Sunday, 29 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Penurunan Aset Perbankan Syariah Sangat Disayangkan

Jumat, 27 Januari 2017 - 16:15:59 WIB - 1454
Penurunan Aset Perbankan Syariah Sangat Disayangkan


JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perbanas Institute, Hidajat Sofyan, sangat menyayangkan terjadinya penurunan aset perbankan syariah. Menurut Laporan Perkembangan Perbankan Syariah oleh Bank Indonesia, aset perbankan syariah mencapai 49,2% di tahun 2011 kemudian terus-menerus turun hingga 12,4% di tahun 2014. Padahal industri perbankan syariah memiliki peluang yang besar untuk berkembang, pasalnya masyarakat dunia kini mulai menyadari kelemahan sistem perbankan konvensional dan menemukan bahwa sistem perbankan syariah dapat menjadi solusi dari kelemahan tersebut.

Sistem ekonomi syariah, termasuk perbankan syariah diyakini dapat memberikan kondisi ekonomi yang lebih stabil, sejahtera, lebih adil dan menguntungkan segala pihak.

"Jika semua masyarakat dunia menjalankan prinsip ekonomi syariah dengan benar, maka krisis seperti yang pernah menimpa kawasan Asia di tahun 1997 dan global di tahun 2008 dapat dihindari, karena prinsip ekonomi syariah yang menghindari riba, spekulatif, derivatif atau segala hal yang bersifat memperjual belikan uang. Kita bisa lihat pada saat krisis, banyak sekali investment bank yang hancur," imbuh Hidajat Sofyan pakar Ekonomi Syariah dari Institut Keuangan Perbankan dan Informatika PERBANAS.

Hidajat Sofyan menambahkan, alasan mengapa industri perbankan syariah belum mengalami perkembangan yang pesat adalah karena memang usianya yang jauh lebih muda dibandingkan perbankan konvensional, sehingga masih perlu penyempurnaan.

"Untuk mengembang pesatkan industri ini, perbankan syariah memerlukan sumber daya insani yang telah memiliki edukasi dan pemahaman yang kuat mengenai ilmu ekonomi dan perbankan syariah, dan menjadi penting untuk setiap perguruan tinggi untuk membuka program studi mengenai ekonomi syariah, khususnya dalam rangka memperkenalkan sistem ekonomi yang lebih sehat dan aman," tuturnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan harus ada kesiapan dalam hal penanganan dan penerapan hukum karena masih terkendala keseragaman dalam memutuskan paham dan aturan fikih, karena saat ini penentuan aturan fikih masih belum memiliki ketetapan yang lebih lengkap dan jelas.

*/ Arus Akbar Silondae, Wakil Rektor Bidang Umum dan Kemahasiswaan Perbanas Institute yang membidangi Bagian Humas sebagai Person in Charge

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi/Perbanas Institute
Tag: aspirasi,bisnis,ekonomi,indonesia,internasional,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Cegah Covid-19, Seluruh Ruangan di Balaikota Pariaman Didesinfektan

Cegah Covid-19, Seluruh Ruangan di Balaikota Pariaman Didesinfektan

PARIAMAN - Cegah penyebaran virus corona, Pemerintah Kota Pariaman lakukan penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan...

Update Terkini Corona Jumat 20/3 di Indonesia: 369 Kasus, 32 Meninggal, 17 Sembuh

Update Terkini Corona Jumat 20/3 di Indonesia: 369 Kasus, 32 Meninggal, 17 Sembuh

NASIONAL - Jumlah pasien positif Virus Corona per Jumat (20/3), bertambah menjadi 369 orang. Sebanyak 32 orang di...

Bikin Geger, Video Viral Kemunculan Kawanan Burung Putih di langit Mekah Kelilingi Kabah

Bikin Geger, Video Viral Kemunculan Kawanan Burung Putih di langit Mekah Kelilingi Kabah

VIDEO - Subhanallah, sebuah kejadian aneh terjadi di langit Kota Suci Mekah, Saudi Arabia baru saja membuat geger...

Reses, Anggota DPRD Juni Arman: Masyarakat Usulkan Pembangunan Infrastruktur dan Penerangan

Reses, Anggota DPRD Juni Arman: Masyarakat Usulkan Pembangunan Infrastruktur dan Penerangan

MENTAWAI - Reses dalam rangka menampung aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil), Anggota DPRD dari Komisi ll...

Inilah Doa Hadapi Wabah Corona yang Diajarkan Rasulullah

Inilah Doa Hadapi Wabah Corona yang Diajarkan Rasulullah

PADANG -- Ternyata ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi wabah penyakit berbahaya. Sangat tepat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu