Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Kasus Surat Palsu MK, Mahfud DiPanggil Bareskrim

Kamis, 29 September 2011 - 23:17:14 WIB - 1107
Kasus Surat Palsu MK, Mahfud DiPanggil Bareskrim


Jakarta, MinangkabauNews -- Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan Zainal Arifin Husein dijadikan tersangka dalam kasus pemalsuan surat MK terjadi karena kecerobohannya. Kecerobohan tampak dari nota dinas untuk mengkonsep surat tertanggal 14 Agustus. Konsep surat yang belum sempat diserahkan kepadanya itu kemudian dianulir karena adanya kekeliruan dan diperbaiki melalui nota dinas tertanggal 17 Agustus.

Demikian penjelasan yang disampaikan Mahfud usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/9) kemarin. Mahfud mempertanyakan mengapa nota dinas yang tidak terpakai itu tidak langsung dimusnahkan. ''Saya anggap, kok, agak ceroboh,'' ujarnya.

Menurut Mahfud, nota dinas itulah yang belakangan dijadikan alat bukti untuk menjerat Zainal. Polisi menduga Zainal ikut berkonspirasi dengan mengkonsep surat palsu tertanggal 14 Agustus yang sempat dijadikan pertimbangan KPU untuk menetapkan perolehan kursi untuk caleg Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo.

Namun, keputusan KPU itu kemudian dianulir MK melalui surat kedua tertanggal 17 Agustus karena diduga adanya rekayasa dalam perolehan suara. Akhirnya surat kedua menetapkan bahwa caleg Partai Gerindra, Mestariani Habie yang terpilih dan berhak duduk di kursi DPR. Belakangan, Tim investigasi internal MK menduga konspirasi melibatkan sejumlah staf MK dan anggota KPU Andi Nurpati yang kini menjabat sebagai Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat.

Mahfud menjelaskan kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk menjadi saksi yang meringankan atas inisiatif sendiri. Karena kalau dipanggil selaku Hakim MK, harus ada izin dari Presiden.

Mahfud mengatakan menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian. Ia juga tidak terlalu mempersoalkan jika sejauh ini polisi belum berhasil menjerat Andi Nurpati sebagai tersangka. Karena sejauh ini, polisi baru dapat menjerat pejabat di internal lembaganya saja yaitu juru panggil MK, Mashuri Hasan dan Zainal Arifin Husein. Biarlah proses hukum yang berjalan, kata Mahfud.

Di tempat terpisah, Kin Isura Ginting alias Rara, cucu mantan anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Arsyad Sanusi yang juga bekerja sebagai staf bagian keuangan Mahkamah Konstitusi mengaku dia bersama ibunya dan caleg dari Partai Hanura Dewie Yasin Limpo menemui Penitera MK Zainal Arifin yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat MK.

''Yang saya dengar Ibu Dewie mau konsultasi, tapi saya juga tidak tahu, apa yang mau dikonsultasikan,'' kata Rara saat memberikan keterangan di Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu Komisi II DPR, kemarin.
Rara dipanggil Panja Mafia Pemilu untuk didengar keterangannya terkait kasus ini karena disebut-sebut ikut dalam pertemuan di rumah Zainal. Selain dirinya, ibunya dan Dewie, Rara mengaku mantan juru panggil MK Masyhuri Hasan dan orang dekat Dewie bernama Bambang turut mendampingi. ''Kita naik mobil Dewie dan disopiri Bambang,'' kata Rara yang juga mengungkapkan tentang hubungannya dengan Masyhuri Hasan yang sempat berpacaran

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Usia Kebupaten Mentawai Genap 20 Tahun, Bupati: Mentawai Harus Menjadi Daerah yang Maju

Usia Kebupaten Mentawai Genap 20 Tahun, Bupati: Mentawai Harus Menjadi Daerah yang Maju

MENTAWAI - Pada 4 Oktober 2019 kemarin, Kabupaten Kepulauan Mentawai genap 20 tahun, bagi pemerintah dan masyarakat...

Ketum AMPI Minta Wahyudi Thamrin Maju Pilkada 2020

Ketum AMPI Minta Wahyudi Thamrin Maju Pilkada 2020

BUKITTINGGI - Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Ario Bimo Nandito Ariotedjo, meminta Wahyudi...

Bejat, Oknum Guru Honorer di Padang Panjang Cabuli Pelajar 14 Tahun Hingga Hamil

Bejat, Oknum Guru Honorer di Padang Panjang Cabuli Pelajar 14 Tahun Hingga Hamil

PADANG PANJANG -- Sungguh bejat, oknum guru honorer di Kota Padang Panjang dengan inisial ID (51) lakukan pencabulan...

Baznas Pariaman Salurkan Bea Siswa senilai Rp1.002.936.000 pada 38 Mahasiswa Program Saga Saja

Baznas Pariaman Salurkan Bea Siswa senilai Rp1.002.936.000 pada 38 Mahasiswa Program Saga Saja

PARIAMAN -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman menyerahkan Pendistribusian Zakat Aparatur Sipil Negara...

Murid Taman Kanak - Kanak se Kota Padang Panjang Peragaan Manasik Haji

Murid Taman Kanak - Kanak se Kota Padang Panjang Peragaan Manasik Haji

PADANG PANJANG - Prosesi manasik haji tidak hanya dilakukan umat Islam berusia dewasa, murid Taman Kanak - Kanak (TK)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media