Ampera Sumbar Menyanyangkan Sikap Mahyeldi yang Belum Melantik Pimpinan Baznas

  • Whatsapp
Arfino Bijuangsa (Foto.Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM — Ketua Presidium Alinasi Mahasiswa Perantau (Ampera) Sumatera Barat (Sumbar) Arfino Bijuangsa menyanyangkan sikap Gubernur Sumbar yang enggan melantik pimpinan Badan Amil Zakat (Baznas) Sumbar. Pasalnya, pimpinan Baznas itu sudah terpilih pada tahun 2020 lalu.

“Kami selaku mahasiswa yang sudah banyak berkegiatan di rantau ini sangat heran dan menyayangkan sikap yang di ambil oleh Gubernur kita dengan menahan pelantikan Baznas Sumbar, bahkan Gubernur meminta agar seleksi pemilihan pimpinan Baznas Sumabr diulang,” kata Arfino dalam keterangan tertulis diterima Minangkabaunews.com, Rabu (18/8/2021).

Read More

Untuk diketahui, mereka yang terpilih pada Maret 2020 lalu berdasarkn ketetapan Baznas Pusat adalah; DR Bukhari ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Quran (STAI-PIQ), DR. Busrol berprofesi sebagai dosen di Pesisir Selatan, Ir. Firdaus Ketua PKBI Sumbar, Afrianto Korga aktivis dan Nurman Agus Sekretaris MUI Sumba, termasuk pengurus aktif MPW Muhammadiyah Sumbar.

Lebih lanjut, Arfino mengatakan seorang Gubernur harus profesional dan menerima hasil pemilihan yang sudah dilakukan pada 2020 lalu. Apapun hasilnya, kata Arfino, gubernur harus melantik para calon pimpinan Baznas yang terpilih. Sebab, ia akan menjadi mitra pemerintah.

“Pemilihan ini kan ada prosesnya, ada alurnya, dan juga ada syarat dan ketentuan yang harus dilalui calon pimpinan BAZNAS, kalau sudah terpilih berarti segala halnya sudah dilalui,” tulisnya.

Ia menilai, surat resmi yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumbar soal permintaan seleksi ulang pimpinan Baznas Sumatera Barat, yang ditujukan kepada Baznas Republik Indonesia, menunjukkan sikap tidak menghormati pemilihan yang telah dilakukan pihak-pihak Baznas

“Kalau sudah terpilih pada 2020, harusnya dilantik secepatnya, karena masyarakat Sumbar membutuhkan Baznas dapat berjalan seperti sebelum-sebelumnya,” harapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan surat resmi Gubernur, diketahui bahwa Mahyeldi meminta ulang pemilihan pimpinan Baznas Sumbar. Di samping itu, Mahyeldi mengatakan, komitmen para pimpinan terpilih untuk bekerja full time dirasa sulit dilaksanakan. Dalam surat itu juga tertulis, lembaga pemerintah non-struktural Baznas harus bisa bekerjasama dengan pemerintah.

Related posts