Apris: Jangan Lari dari Kawanan & Terus Bumikan Islam Berkemajuan

  • Whatsapp
Muspim pra Musda PDM Pabasko di Aula FKIP UM Sumbar, Sabtu, (21/1)

Oleh: Drs. H. APRIS, MM, Sekretaris PW Muhammadiyah Sumbar

Pekerjaan pertama PWM Sumbar 2022-2027 yakni Musda PDM Pabasko usai serah terima jabatan, yang dikomandoi Ketua PWM Dr. Bachtiar, Sekretaris Drs. H. Apris, M.M, dan Bendahara Muhammad Najmi Wakil Ketua Drs Marhadi Effendi, di Aula FKIP UM Sumbar, Sabtu, (21/1/2023). Muspim PDM Pabasko ini resmi dibuka Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Panjang Batipuh X Koto (Pabasko) Amirudin.

Read More

Saya ingin kembali mengingatkan pesan Ketua PP Muhammadiyah bahwa kita semua harus tetap dalam satu barisan. Artinya tetap dalam barisan perjuangan dakwah amal ma’ruf nahi mungkar.

Saya melihat semangat voluntarisme Muhammadiyah dalam Muktamar ke-48 di Solo, Jawa Tengah yang digelar pada 18-20 November lalu, sangat luar biasa. Muktamar Muhammadiyah ke-48 patut dicontoh dari wilayah hingga ke tingkat ranting.
Namun sayangnya suksesi Muktamar ke-48 di Solo tidak Berbanding lurus dengan kegairahan hingga daerah.

Membumikan Islam Berkemajuan

Istilah berkemajuan sudah ada sejak masa awal berdiri Muhammadiyah yang di sampaikan oleh KH Ahmad Dahlan dalam berbagai kesempatan ketika memberikan tausiyah kepada murid-murid beliau. Dalam perjalanan waktu kemudian dipertegas kembali dalam Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015. Dan dilanjutkan kembali ketegasan itu pada Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo akhir tahun 2022 silam bagaimana upaya membumikan terus semangat Islam Berkemajuan hingga sampai ke bergai pelosok.

Sebenarnya Islam yang berkemajuan merupakan bentuk transformasi Al Maun untuk menghadirkan dakwah dan tajdid dalam pergulatan kehidupan keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Agama Islam yang bercorak maju dan mencerahkan merupakan wujud dari pandangan keagamaan yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengembangkan ijtihad di tengah kehidupan modern di abad ke-21 yang kompleks.

Islam berkemajuan juga menjadi ruh Muhammadiyah sejak awal berdiri pada tahun 1912. Disebut dengan istilah “Islam Berkemajuan”, sebagaimana yang dipesankan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. “Jadilah kyai, insinyur dan guru yang berkemajuan dan jangan lelah dalam bekerja untuk Muhammadiyah,” begitulah pesan Sang Kiyai, yang harus dipegang teguh oleh para santrinya pada saat itu. Pijakan Islam berkemajuan adalah Alquran dan Sunnah. Kemudian diterjemahkan dalam bentuk aksi ideal sebagai khoiru ummah (umat terbaik) dengan karakter wasathiyyah (moderat dan adil) dan syuhada ‘alan-naas (pelaku sejarah).

Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang digelar pada 18-20 Nopember 2022 di Surakarta kembali menjadi momentum untuk mengingatkan kita dengan tanggungjawab mengajak pada kebajikan (al-da’wah ila alkhayr). melaksanakan amal kebaikan (al-amr bi al-ma’ruf), dan mencegah kemungkaran (al-nahy ‘anil-munkar), sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an (Q.S. Ali ‘Imran :110). Dengan amaliyah inilah, Alloh menjanjikan kejayaan (Q.S. Ali ‘Imran: 104).

Lima Pondasi Utama Islam Berkemajuan

Dalam setiap geraknya Muhammadiyah lima pondasi utama dari Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah. Pertama, tauhid. Muhammadiyah sepanjang usianya terus melakukan pemurnian tauhid dengan dakwah yang mencerahkan dan santun. Ketauhidan yang murni pada akhirnya akan membawa masyarakat yang maju, dengan perilaku beragama yang efektif dan efisien.

Dalam rangka mewujudkan tauhid yang murni, Muhammadiyah menolak semua bentuk sintesisme, sinkretisme dan relativisme agama. Namun Muhammadiyah mengakui keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dikelola menjadi kekuatan sinergi besar.

Kedua, pemahaman Al-Qur’an dan Hadits secara independen, komprehensif dan integratif. Dalam hal ini, Muhammadiyah tidak terikat dengan aliran theologis, mazhab fikih serta tharekat sufiyah manapun. Muhammadiyah tetap pada posisi sebagai ahlus al-sunnah wa al-jamaah.

Dalam setiap kebijakan, fatwa, pandangan ideologi, sikap hidup, dan keputusan di Muhammadiyah tetap mengindahkan dan mempertimbangkan berbagai sumber mazhab, sekte dan aliran. Namun hasil pembacaan menyeluruh kemudian dianalisis secara mendalam dengan multi pendekatan serta ijtihad penuh ikhtiyat untuk dipilih yang paling rajih (kuat) dan compatible diterapkan dalam kehidupan hari ini dan masa depan.

Dengan posisi ini, Muhammadiyah tidak menolak sama sekali atau anti terhadap mazhab, aliran teologis, atau tharekat sufiyah. Muhammadiyah lebih mementingkan metodologinya atau fikih manhaji bukan fikih mazhabi. Demikian halnya dalam tasawuf, Muhammadiyah memandang bahwa tasawuf sebenarnya telah diajarkan dan dipraktikkan oleh Nabi.

Ketiga, tajdid. Muhammadiyah memandang bahwa tajdid memiliki dua sayap yang harus berjalan seimbang. Yaitu pemurnian (purifikasi) dan dinamisasi (modernisasi). Purifikasi dalam ranah akidah, ibadah dan akhlak. Sementara dinamisasi dalam semua aspek kehidupan yang sangat luas, meliputi bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Di abad kedua, Muhammadiyah masih harus lebih giat lagi dalam melaksanakan tajdid dinamisasi. Kiai Dahlan telah melakukan tajdid dinamisasi sesuai dengan zamannya dengan mendirikan sekolah dan rumah sakit modern, misalnya. Hari ini harusnya Muhammadiyah mampu untuk mengaktualkan tajdid dalam bidang politik dan ekonomi untuk ditawarkan kepada negara.

Keempat, moderat (wasatiyah). Muhammadiyah selalu memilih jalan tengah di antara dua kutub ekstrem. Untuk menjadi moderat, kita harus paham terlebih dahulu terhadap pemahaman yang radikal dan liberal, baru kemudian mengambil sikap. Aktualisasi dari moderat ini adalah tidak bersikap hegemonik serta selalu menghargai pendapat orang lain.

Sifat ini melekat pada setiap pimpinan, anggota, kader, dan warga Muhammadiyah di mana saja. Oleh sebab itu, Amal Usaha Muhammadiyah selalu lahir dan tumbuh berkembang dari bawah, bukan atas instruksi dari atas. Bagi Muhammadiyah, beramal dan berilmu merupakan keharusan dalam rangka mencapai gerakan ilmu-amaliyah dan amal-ilmiyah. Wallahu ‘alam..

Related posts