Tuesday, 20 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Krisis Rohingya Semakin Memanas, DPR: Tidak Bisa Dibiarkan!

Rabu, 30 Agustus 2017 - 00:20:09 WIB - 528
Krisis Rohingya Semakin Memanas, DPR: Tidak Bisa Dibiarkan!Pengungsi Rohingya

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar menyesalkan sikap Pemerintah Myanmar yang membiarkan kekerasan dan pembunuhan terus terjadi terhadap etnis Rohingya. Ironisnya, berdasarkan keterangan dari berbagai lembaga internasional kekerasan tersebut juga dimotori oleh pihak tentara.

"Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) harus segera mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Situasi ini terus memburuk dan jauh dari perbaikan karena pihak otoritas setempat tidak bersungguh-sungguh mencegah kekerasan kemanusiaan." tegas Rofi Munawar dalam keterangan pers yang dikirimkan pada hari Selasa (29/8) di Jakarta.

Sebulan terakhir, konflik kembali memanas di negara bagian Rakhine. Berbagai bentuk kekerasan terus menyasar etnis Rohingya di beberapa desa yang tersebar di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung. Kekerasan paling parah dialami oleh sejumlah warga Rohingya yang bermukim di Kota Rathedaung, sekitar 77 km dari Maungdaw. Tercatat 77 orang meninggal dari etnis Rohingya.

Krisis rohingnya terus terjadi selama setahun terakhir. Mayoritas etnis Rohingya, yang jumlahnya ditaksir antara 1,3 hingga 1,5 juta jiwa, tinggal di negara bagian Rakhine di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.

"Disamping itu ASEAN, khususnya Indonesia harus mengambil peran aktif untuk menghentikan krisis ini, karena sejatinya telah melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Jika tidak dilakukan segera maka dikhawatirkan akan jatuh korban yang lebih banyak lagi," ungkapnya.

Rofi juga secara khusus meminta Pemerintah Myanmar untuk membuka akses terhadap berbagai bantuan yang diperlukan untuk etnis Rohingya. Terlebih dalam krisis ini,banyak wanita dan anak-anak menjadi korban. Kementerian luar negeri Bangladesh mengatakan korban itu terpaksa menginap semalaman di wilayah rawa-rawa.

"Krisis ini kontradiktif karena terjadi di sebuah negara yang menghormati hak asasi manusia. Terlebih lagi disana ada tokoh Hak Azasi Manusia (HAM) yang pernah mendapatkan nobel perdamaian PBB Aung San Suu Kyi. Dan sekarang dia sedang ikut berkuasa," pungkasnya. (Heryadi Silvianto)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,internasional,legislator,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Dokter Muda FK Unand Resmikan Taman TOGA di Pasar Ambacang Padang

Dokter Muda FK Unand Resmikan Taman TOGA di Pasar Ambacang Padang

PADANG - Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Andalas meresmikan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) percontohan...

Insiden Kartu Kuning, Jokowi Ingin Kirim Ketua BEM UI ke Asmat

Insiden Kartu Kuning, Jokowi Ingin Kirim Ketua BEM UI ke Asmat

NASIONAL - Presiden Joko Widodo menanggapi aksi "kartu kuning" yang dilakukan oleh Ketua Badan Eksekutif...

Soroti Kartu Kuning Untuk Jokowi, Fadli Zon Tulis Puisi Menohok

Soroti Kartu Kuning Untuk Jokowi, Fadli Zon Tulis Puisi Menohok

NASIONAL - Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat puisi. Kali ini, puisi ditujukan untuk Mohammad Zaadit Taqwa,...

Pengurus Gebu Minang Dilantik, OSO: Pariwisata Pendongkrak Ekonomi Sumbar

Pengurus Gebu Minang Dilantik, OSO: Pariwisata Pendongkrak Ekonomi Sumbar

PADANG - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gebu Minang Oesman Sapta Odang hadiri pelantikan sejumlah pengurus...

Mubes I 2018 Resmi Dibuka Rektor Unand, Ratusan Alumni Manajemen Unand Padati Aula Fekon

Mubes I 2018 Resmi Dibuka Rektor Unand, Ratusan Alumni Manajemen Unand Padati Aula Fekon

PADANG - Ikatan Alumni manajemen seluruh angkatan menggelar Musyawarah Besar I dengan agenda pembentukan Iluni...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media