Tuesday, 20 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Teror Bom di Jakarta Timur Memperlihatkan Siapa Provokator Sebenarnya

Jumat, 26 Mei 2017 - 19:35:28 WIB - 669
Teror Bom di Jakarta Timur Memperlihatkan Siapa Provokator SebenarnyaBom Terminal Kampung Melayu, Foto: detikcom

Oleh: Mardiansyah

Jakarta, 24 Mei 2017 Bumi Pertiwi lagi-lagi diguncang kabar duka dengan adanya teror bom bunuh diri yang terjadi di sekitaran area Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dan diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan diduga terjadi sebanyak dua kali di dua lokasi yang terpisah namun masih di sekitaran Terminal Kampung Melayu.

Aksi bom bunuh diri tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka. Teror tersebut seakan menjadi bensin di tengah bara api kisruh bangsa ini yang belum juga terlihat ujungnya, entah umpatan macam apa yang pantas diterima oleh para pelaku teror tersebut karena mereka benar-benar menunjukkan bahwa manusia seketika bisa berubah wujud menjadi iblis yang sangat kejam disebabkan oleh matinya logika dan hati nurani.

Teror bom Kampung Melayu menambah panjang catatan kelam bangsa ini yang memang kerap berurusan dengan tindakan terorisme, yang membuat hati teriris adalah kenyataan bahwa akan selalu ada korban tidak berdosa yang berjatuhan disetiap aksi teror bom, baik itu korban luka atau meninggal dunia, kenyataan pahit tersebut akan terus muncul bersamaan dengan dentuman suara ledakan bom yang terdengar.

Sebuah pertanyaan besar menghampiri, kenapa Indonesia kerap menjadi lokasi sasaran para teroris ?, padahal jika melihat kebijakan luar negeri yang diambil pemerintahan selama ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang tidak ikut campur terlalu dalam di permasalahan teror global seperti di Suriah, Irak, Sudan, dll, kalaupun Indonesia mengirim pasukan ke negara lainpun tidak atas nama negara melainkan ikut bergabung dalam pasukan perdamaian PBB.

Lantas kenapa para teroris menyerang Indonesia, kenapa mereka tidak fokus saja menyerang negara-negara yang selama ini menjadi kiblat peperangan dunia seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Russia, Israel, dll ? Atau jika ingin berperang kenapa tidak pergi saja ke suriah atau negara-negara lainnya ? Kenapa harus melukai Indonesia yang notabene merupakan negara damai dan menjunjung tinggi toleransi?

Apapun motifnya yang pasti negara dan masyarakat tidak boleh tinggal diam terhadap tindakan teror di Indonesia, apalagi jika teror yang dilakukan sudah sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Pemberantasan teror harus dilakukan bersama oleh pemerintah, pihak keamanan dan rakyat, kita tidak bisa tinggal diam begitu saja melihat negara ini diobok-obok oleh teroris.

Teror Bom Kampung Melayu Rusak Momentum Persatuan

Entah kebetulan atau memang sudah direncanakan yang jelas aksi teror di Kampung Melayu telah membuat tensi bangsa ini kembali naik setelah sebelumnya mulai agak turun pasca selesainya Pilkada DKI Jakarta dan kasus penistaan agama, seperti yang diketahui bersama bahwa pada tanggal 22 Mei 2017 yang lalu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan sikap negarawannya telah mencabut permohonan banding di Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas kasus penistaan agama, pencabutan banding tersebut bisa dikatakan menjadi salah satu momentum penting bangsa ini dalam rangka meredam berbagai pro dan kontra yang muncul terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Keputusan tersebut diambil Ahok beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang merupakan periode sakral bagi umat Islam, bisa jadi pencabutan permohonan banding oleh Ahok dan datangnya Bulan suci Ramadhan merupakan momentum baik bagi bagsa ini untuk saling memaafkan dan merekatkan kembali persatuan, namun rupanya ada pihak yang tidak senang dengan awal baik ini dan kemudian coba melakukan provokasi kembali dengan aksi bom di Kampung Melayu.

Dari sini kita sudah bisa melihat bahwa sebenarnya pihak yang selama ini tidak senang dengan persatuan Indonesia adalah para teroris, mereka coba memancing di air keruh dengan memanfaatkan berbagai isu nasional yang ada dan kemudian melakukan tindakan provokatif. Para teroris radikal adalah duri yang selalu coba melukai langkah bangsa ini menuju arah persatuan yang lebih baik lagi.

Sudah saatnya pemerintah, penegak hukum dan rakyat bersatu menangkal gerakan radikal teroris yang ingin memecah belah persatuan bangsa ini, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungannya dari kemungkinan aktivitas radikalisme para teroris. Untuk segenap rakyat Indonesia mari kita bangkit dari kejadian bom Kampung Melayu dan tunjukan kepada teroris tersebut bahwa kita tidak takut karena jika kita bersatu kita pasti bisa menghancurkan berbagai teror yang datang. NKRI Harga Mati.(*)

*/ Penulis adalah Pengamat politik dan CO-Founder Lingkaran Peneliti Politik Muda Indonesia (LIPPMI) / 087877674695 / marrdiansyah@gmail.com

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,metro,nasional,opini,peristiwa

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Hadiri Pengkuhan PERTI, Riza Falepi: Umat Islam Mampu Berkontribusi Untuk Negara

Hadiri Pengkuhan PERTI, Riza Falepi: Umat Islam Mampu Berkontribusi Untuk Negara

PAYAKUMBUH - Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh kukuhkan pengurus cabang,...

Berkah HPN untuk Ranah Minang, Menteri Perhubungan Resmikan Politeknik Pelayaran Sumbar

Berkah HPN untuk Ranah Minang, Menteri Perhubungan Resmikan Politeknik Pelayaran Sumbar

PADANG PARIAMAN - Peringatan Hari Pers Nasional di Sumatera Barat betul-betul membawa berkah yang luar biasa. Menteri...

Sambut HPN 2018, Askrindo Beri Pelatihan UMKM bagi Wartawan

Sambut HPN 2018, Askrindo Beri Pelatihan UMKM bagi Wartawan

PADANG - Merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Kemeneterian BUMN menggelar sejumlah kegiatan di Sumatera Barat,...

RSUD H. Ali Hanafiah Batusangkar Raih Akreditasi Tertinggi Paripurna dari KARS

RSUD H. Ali Hanafiah Batusangkar Raih Akreditasi Tertinggi Paripurna dari KARS

PARIWARA PEMKAB TANAH DATAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Ali Hanafiah Batusangkar, terima sertifikat akreditasi...

Katulampa Siaga Satu, Berikut Wilayah Jakarta yang Diprediksi Banjir

Katulampa Siaga Satu, Berikut Wilayah Jakarta yang Diprediksi Banjir

NASIONAL - Bendungan Katulampa, Bogor, telah ditetapkan berstatus Siaga I. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media