Wednesday, 21 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Metro

Ini Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

Jumat, 28 Oktober 2016 - 07:22:48 WIB - 956
Ini Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

PADANG - Hati-hati bila menerobos palang pintu kereta Api, kena tabrakan satu kali saja sudah hancur, maka itu di ingatkan pada pengendara roda dua dan empat dan sebagainya, saat melintasi rel kareta api, harus waspada dan hati-hati.

Mari kita simak Penjelasan kenapa mesin mobil sering mati di atas perlintasan rel Kareta Api (KA), kita tahu di kota ini sering terjadi kecelakaan dan musibah di tabrak KA, sehingga terjadi korban jiwa yang sia-sia di sebabkan kurang mematuhi rambu-rambu dan petunjuk dari PT KAI.

Semuanya itu suatu kelalaian pengendara, seharusnya saat melintas rel KA, pengemudi melihat rambu-rambu penyeberangan dan laju kendaraan di perlambat, sudah merasa nyaman baru kendaraanya melintas rel KA dan di laju kembali kendaraannya.

KA memiliki Dilokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dalam dinamo ada unsur magnit yg cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar).

Hal ini berdampak pada rel yg terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet yang sanagt besar sekali sejauh 1KM dari lokomotif.

Saat kendaraan bermotor melintasi rel KA biasanya menggunakan kecepatan rendah, apabila pengendara tidak memindahkan gigi mesin yg lebih rendah maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnit boggie KA yg dihantarkan oleh rel KA sangat besar dan kuat, sehingga mesin kendaraan mati mendadak.

Oleh karena itu petugas JPL selalu menutup pintu perlintasan sebelum KA mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km). Bila ada pengemudi tetap menerobos/melintasi rel KA yg berjarak kurang dr 1 Km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yg sdh lemah dpt mati karena medan magnet KA di rel sangat besar.

Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil anda, karena mesin mobil akan susah untuk di stater kembali.

Maka di sarankan jgn melintasi rel KA bila sudah terlihat KA walaupun masih berjarak 1 Km dari perlintasan sebidang demi keselamatan anda, Ingat KA tidak bisa mengerem mendadak krn roda dan rel terbuat dari baja sehinga tiddk ada friksi, rata - rata KA akan berhenti sejauh 800 M setelah di rem. (Bagas Senoadji/PPNS Perkeretaapian)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Polemik Zakat PNS, Fadli Zon Khawatir Dipakai untuk Bangun Beton

Polemik Zakat PNS, Fadli Zon Khawatir Dipakai untuk Bangun Beton

NASIONAL - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai wacana zakat profesi sebesar 2,5 persen bagi pegawai negeri sipil (PNS)...

Bertemu Pegulat Muslim Rusia Khabib Nurmagomedov, Ronaldo: Assalamualaikum

Bertemu Pegulat Muslim Rusia Khabib Nurmagomedov, Ronaldo: Assalamualaikum

BOLA - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengucapkan salam Assalamualaikum ketika bertemu dengan pegulat asal...

Lolos Verifikasi Faktual, Demokrat Tanah Datar Optimis Raih Kursi Pimpinan DPRD di 2019

Lolos Verifikasi Faktual, Demokrat Tanah Datar Optimis Raih Kursi Pimpinan DPRD di 2019

TANAH DATAR - Kamis,(1/2/2018) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Ketua Panwaslu Tanah Datar di dampingi Bawaslu...

Wali Kota Padang Dinobatkan Sebagai Duta Kemanusiaan Internasional Muslim Palestina

Wali Kota Padang Dinobatkan Sebagai Duta Kemanusiaan Internasional Muslim Palestina

PADANG - Sebuah anugerah diterima seorang Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Pasalnya, orang nomor satu...

UMSB Bukittinggi Gelar Kuliah Umum, Mahasiswa Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

UMSB Bukittinggi Gelar Kuliah Umum, Mahasiswa Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

BUKITTINGGI - Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Bukittinggi menggelar kegiatan Kuliah Tokoh, guna...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media