Anak Anak Yang Tak Ber’angka’ Itu di Vaksin

  • Whatsapp
Komisioner KPAI, Jasra Putra

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — Vaksinasi Kanisius mengundang anak anak panti melalui Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah dan Forum Nasional LKSA PSAA dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 dengan tema Anak Terlindungi – Indonesia Maju “Anak Peduli di Masa Pandemi”. 78 kehadiran mereka di Hall Jakarta Convention Center Gatot Subroto bisa terlaksana berkat kerjasama Alumni Kanisius Menteng 64, Eka Tjipta Foundation, Dompet Dhuafa, Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK), KPPPA, KPAI, dan ELSAFAN siang itu.

Komisioner KPAI Jasra Putra menyampaikan Setiba di lokasi anak anak langsung dibedakan antrian dengan peserta umum. Tomi Pratomo panitia vaksinasi kanisius yang menerima langsung anak anak menyampaikan, dari 119 nama yang mendaftar kepanitiaan, 20 anak yang tidak memiliki NIK. “Ini yang akan kita lakukan diskusi on the spot bersama KPPPA dan KPAI. Seperti diketahui NIK adalah persyaratan untuk keluarnya sertifikat Vaksin satu dan dua, yang menjadi persyaratan yang harus di isi sebelum vaksin. Begitupun panitia dari panti menyampaikan pas hari H panti Amanah Benda tidak bisa datang, karena Kepala Panti dan pengasuhnya mengalami Covid sehingga mereka memilih tidak jadi berangkat dan akan melakukan Swab semua anak anak panti dan pengasuh. Sehingga peserta tinggal 78 anak,” ujarnya.

Read More

Irlan Suud Ketua Alumni Kanisius Mentang 64 penyelenggara Vaksinasi Kanisius mengatakan kami juga sepakat, betul untuk vaksinasi ini diburuhkan persyaratan persyaratan yang sifatnya administrative. Tetapi yang bagian terpenting vaksin ini adalah masalah kesehatan. Dan saya yakin pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan lebih mengutamakan kesehatan, terciptanya herd immunity nasional yang ingin cepat di capai. Kalau tadi kami dinformasikan ada sebagian anak anak tadi, secara pendataan kependudukan masih ada yang perlu di selesaikan. Kami memberanikan diri juga, karena ada cara manual yang bias kita lakukan, dimana adik adik kita ini untuk kesehatannya lebih dulu untuk di vaksin. Supaya waktu mereka bersosialisasi atau beradaptasi dengan lingkungan dan semacamnya lebih safety, itu target kami pertama. Bahwa sertifikasi vaksin mereka akan terbit atau bagaimana, itu buat saya mungkin, Pak Robert yang akan lebih bisa berperan dalam hal itu. Disini kami sebagai pelaksana siap membantu anak anak kita yang hadir pada hari ini, dalam arti untuk di vaksinasi. Sudah sekitar 58.000 akseptor, anak anak total sampai hari ini 5.000.

*Robert Parlindungan Sitinjak Asisten Deputi Pelayanan Anak KPPPA* Yang Membutuhkan Perlindungan Khusus merespon apa yang disampaikan, menurut data di kami cukup tinggi ya anak anak yang meninggal karena covid, kita prihatin, jadi kita ini zero tolerance lah terhadap kekerasan anak dan anak yang terpapat dengan Covid.

Yang pertama, bahwa perlu saya jelaskan dalam RPJMN 2019-2024 bahwa memang betul penanganan kita pada SDM Unggul Indonesia yaitu anak anak kita. Nah Kementerian bertanggung jawab untuk pemenuhan hak anak, Sertifikat dan NIK. Yang kedua perlindungan khusus, baik dalam kondisi khusus maupun dalam kekerasan. Dalam menghadapi pandemi Covid 19 pengurus Yayasan Alumni Kanisius 64 yang bekerjasama juga dengan Eka Tjipta Foundation, Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, ada Forum Panti Nasional. Ini bukti bahwa lembaga masyarakat bersama sama pemerintah. Sekarang juga, saya menyampaikan juga bahwa apabila masih ada lembaga lembaga masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi bekerjasama dengan Kementerian PPPA, silahkan menyampaikan tertulis, nanti kita akan telaah. Terutama kita kaum anak jalanan, kolong jembatan, kaum marginal, anak anak yang tidak tersentuh.

Mengenai akta lahir, bahwa tidak ada alasan, jadi setiap anak itu tidak ada alasan harus diterbitkan akta lahir. Kami sudah mengeluarkan beberapa peraturan. Karena ini merupakan pemenuhan hak anak. Kita sudah meratifikasi Konvensi Hak Anak dengan Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1990. Kemudian juga Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, Jadi kita perlu kerjasama dengan pemerintah, untuk perangkat peraturannya sudah kita siapkan, sekarang tinggal pelaksanaannya.

Jadi tidak lagi ada alasan, kalau anak yang tidak diketahui orang tuanya, ayah ibunya,tidak bias di bikin akta lahir, itu salah, itu dulu, sekarang sudah bisa. Apabila ada kesulitan, kirim surat ke kami, nanti akan kami teruskan ke pemerintah daerah, terutama Disdukcapil, sehingga pemenuhan hak anak ini, yang merupakan bagian tanggung jawab kami, bisa kami penuhi. Mohon kerjasama dengan lembaga lembaga masyarakat untuk ditingkatkan.

*Munheri Koto Forum Nasional Panti LKSA PSAA,* ormas Muhammadiyah NU menyatakan bahwa vaksin ini aman dan untuk kesehatan. Itulah yang akhirnya kami bicara kepada anak anak, kepada pengurusnya juga, kalau bisa anak anak kita ini harus sehat, harus sebenarnya, tidak boleh ada yang sakit, kita itu termasuk orang orang yang tidak mampu.

Saya di Forum Nasional itu, ada sekitar 8000 yayasan lebih milik masyarakat. Inilah yang perlu diperhatikan anak di panti dan luar panti. Yang didalam panti kami bisa memenuhi dengan baik, tapi kalau yang diluar panti, ini yang kita perlu identitasnya, anak kita gimana? Ya. Kita bersyukur adanya Pak Robert dari PPPA untuk melindungi anak kita yang di panti dan di luar panti, saya rasa itu.

*Ritson Manyonyo tuna netra*,aktifis Disabilitas Netra dari ELSAFAN menyampaikan generasi disabilitas ini kurang lebih 25 sampai 30 juta jumlahnya baik disabilitas dewasa maupun anak berkebutuhan khusus. Saya baru pulang dari Sulawesi Tenggara satu minggu yang lalu, belum ada gerakan vaksinasi. Begitu juga di Sulawesi Tengah khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu sebelum gelombang Jawa dan Bali ini pindah ke daerah daerah, maka harapan kami dengan jaringan daripada Kementerian, jaringan daripada alumni Kanisius, Dompet Dhuafa dan seterusnya bisa bersegera, sambil menangani yang di Jawa dan Bali. Kita bisa menjangkau yang lainnya. Karena panti itu tempat yang sangat rentan, saya ulangi, panti panti itu adalah kelompok yang sangat rentan. Kenapa? Karena para pengasuh juga juru masak, yang pulang pergi belanja. Kita tidak tahu mereka pulang dari pasar, membawa itu, kena anak anak, kena satu, kena semua. Jadi mari kita sehatkan bangsa kita, dengan memulai memberi Vaksin kepada generasi anak anak Indonesia. Agar kalau anak Indonesia sehat, bangsa ini kedepan akan maju, dan makin lebih kuat, untuk terus menjalankan kehidupannya masing masing.

*Ahmad Lukman dari Manajer Pengurangan Resiko Bencana Disaster Management Center Dompet Dhuafa* dalam acara ini kami mendukung mobilitas anak anak dan konsumsi agar aman. Karena anak anak tidak bisa sendiri datang, perlu pendamping guna penguatan kondisi anak dan membantu menjelaskan riwayat kesehatan.

Saya apresiasi, semua ingin memberi jalan keluar untuk anak, soal kelengkapan data, walaupun dalam pelaksanaan proses administrasi mendapatkan kendala, mudah mudahan tidak menyurutkan untuk semangat kita melakukan vaksinasi anak Di Dompet Dhuafa sendiri, kebetulan kami ada beberapa program, Diantaranya pelayanan untuk oksigen, kemudian pendampingan isoman, kemudian memberi kebutuhan makan, d program program real ini, penerimanya kebanyakan panti asuhan dengan Food For Panti Asuhan, sudah hampir 100 panti yang kita bantu untuk kebutuhan makanan pokok. Karena di beberapa panti kebutuhan makan ini cukup tinggi.

*Farid Ari Fandi dari Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah* mengajak semua pihak agar melayani yang tidak terlayani dan menjangkau yang tidak terjangkau, mengapa? Karena tujuan kita membangun kekebalan kelompok di anak anak. Kadang kita kurang bisa menjamin protokol kesehatan anak anak karena mobilitas mereka yang tinggi, untuk itu melapisinya dengan vaksin adalah kebutuhan mendesak.

Kemudian, anak anak panti, anak jalanan, anak terlantar perlu keberpihakan, kenapa? Mereka tidak memiliki administrasi yang lengkap sebagaimana yang di syaratkan saat vaksin. Syukurnya disini panitia lengkap, sehingga bisa memberi solusi, tetapi bagaimana di tempat lain? Sehingga perlu di kawal bersama.

Umumnya mereka tidak bisa mengisi NIK, Golongan Darah dan tidak memiliki nomor kontak karena mengikuti pendamping nya.

