Saturday, 19 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Menteri PPPA : 2030 Indonesia Negara Layak Anak

Kamis, 20 April 2017 - 01:37:50 WIB - 778
Menteri PPPA : 2030 Indonesia Negara Layak Anak


SOLOK - Indonesia ditargetkan menjadi negara layak anak pada tahun 2030. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise saat Lounching dan Komitmen Kab/ Kota se-Sumbar layak anak (KLA) di Halaman Kantor Bupati Solok, Rabu (19/4/2017).

"Target tersebut ditandai dengan tergabungnya Indonesia didalam komitmen global dunia layak anak dan kemudian Presiden RI sudah meratifikasi komitmen tersebut" terangnya.

Dalam mencapai terget tersebut, menurut Yohana suksesnya komitmen tersebut sangat tergantung pada pimpinan-pimpinan yang ada disetiap Kabupaten/ Kota di Indonesia.

"Saya minta kepada Bupati/ Walikota agar memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan anak, karena perlindungan anak sudah tertuang didalam UUD 45 dan UU tentang perlindungan anak," sebutnya.

Yohana juga menjelaskan, saat ini di Kementeriaan PPPA terdapat satu program yakni program perlindungan anak berbasis masyarakat apabila program tersebut dilaksanakan sejalan dengan program KLA, maka masalah-masalah yang dihadapi selama ini akan dapat diatasi secara bertahap.

"Langkah yang sudah dibuat oleh Provinsi Sumatera Barat dalam membuat komitmen KLA ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Sumatera dan hal ini akan dapat dijadikan contoh untuk Kabupaten/ Kota lain yang ada di Sumatera," ujarnya.

Dengan sudah adanya komitmen diantara Bupati/ Walikota se Sumbar, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjelaskan, sejak tahun 2006, Kementerian PPPA sudah melakukan kebijakan KLA dengan tujuan untuk membangun semua sistem pembangunan anak yang lebih terintegrasi, berkelanjutan dalam dimensi Kab/ Kota dengan mensinergikan sumber daya pemerintah , masyarakat dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak lebih dapat dipastikan.

"Jadi saya harapkan kepada seluruh Bupati/ Walikota, dengan adanya komitmen ini bukan hanya sekedar tanda tangan saja, namun kita bersama harus bergerak cepat dan turun kelapangan agar program tersebut dapat berjalan dengan baik," tutupnya. (hm)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: perempuan,solok,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Masyarakat Siap Dukung dan Kawal Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih

Masyarakat Siap Dukung dan Kawal Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih

Oleh : Rahmat Kurniawan Sejumlah rangkaian kejadian, diantaranya demonstrasi anarkis mahasiswa telah terindikasi...

Kabut Asap Makin Berbahaya, Pemko Solok Liburkan Peserta Didik

Kabut Asap Makin Berbahaya, Pemko Solok Liburkan Peserta Didik

SOLOK - Kabut asap di Solok dianggap berbahaya pada kesehatan masyarakat, pemerintah Kota Solok memilih meliburkan...

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

AGAM - Pemerintahan Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Renovasi...

TNI Edukasi Masyarakat, Olah Biji Kopi Jadi Berkwalitas Tinggi

TNI Edukasi Masyarakat, Olah Biji Kopi Jadi Berkwalitas Tinggi

LIMAPULUH KOTA - TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan fisik atau infrastruktur...

Kabut Asap Kembali Selimuti Solok, Warga Diminta Gunakan Masker Saat Keluar Rumah

Kabut Asap Kembali Selimuti Solok, Warga Diminta Gunakan Masker Saat Keluar Rumah

SOLOK - Kabut asap kembali selimuti wilayah Solok, dan kondisinya sudah merangkak pada taraf membahayakan. Tebalnya...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media