Friday, 24 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah Digerebek Satpol PP Saat Onyen Onyen di Hotel Melati

Senin, 10 Oktober 2016 - 16:17:17 WIB - 21619
Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah Digerebek Satpol PP Saat Onyen Onyen di Hotel Melati


BUKITTINGGI - Razia gabungan SK4 Bukittinggi dan Satpol PP Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (09/10/2016) dini hari di sejumlah tempat, mengamankan tiga pasangan illegal, salah satu diantaranya, mengaku oknum Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah, Padang Panjang. Pasangan tersebut tertangkap basah tengah berduaan dalam sebuah kamar di salah satu hotel melati di Jalan A. Yani, Kampung Cina, Bukittinggi.

Pada razia ini, tim Pol PP mendapat penolakan dari pasangan yang diketahui bernama Dra. Hj. EW, SH (49) dan masuk dalam Ikatan Hakim Indonesia mengaku sebagai oknum Ketua Pengadilan Agama Padang panjang yang baru dilantik.

Oknum yang digrebek dengan pasangan E ini, pada awalnya mencoba berdalih kalau mereka adalah pasangan suami isteri dan sudah dikaruniai anak. Namun petugas curiga, saat keduanya tidak bisa menunjukkan identitas resmi.

Akhirnya, petugas menginterogasi pasangan ini secara terpisah, pada yang laki-laki ditanyakan tentang nama tiga orang anaknya dan yang bersangkutan terlihat panik dengan menyebutkan nama sembarangan. Ketika ditanyakan pada yang wanita, dengan detail dia menyebutkan nama tiga anaknya yang sudah pasti berbeda dengan nama seperti disebutkan E. Dengan keterangan yang tidak jelas tersebut, akhirnya pasangan ini dibawa ke Satpol PP Bukittinggi.

Kasatpol PP Bukittinggi, Drs. Syafnir memastikan, yang ditangkap itu adalah Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, setelah mengkonfirmasi kebenarannya ke Pengadilan Agama Bukittinggi.

Syafnir menjelaskan, bahwa seluruh pasangan yang terjaring tetap diproses sesuai dengan Perda yang berlaku.

Saat ditangkap, pasangan ini tidak bisa menunjukan surat nikah, begitu juga KTP (Kartu Tanda Penduduk). Dari keterangannya, ED mengaku pisah dengan suami, tapi belum cerai. Lelaki bersama pasangannya itu disebut suami keduanya. Tapi tidak ada surat nikah yang membuktikan kebenaran itu, sehingga kami tidak mempercayainya lalu membawanya ke Mako Satpol PP Bukittinggi," lanjut Syafnir.

Syafnir menambahkan, malam itu juga pasangan ini dilepaskan, setelah diproses dan dibuatkan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya, seperti yang dilakukan pasangan illegal lain jika tertangkap petugas. (AMOI)

Loading...
Editor/Sumber: AMOI/romeo
Tag: bukittinggi,hukum,kriminal,metro,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Teaser Trailer dan Poster Film Guru-Guru Gokil, Intips Keseruannya

Teaser Trailer dan Poster Film Guru-Guru Gokil, Intips Keseruannya

JAKARTA -- Guru-Guru Gokil, film pertama dari rangkaian tiga film Dian Sastrowardoyo yang berkolaborasi dengan BASE...

Lestarikan Lingkungan, Polres Solok Hijaukan Mapolres dan Polsek

Lestarikan Lingkungan, Polres Solok Hijaukan Mapolres dan Polsek

SOLOK -- Fungsi hutan sebagai paru-paru dunia harus selalu dijaga dan dilestarikan. Keberadaan tanaman berupa pepohonan...

Kepala Kantor SAR Sebut Operasi Pencarian dan Pertolongan 2019 di Mentawai Menurun

Kepala Kantor SAR Sebut Operasi Pencarian dan Pertolongan 2019 di Mentawai Menurun

MENTAWAI -- Operasi pada pencarian dan pertolongan Kantor Sar Mentawai tahun 2019 terhadap korban kecelakaan kapal,...

Muhammad Fikar Terima Gelar Sako dari Suku Tanjung Nagari Pauh IX Kuranji

Muhammad Fikar Terima Gelar Sako dari Suku Tanjung Nagari Pauh IX Kuranji

PADANG -- Suku Tanjung Nagari Pauh IX Kuranji melakukan Salai Dama kepada Muhammad Fikar Datuk Rajo Magek. Muhammad...

119 Unit BB Ranmor Menumpuk di Satlantas Pariaman

119 Unit BB Ranmor Menumpuk di Satlantas Pariaman

PARIAMAN - Sebanyak 119 unit kendaraan bermotor R2 dan R4 hasil tilang dan BB Laka Lantas hasil razia dan penindakan...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media