Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Kriminal

Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Karyawan Ponpes Padang Panjang Ini Tetap Dilanjutkan

Rabu, 31 Mei 2017 - 00:04:14 WIB - 4105
Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Karyawan Ponpes Padang Panjang Ini Tetap Dilanjutkan
Facebook


JAKARTA - Polri memastikan tetap akan melanjutkan kasus dugaan posting-an serangan bom Kampung Melayu sebagai rekayasa kepolisian, meski Ahmad Rifai Pasra (37) sudah meminta maaf kepada Kapolri.

Menurutnya, permintaan maaf itu di luar proses penyidikan. Kasus ini adalah upaya memberikan efek jerah bagi para netizen.

"Permintaan maaf dan upaya damai di luar proses penyidikan. Kita akan menampung informasi di luar dan akan jadi bagian dalam gelar perkara," ungkapnya.

Polri memaafkan ARP (37) karyawan ponpes Padang Panjang ini, tersangka kasus ujaran kebencian, yang diciduk polisi siber akibat menuding serangan bom Kampung Melayu sebagai rekayasa kepolisian. Namun kepolisian menilai perlu ada upaya hukum untuk memberi efek jera kepada ARP dan netizen-netizen lain agar hal serupa tak terjadi di kemudian hari.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan "Seluruhnya bisa menyampaikan permintaan maaf. Ini kita terima, tapi kita harus melihat bahwa ada sekitar 425 ribu anggota Polri dan ada masyarakat Jakarta yang ditebar ketakutan, kecemasan karena bom ini, dan juga masyarakat Indonesia melihat bahwa ledakan bom bunuh diri juga mengagetkan mereka. Ada rasa untuk melakukan satu upaya proses hukum terhadap informasi yang disebarkan di medsos," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul .

"Kita perlu beri efek jera bagi masyarakat lainnya apabila melakukan posting-an yang menebarkan kebencian, permusuhan. Sehingga tidak muncul lagi hal yang sama, yang kemudian membuat orang bisa katakan apabila kebohongan terus berulang disampaikan, bisa diyakini sebuah kebenaran," ucap Martinus.

Menyikapi permohonan ARP agar penahanannya ditangguhkan, Martinus menyampaikan hal tersebut masuk ranah penyidik. Martinus kembali menegaskan proses hukum terhadap ARP penting dilakukan guna memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijaksana.

"(Penangguhan penahanan, red) akan jadi penilaian penyidik apakah bisa ditangguhkan apa tidak. Kita harus lihat proses penegakan hukum jadi pembelajaran bagi kita supaya berhati-hati untuk mem-posting, apalagi yang di-posting itu jadi kegiatan sehari-hari," ucap Martinus.

Martinus mengungkapkan, tulisan ARP mengenai serangan bom Kampung Melayu yang dianggap sebagai rekayasa kepolisian membuat para prajurit Bhayangkara tercengang karena serangan tersebut memakan korban jiwa serta luka ringan dan berat. Korban pun berasal dari elemen Polri dan sipil.

"Yang bersangkutan mem-posting beberapa tulisan, termasuk bahwa bom Kampung Melayu adalah rekayasa polisi. Ini sungguh sangat membuat kita tercengang dengan adanya tuduhan seperti ini. Karena korbannya selain anggota Polri, juga beberapa warga yang luka dan sampai saat ini ada trauma yang kita beri trauma healing," ujar Martinus.

ARP (37) meminta pengampunan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena menyebut peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, sebagai rekayasa. ARP juga memohon penangguhan penahanan kepada penyidik Bareskrim Polri.

Kuasa Hukum ARP, M Ihsan mengatakan "Hari ini tim penasihat hukum akan mengirimkan permohonan maaf kepada Kapolri dan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga dengan harapan dikabulkan oleh penyidik," ujar kuasa hukum ARP, M Ihsan.

Diketahui ARP ditangkap di rumahnya di Jl Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat, pada Ahad (28/5/2017) sore. ARP ditangkap tanpa melakukan perlawanan. (dtk/RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: hukum,indonesia,kriminal,nasional,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Mau Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN? Begini Caranya

Mau Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN? Begini Caranya

NASIONAL - Presiden Joko Widodo membebaskan tagiahan listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan diskon...

Ini Data Terkini Covid-19 Kota Solok

Ini Data Terkini Covid-19 Kota Solok

KOTA SOLOK -- Berdasarkan update data Dinas Kesehatan Kota Solok, terkait covid-19 pertanggal 31 Maret 2020, terdapat...

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumbar Bertambah Jadi 13 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumbar Bertambah Jadi 13 Orang

PADANG -- Laboratorium Universitas Andalas (Unand), menyebutkan 13 orang positif terpapar CoVid-19 dari hasil tes yang...

Team Polsek Gugus Tugas Sikakap, Tiada Hari Tanpa Melakukan Pencegahan Covid-19

Team Polsek Gugus Tugas Sikakap, Tiada Hari Tanpa Melakukan Pencegahan Covid-19

MENTAWAI - Tim Gugus Tugas Kecamatan Sikakap terus mengupayakan pencegahan penyebaran Covid-19. Aksi yang di lakukan...

Cegah Penularan Corona, 97 Napi Lapas Klas IIB Pariaman Dibebaskan

Cegah Penularan Corona, 97 Napi Lapas Klas IIB Pariaman Dibebaskan

PARIAMAN -- Sedikitnya 97 orang Narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas IIB Pariaman akan mengirup udara...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu