Tuesday, 20 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Tax Amnesty, Angin Segar yang Kurang Diminati

Selasa, 21 Februari 2017 - 13:59:45 WIB - 682
Tax Amnesty, Angin Segar yang Kurang Diminati

NASIONAL - Wakil Rektor Perbanas Institute, Dr. Wiwiek Prihandini, Ak., M.M., CA menuturkan harapan Pemerintah untuk menarik dana WNI yang berada di luar negeri belum sepenuhnya menjadi kenyataan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Center for Indonesia Taxation dan OJK, harta likuid WNI di luar negeri mencapai Rp. 700 Triliun, yang direpatriasi baru Rp. 141 Triliun, sedangkan yang disetorkan ke dalam gateway baru 105 triliun.

Program yang memberikan kemudahan, bahkan janji tidak akan ada penyelidikan asal muasal dana warga Indonesia yang berada di luar negeri ini dinilai masih kurang menarik, masih banyak WNI yang tidak berminat menaruh uangnya di Indonesia, terbukti dengan perbandingan komitmen repatriasi dan fakta harta likuid di luar negeri.

Wakil Rektor Perbanas ini menuturkan "Program ini tidak bisa dikatakan tidak berhasil, karena nyatanya sudah ada dana yang terkumpul, agar lebih menarik lagi, Pemerintah dapat membuat insentif seperti tax holiday atau kemudahan izin pembukaan usaha. Dimana usaha tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun sebaliknya, jika semakin banyak kemudahan yang diberikan Pemerintah, justru akan menjadi dilema tersendiri karena mencederai orang-orang yang sudah patuh menjalankan ketentuan perpajakan".

Untuk membangun kepatuhan pajak, Pemerintah perlu menyusun strategi yang dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan Slippery Slope Framework, yaitu sinergitas antara power of authorities dan trust in authorities. Power of authorities adalah power otoritas pajak yang menekan masyarakat untuk patuh membayar pajak. Dapat dilakukan pemeriksaan, sanksi atau denda, sedangkan trust in authorities berupa kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, sehingga masyarakat patuh membayar pajak.

"Dalam meningkatkan penerimaan negara sebaiknya Pemerintah mengajak masyarakat untuk berperan serta. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pengelolaan fiskal (APBN), namun juga harus memperhatikan perkembangan industri kreatif, khususnya untuk generasi muda sekaligus dalam rangka mempersiapkan bonus demografi Indonesia tahun 2030," tutur Dr. Wiwiek Prihandini di sela-sela acara syukuran Dies Natalis ke-48 Perbanas Institute, Selasa 21/2/2017). (Arus Akbar Silondae)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Viral Video Umrah Sambil Baca Pancasila, Ini Tanggapan MUI

Viral Video Umrah Sambil Baca Pancasila, Ini Tanggapan MUI

NASIONAL - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menanggapi viralnya video pembimbing...

Marak Penyerangan Pemuka Agama, Ini Tanggapan Pesiden Jokowi

Marak Penyerangan Pemuka Agama, Ini Tanggapan Pesiden Jokowi

NASIONAL - Presiden Joko Widodo menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di Indonesia. Pernyataan ini...

Teler Usai Tenggak Miras, Seorang Pelajar SMP di Pasaman Diamankan Satpol PP

Teler Usai Tenggak Miras, Seorang Pelajar SMP di Pasaman Diamankan Satpol PP

PASAMAN - Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial V (13) Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman,...

Gubernur Launching Taste Of Padang, Ini Agenda Dinas Pariwisata Sumbar pada Even HPN 2018

Gubernur Launching Taste Of Padang, Ini Agenda Dinas Pariwisata Sumbar pada Even HPN 2018

PADANG - Meriahkan even HPN 2018, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno resmi melaunching Taste Of Padang sebagai brand...

Sedang Mandi-mandi dan Terpeleset, Bocah SD Tewas Tenggelam di Batang Sinamar 50 Kota

Sedang Mandi-mandi dan Terpeleset, Bocah SD Tewas Tenggelam di Batang Sinamar 50 Kota

LIMA PULUH KOTA - Seorang anak tenggelam di sungai batang Sinamar di Jorong Dalam koto, Kenagarian Taeh Baruh,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media