Painan – Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pessel harus disiplin dan memiliki loyalitas tinggi dalam bekerja.
Hal ini disampaikannya saat memimpin apel gabungan perdana yang dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel Mawardi Roska, seluruh kepala perangkat daerah, asisten, staf ahli, kepala bagian, serta ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam kesempatan itu, Hendrajoni menyatakan bahwa keinginannya untuk kembali mengabdi sebagai Bupati Pessel pada periode 2025-2030 bersama pasangan Risnaldi Ibrahim didorong oleh permintaan masyarakat. Ia bertekad untuk membangun kembali Pesisir Selatan yang dinilainya mengalami kemunduran di berbagai sektor.
“Saya kembali maju sebagai Bupati Pessel 2025-2030 ini karena diminta oleh masyarakat. Oleh karena itu, mari kita berpikir ke depan, bagaimana negeri ini bisa kembali maju,” katanya.
Ia juga menyoroti berbagai program pembangunan yang dirintisnya pada periode 2016-2021, namun kini mengalami kemunduran. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang sebelumnya berkembang pesat, namun kini mengalami penurunan jumlah kunjungan. Hal serupa juga terjadi di sektor pendidikan dan lainnya.
Untuk membalikkan kondisi ini, Hendrajoni menekankan pentingnya perubahan pola pikir pejabat dan aparatur di lingkungan Pemkab Pessel. Ia menegaskan bahwa hanya ASN yang disiplin dan mau bekerja keras yang akan dipertahankan.
“Saya tidak butuh anak buah yang suka mencari muka atau penjilat. Saya mencari staf yang mau bekerja, disiplin, dan memiliki loyalitas kerja yang tinggi. Semua ini demi kemajuan Pessel ke depan,” tegasnya.
Apel gabungan ini juga diisi dengan peluncuran layanan angkutan DAMRI dengan trayek baru, yaitu Pasar Baru Bayang – Tapan dengan tarif Rp 25 ribu untuk umum dan Rp 3 ribu untuk anak sekolah. Selain itu, trayek baru juga dibuka untuk rute Pantai Carocok – Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman.