*Jasra Putra KPAI* sebagai pembicara terakhir menyorot soal data ini melonjak di akhir bulan ini, karena ada varian delta yang tentu sangat mengkhawatirkan kita terhadap anak anak kita. Oleh sebab itu tentu ke depan, kita berharap sesuai UU, Pemerintah dan Pemerintah Daerah termasuk juga masyarakat, wajib menyelenggarakan kesehatan yang komperhensif pada anak anak kita. Baik dengan cara promotif, preventif, kuratif dan termasuk juga rehabilitative. Nah hari ini, teman teman Alumni Kanisius memberikan hak itu. Dan mudah mudahan gerakan yang mulai dari masyarakat ini bisa menggelinding di seluruh Indonesia. Karena anak anak kita jumlahnya cukup banyak, sepertiga dari jumlah penduduk yang berjumlah 84 juta. Kita berharap anak anak usia 12 sampai 17 tahun segera di vaksin. Jadi ini sangat luar biasa. Nah, hari ini kita tentu bersyukur anak anak yang mungkin ya, dalam tanda petik “Terlupakan” anak anak dalam perlindungan khusus, baik dipanti asuhan, jalanan dan undocumented, itu tetap kita berikan vaksin. Soal nanti dapat sertifikat atau tidak, biar diselesaikan Pak irlan dulu. Diselesaikan dulu vaksinnya, sehingga adik adik kita ini punya modal kesehatan yang bertambah.

Tentu kita ajak semua masyarakat termasuk juga keluarga “Ayo kita dorong anak anak kita untuk vaksin” dengan *3 SIAP* tadi ya. Pertama SIAP ANAKnya, anaknya beri tahu bagaimana manfaatnya vaksin, harus istirahat yang cukup, kemudian makan. Sehingga tekanan psikis bisa di selesaikan. Nah yang kedua tentu SIAP PENDAMPINGNYA dokternya, nakesnya, relawan, peksos, orang tua, wali dan seterusnya untuk mendampingi anak anak. Karena adik adik kita yang dipanti mungkin, dia ada, seperti tadi pengalaman kita mendampingi Bapak Bapak ya, ini diisi apa formnya, NIKnya tidak ada, kemudian riwayat kesehatan dan seterusnya. Dan terakhir ketiga SIAP TEMPATNYA, maksudnya tempatnya terbuka, memenuhi syarat untuk Jaga Jarak, Terbuka, Sirkulasi udara, aman, nyaman, ramah dan memiliki alur proses vaksin yang baik.

Mudah mudahan amal baik yang dibuat teman teman alumni ini, bisa menjadi amal ibadah di Tuhan Yang Maha Esa.

Dan kolaborasi ini luar biasa, tidak melihat sekat agama lagi, kita sudah bicara kemanusiaan, ada Dompet Dhuafa, ada Muhammadiyah, ada ELSAFAN, ada lembaga jaringan Kristen dan seterusnya, kita tidak melihat itu lagi, kita lebih melihat kepentingan terbaik untuk anak anak kita. Kedepan ini harus maju, areanya harus ditambah. Tadi Pak Ritson menyampaikan daerah luar Jawa masih belum terdengar tuh? Nah ini mungkin kita berharap pemerintah segera membuka semua kemungkinan titik titik yang mendekatkan layanan pada anak anak kita. Sehingga menjelang Hari Anak ini kita berharap, bahwa vaksin adalah harapan hidup, salah satu harapan hidup anak anak kita untuk bertahan di era pandemi.

*Testimoni Anak Setelah Vaksin*

Pengalaman Di Vaksin

_Syifa Syafiqoh Ulayya Sigit_
Dua anak bercerita tentang pengalamannya di Vaksin, pertama menyampaikan setelah vaksin, tidak pusing tapi mengantuk aja.

*Pesan dari Faiz dan Syifa untuk Hari Anak*

_Syifa_
Testimoni Anak
Iya seperti yang kita tahu, tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional, dimana seluruh anak anak berkontribusi untuk menyampaikan harapan mereka terhadap bangsanya. Sebagai anak bangsa Indonesia ingin menyampaikan harapan saya kepada Negara ini, semoga Negara kita bisa pulih secepatnya, laju penyebaran virus covid 19 dapat terkendali dan pertemuan pertemuan belajar dapat dilaksanakan seperti sebelumnya.

_Akhidatul Faiz_
Pertama di beri tahu grup WA, dan baru bangun tidur, tiba tiba buka grup wa, ada pemberitahuan buat vaksin. Saya sempat kaget, karena kan katanya banyak yang bilang vaksin itu apa apa gitu. Pertama tama takut, Ya udah saya coba memberanikan diri. Pas akan di vaksin, kira saya bakalan sakit, seperti vaksin disekolah, ternyata sama saja rasanya. Sekarang rasanya ngantuk dan tangan pegel

*Harapan Hari Anak Nasional Faiz*
Semoga selalu diberikan kesehatan, dengan adanya vaksin ini, semoga virus yang sudah tersebar dimana mana cepat reda atau hilang.

Yang paling dirindukan sekarang?
_Syifa_: Yang palling dirindukan sekarang masuk sekolah

_Faiz_: Pelajar pelajar sudah pasti rindu belajar di sekolah. Semoga pandemic segera berakhir.

*Tips anak yang mau Vaksin dari dokter JC Prihadi*
Sama mirip dengan vaksin orang dewasa, cukup istirahat malam. Jangan lupa makan, cukup sehat, dan harus jujur saat melakukan vaksin badannya benar benar fit.

Related posts