Friday, 22 Mar 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Sijunjung

Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

Rabu, 19 Oktober 2016 - 19:07:22 WIB - 1906
Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung


SIJUNJUNG -- Hendri Patopang Putra Sijunjung yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat tercengang kaget dan miris, pasalnya sawah produktif yang terletak di Nagari Tanjung Sijunjung mengalami kerusakan lingkungan yang parah. Prihatin dengan persoalan lingkungan ini Akhirnya Hendri memutuskan untuk membuat catatan di media sosial dengan nama akun Hendri Patopang dan iapun ingin menyampaikan langsung persolan ini kepada pemangku kebijakan di Sumbar bahwa kerusakan lingkungan tidak saja terjadi di Solok selatan saja tetapi juga terjadi di Nagari Tanjung Kabupaten Sijunjung bertahun-tahun lamanya.

Jika dulunya para petani bisa ke sawah dengan memanen padi setelah panen padi mereka bisa mendapat tambahan penghasilan dengan mendulang emas, tetapi tidak sekarang sawah tempat mereka mencari makan mereka berubah menjadi lobang-lobang yang mengalami kerusakan lingkungan parah. Dulunya mendulang emas secara tradisonal digantikan mesin excavator yang tentunya akan merusak lingkungan. Pemandangan yang sangat memprihatinkan terlihat di sepanjang aliran sungai Batang Ombilin. Sungai Batang Ombilin dulunya sangat indah dengan airnya yang bersih dan jernih serta begitu banyak populasi ikan yang terdapat didalamnya. Sekarang sudah berubah menjadi hamparan lobang-lobang besar yang mengangah. Air yang dahulunya jernih berubah menjadi kuning dan berlumpur, bagai air kubangan kerbau yang bercampur merkuri. Sungguh suatu kondisi yang sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

Sungai yang bersih yang dulunya menjadi kebanggaan bagi anak nagari sekaligus tempat bermain dengan teman sebaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Semua berubah menjadi hamparan koral dan tebing-tebing curam yang membahayakan. Jangankan untuk tempat bermain, untuk tempat mandi saja sulit ditemukan Setelah sungai Batang Ombilin hancur terkoyak oleh tangan-tangan rakus, sekarang kita dihadapkan lagi dengan pemandangan yang juga sangat menyedihkan. Sebuah fakta yang terjadi dihadapan kita, yaitu mulainya persawahan penduduk yang masih produktif dijamah oleh alat-alat berat (ekskavator) yang pada akhirnya mengakibatkan persawahan tersebut menjadi kurang produktif. Bagaimana nasib anak cucu kita kelak?. Menurut informasi, pemanbangan ini dilakukan secara bersama oleh pihak yang memegang hak ulayat dengan pihak pengembang (penambang). Begitu ia mengungkapakan sampai bercucuran air mata

Menyikapi aksi perusakan sawah penduduk yang notabenenya sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, Hendripun ingin menyapa dan mengetuk jiwa-jiwa yang mulai "mati" dan tidak peduli lagi dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Katanya, Marilah kita merenung sejenak!, tentang apa yang telah terjadi dihadapan kita saat ini. Sawah dan ladang yang telah diwariskan oleh pendahulu kita secara turun temurun sekarang hilang begitu saja. Tidakkah kita merasakan betapa sulitnya mereka dahulu manaruko dari semak belukar menjadi pesawahan yang subur?. Mungkin saja mereka terpaksa menahan rasa lapar saat melewati masa-masa sulit dengan peralatan yang terbatas, supaya anak cucunya bisa mendapatkan sesuap nasi. Sekali lagi, mari kita merenung sejenak! Apa benar jiwa kita telah "mati" dibunuh oleh nafsu ketamakan yang hilang karena godaan kekayaan yang semu.

"Ini merupakan catatan saya yang kesekian kalinya, tentang dampak yang ditimbulkan akibat aksi penambangan emas di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII. Semoga tulisan pendek ini bisa menggugah dan menyentuh hati siapa saja yang membaca dan peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat kita tinggal dan juga ekosistem yang berada disekitarnya. Setidaknya, tulisan sederhana ini bisa mewakili perasaan kami yang begitu peduli sekaligus prihatin dengan kondisi yang terjadi saat sekarang ini di nagari yang sangat kami cintai. Semoga apa yang saya tulis ini sempat dibaca oleh para pengambil kebijakan di negeri ini," tulis Hendri Patopang. (HP/RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,sijunjung,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Untuk Pengamanan Pemilu 2019, Pemko Pariaman Siapkan 530 Personil Linmas

Untuk Pengamanan Pemilu 2019, Pemko Pariaman Siapkan 530 Personil Linmas

PARIAMAN - Sebanyak 530 orang perlindungan masyarakat (LINMAS) telah disiapkan Pemerintah Kota Pariaman untuk...

Jadi Sorotan Mata Penonton, Gadis Usia 12 Tahun Tampil Dalam Ajang Trabass Jelajah Alam Mentawai

Jadi Sorotan Mata Penonton, Gadis Usia 12 Tahun Tampil Dalam Ajang Trabass Jelajah Alam Mentawai

MENTAWAI - Sekitar 180 raiders telah melakukan dan menikmati keindahan alam Mentawai dalam acara Trabass Jelajah Alam...

Dalam Program TMMD ke 104 di Mentawai, TNI Bangun Tempat Wudhu dan MCK

Dalam Program TMMD ke 104 di Mentawai, TNI Bangun Tempat Wudhu dan MCK

MENTAWAI - Dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, satuan tugas...

267 CPNS di Mentawai Diyatakan Lulus, Bupati Akan Serahkan SK

267 CPNS di Mentawai Diyatakan Lulus, Bupati Akan Serahkan SK

MENTAWAI - Sebanyak 267 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dinyatakan lulus seleksi berdasarkan pengumuman Bupati...

Kakemenag Agam: Hasil Penilaian KPK, di Kemenag Agam Dipastikan Bersih dan Tidak Ada Praktek Korupsi

Kakemenag Agam: Hasil Penilaian KPK, di Kemenag Agam Dipastikan Bersih dan Tidak Ada Praktek Korupsi

AGAM - Saat ini sedang maraknya kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama yang beberapa waktu lalu. Hal...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media