLOGI — Kesepakatan pengembangan jet tempur KF-21/IFX antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel) mencapai babak baru. Terbaru, Indonesia mengirimkan kembali 100 insinyur untuk bergabung dalam proyek itu.

Melansir Yonhap, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korsel menyebut bahwa saat ini sudah ada 32 insinyur yang sedang dalam pengurusan administrasi seperti visa. Dijadwalkan nantinya 100 insinyur akan tiba dan bekerja pada akhir tahun ini. Hal ini sendiri tidak lepas dari komitmen Indonesia untuk melanjutkan pengembangan jet tempur itu.

Read More

“Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya yang berkelanjutan untuk pengembangan bersama KF-21/IF-X, dan mencari kerja sama agar para insinyurnya segera kembali ke Korsel,” kata badan tersebut dalam sebuah rilis.

Proyek KF-21/IF-X sendiri dimulai pada 2015 antara kedua negara. Korsel dan Indonesia sepakat membangun pesawat tempur itu dengan biaya sekitar US$ 7,6 miliar atau setara hampir Rp 110 triliun dengan RI membiayai 20% dari pengembangannya. Dalam kesempatan itu, 114 insinyur Indonesia dilibatkan.

Namun insinyur itu kembali pada Maret lalu akibat Indonesia dirasa gagal untuk melakukan pembiayaan proyek itu. Diketahui Indonesia berhenti melakukan pembayaran setelah menginvestasikan 227,2 miliar won (Rp 2,8 triliun), dengan sekitar 700 miliar won (Rp 7,7 triliun) yang masih harus dibayar.

Pada bulan April lalu, pemerintah RI melalui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Djojohadikusumo melakukan lawatan ke negeri ginseng itu. Dalam kunjungan itu, RI disebut sepakat untuk menjalankan kembali proyek itu. Bahkan, Indonesia sempat meminta pihak Korsel untuk mengisi gap kemampuan teknologi antara kedua negara.

“Indonesia menyambut baik proposal yang dibuat oleh Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara dan menyatakan harapan atas dukungan Korea Selatan untuk membantu pejabat Indonesia mengejar kesenjangan teknologi dalam proyek pengembangan bersama KF-21/IF-X,” kata kementerian luar negeri RI.

Niat ini kembali dilanjutkan pada bulan Juni kemarin. Indonesia yang diwakili oleh Menlu Retno Marsudi menyepakati pengembangan jet itu dengan pihak Korsel. Dalam sebuah rilis dari kemenlu Korsel, Indonesia disebut akan tetap bekerja sama soal pengembangan pesawat ini.

“Para menteri menilai hasil kerja sama yang telah dicapai kedua negara di sektor industri pertahanan, yang melambangkan kepercayaan strategis mereka,” kata kementerian itu dalam siaran pers.

“Khususnya, para menteri sepakat untuk menjalin kerja sama yang erat untuk memastikan proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan substantif seperti proyek KF-21/IF-X akan berjalan lancar.”

Dari data yang dihimpun CNBC Indonesia, pesawat tempur KF-21/IF-X itu dapat terbang dengan kecepatan maksimum yang cepat hingga Mach 1,81. Pesawat dengan panjang hampir 17 meter ini dapat dioperasikan dengan satu kru saja.

Sementara itu mengenai persenjataan, pesawat ini mampu membawa 10 misil ledak campuran Air-to-Air dan Air-to-Ground. Dengan kemampuan seperti ini KF-21/IF-X sering disandingkan dengan jet handal lainnya seperti F-35, J-31, dan Mikhoyan LMFS.

Melihat spesifikasi itu pesawat yang masih akan beroperasi tahun 2026 mendatang ini diperkirakan ditaksir dengan harga US$ 50 juta (Rp 700 miliar) hingga US$ 60 juta (Rp 840 miliar). (CN)

Related posts