Monday, 19 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Muhammadiyah

Sidang Lanjutan Pemeriksaan Saksi Penistaan Agama, Inilah Kesaksian AMM Pedrikasman

Rabu, 11 Januari 2017 - 16:36:51 WIB - 769
Sidang Lanjutan Pemeriksaan Saksi Penistaan Agama, Inilah Kesaksian AMM Pedrikasman

JAKARTA - Sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, (10/1/2016). Sidang kelima ini masih memeriksa saksi-saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam kesaksiannya Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Pedri Kasman mengungkapkan berdasarkan pernyataan Ahok dalam video di Kepulauan Seribu, khususnya pernyataan pada menit ke-24, 20-24 dan 33 ".., dibohongin pakai surat al Maidah 51 macam-macam itu..dibodohin gitu ya.., Kami merasa tersinggung dengan kalimat tersebut sebagai ummat Islam. Keimanan selaku umat islam kami terusik," ujarnya.

Manurut Pedri, Bukti yang kami serahkan berupa satu keping CD yang berisi video lengkap pidato Ahok dengan durasi 1 jam 48 menit 33 detik. Bukan penggalan video 13 detik seperti opini yang dibangun Ahok dan pengacaranya.

Selanjutnya, saya ingin fokus di kalimat "dibohongi pakai Almaidah ayat 51" sebagai pokok perkara dugaan penistaan agama. Pertanyaan-pertanyaan di luar konteks perkara saya menolak untuk menjawab.

Lanjutnya, Banyak pertanyaan dan pernyataan dari pengacara terdakwa yang tidak relevan dengan perkara. Misalnya soal mekanisme yang ada di Pemuda Muhammadiyah, tentang pilkada, kasus Buni Yani, tentang makna pemimpin, termasuk soal tafsir surat al maidah 51.

Pedrikasman menyayangkan cara-cara ini karena hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Dan ternyata terindikasi kuat Pihak Ahok memanfaatkan itu untuk membangun opini publik untuk kepentingan politik.

"Saya tegaskan bahwa saya tidak merasa perlu menafsirkan isi Al-Maidah 51 dalam perkara ini. Karena yang dilaporkan adalah soal pernyataan "dibohongi" dan "dibodohi". Bukan soal isi ayat itu. Soal isi dan tafsir Al-Maidah 51 cukuplah menjadi bahasan di internal umat Islam," tuturnya.

Dia meminta Majelis Hakim untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa (Ahok) dengan alasan pertama bahwa setiap tersangka kasus penodaan agama selama ini langsung di tahan, kedua ancaman hukumannya 5 tahun penjara sesuai pasal 156a KUHP, ketiga demi menjaga persatuan dan kesatuan, keberagaman dan menghindari konflik sosial. (RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: muhammadiyah,nasional,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Astaghfirullah.. Ustaz Dikeroyok Belasan Pemuda di Depan Rumahnya

Astaghfirullah.. Ustaz Dikeroyok Belasan Pemuda di Depan Rumahnya

NASIONAL - Seorang pemuka agama Islam, Ustaz Abdul Basit mengalami pengeroyokan di depan rumahnya, Jalan Syahdan,...

Heboh, Beredar Tiket Pesawat Habib Rizieq Sudah Dipesan

Heboh, Beredar Tiket Pesawat Habib Rizieq Sudah Dipesan

NASIONAL - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke Indonesia bulan Februari...

Rocker Legendaris Indonesia, Hengky Supit Rilis Album Sepayung Berdua

Rocker Legendaris Indonesia, Hengky Supit Rilis Album Sepayung Berdua

SHOWBIZ - Kejayaan musik Indonesia pada era 90-an ikut dikilaukan oleh eksistensi rocker bersuara tinggi dan...

Saling Sindir di Twitter, Fadli Zon Sebut Menteri Susi Baper

Saling Sindir di Twitter, Fadli Zon Sebut Menteri Susi Baper

NASIONAL - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlalu terbawa perasaan...

Rawan Dikorupsi, Pemko Pariaman Bersama Polres Lakukan MoU Awasi Dana Desa

Rawan Dikorupsi, Pemko Pariaman Bersama Polres Lakukan MoU Awasi Dana Desa

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, DPMD kota Pariaman...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media