Sunday, 19 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah Digerebek Satpol PP Saat Onyen Onyen di Hotel Melati

Senin, 10 Oktober 2016 - 16:17:17 WIB - 21298
Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah Digerebek Satpol PP Saat Onyen Onyen di Hotel Melati


BUKITTINGGI - Razia gabungan SK4 Bukittinggi dan Satpol PP Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (09/10/2016) dini hari di sejumlah tempat, mengamankan tiga pasangan illegal, salah satu diantaranya, mengaku oknum Ketua Pengadilan Agama Kota Serambi Mekah, Padang Panjang. Pasangan tersebut tertangkap basah tengah berduaan dalam sebuah kamar di salah satu hotel melati di Jalan A. Yani, Kampung Cina, Bukittinggi.

Pada razia ini, tim Pol PP mendapat penolakan dari pasangan yang diketahui bernama Dra. Hj. EW, SH (49) dan masuk dalam Ikatan Hakim Indonesia mengaku sebagai oknum Ketua Pengadilan Agama Padang panjang yang baru dilantik.

Oknum yang digrebek dengan pasangan E ini, pada awalnya mencoba berdalih kalau mereka adalah pasangan suami isteri dan sudah dikaruniai anak. Namun petugas curiga, saat keduanya tidak bisa menunjukkan identitas resmi.

Akhirnya, petugas menginterogasi pasangan ini secara terpisah, pada yang laki-laki ditanyakan tentang nama tiga orang anaknya dan yang bersangkutan terlihat panik dengan menyebutkan nama sembarangan. Ketika ditanyakan pada yang wanita, dengan detail dia menyebutkan nama tiga anaknya yang sudah pasti berbeda dengan nama seperti disebutkan E. Dengan keterangan yang tidak jelas tersebut, akhirnya pasangan ini dibawa ke Satpol PP Bukittinggi.

Kasatpol PP Bukittinggi, Drs. Syafnir memastikan, yang ditangkap itu adalah Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, setelah mengkonfirmasi kebenarannya ke Pengadilan Agama Bukittinggi.

Syafnir menjelaskan, bahwa seluruh pasangan yang terjaring tetap diproses sesuai dengan Perda yang berlaku.

Saat ditangkap, pasangan ini tidak bisa menunjukan surat nikah, begitu juga KTP (Kartu Tanda Penduduk). Dari keterangannya, ED mengaku pisah dengan suami, tapi belum cerai. Lelaki bersama pasangannya itu disebut suami keduanya. Tapi tidak ada surat nikah yang membuktikan kebenaran itu, sehingga kami tidak mempercayainya lalu membawanya ke Mako Satpol PP Bukittinggi," lanjut Syafnir.

Syafnir menambahkan, malam itu juga pasangan ini dilepaskan, setelah diproses dan dibuatkan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya, seperti yang dilakukan pasangan illegal lain jika tertangkap petugas. (AMOI)

Editor/Sumber: AMOI/romeo
Tag: bukittinggi,hukum,kriminal,metro,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ketua KNPI Sumbar Akan Lantik 68 Orang Pengurus KNPI Mentawai

Ketua KNPI Sumbar Akan Lantik 68 Orang Pengurus KNPI Mentawai

MENTAWAI - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Mentawai gelar rapat tentang persiapan...

14 Bidan PTT di Pasbar terima SK CPNS Saat Apel Gabungan, Bupati Pesankan Hal Ini

14 Bidan PTT di Pasbar terima SK CPNS Saat Apel Gabungan, Bupati Pesankan Hal Ini

PASAMAN BARAT - Sebanyak 14 orang bidan PTT di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat menerima SK CPNS di...

Pemkab Pasaman Sudah Tetapkan Standart Besaran Zakat Fitrah

Pemkab Pasaman Sudah Tetapkan Standart Besaran Zakat Fitrah

PASAMAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman telah menetapkan standart Zakat Fitrah pada Bulan Ramadhan 1440 H sebesar Rp...

Satres Narkoba Tanah Datar Ciduk Seorang Pemuda Pengedar Sabu

Satres Narkoba Tanah Datar Ciduk Seorang Pemuda Pengedar Sabu

TANAH DATAR -- Lagi-lagi SatRes Narkoba Polres Tanah Datar yang dipimpin lansung oleh AKBP Bayuaji Yudha Prajas, SH...

Pordasi Sumbar Turunkan 15 Ekor Kuda di Kejurnas ke 53, Kamang Chrome Ikut Tampil

Pordasi Sumbar Turunkan 15 Ekor Kuda di Kejurnas ke 53, Kamang Chrome Ikut Tampil

BUKITTINGGI - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumatera Barat menurunkan sebanyak 15 ekor kuda...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media