Thursday, 22 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan Pribumi

Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:41:29 WIB - 463
Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan PribumiGubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno saat dilantik, Senin (16/10)

NASIONAL - Beberapa orang dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Anies dilaporkan terkait ucapan Pribumi saat pidato pada Senin (16/10) kemarin.

"Kami dengan semangat pemuda Indonesia, kami dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta hari datang konsultasi dengan pihak Polda Metro Jaya melaporkan Anies Baswedan terkait pidato yang kemarin disampaikan," ujar Wakil Ketua Bidang Hukum Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta Ronny Talapessy, di lokasi, Selasa (17/10).

Ronny menjelaskan, apa yang disampaikan oleh Anies telah melanggar Inpres No 26 tahun 1998. "Kita kan sudah mempelajari mengenai impress 26 tahun 98, mengenai larangan memakai kata-kata pribumi dan non pribumi, kemudian di Undang-Undang no 40 tahun 2008 juga mengenai larangan ungkapan kebencian terhadap suku atau golongan tertentu," ucapnya.

Ronny berharap, apa yang disampaikan oleh Anies tak membuat bangsa Indonesia gaduh. Bahkan, dalam hal ini ia berharap masyarakat lebih agar lebih bijak dalam berkata-kata.

"Kita berharap ini tidak jadi polemik yang lebih besar lagi jadi kegaduhan," harapannya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pertamanya setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu topik dalam pidato yang dibahas Anies adalah membebaskan diri dari kolonialisme.

Di hadapan ribuan warga Jakarta yang hadir di Balai Kota, Anies menyebut penindasan di Jakarta cukup nyata dengan adanya kolonialisme. Dia juga sempat menyinggung perihal pribumi dalam pidatonya.

"Di Jakarta, kolonialisme itu di depan mata, dirasakan sehari-hari. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Anies, Senin (16/10).

Usai memberikan arahan kepada seluruh SKPD, Anies menjelaskan istilah tersebut digunakan pada konteks penjajahan.

"Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu karena Jakarta kota yang paling merasakan, kalau kota-kota lain itu nggak merasakan Belanda secara dekat," kata Anies di ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10).

Dia menulis pidato yang mencerminkan kota Jakarta saat di jajah Belanda. Karena wilayah-wilayah lain di Indonesia tidak merasakan dijajah Belanda secara langsung.

"Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda karena itu memang kalimatnya di situ," jelasnya. (mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,nasional,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kapolres AKBP. Bayuaji Menerima Penghargaan Dari Kejaksaan Negeri Tanah Datar

Kapolres AKBP. Bayuaji Menerima Penghargaan Dari Kejaksaan Negeri Tanah Datar

TANAH DATAR - Kepala kejaksaan negeri Tanah Datar, M. Fatria, SH dalam gelaran pemusnahan barang bukti Narkoba...

Sindir Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Asing, Fadli Zon Ditanya balik Keberhasilannya

Sindir Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Asing, Fadli Zon Ditanya balik Keberhasilannya

NASIONAL - Rangkaian tweet Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang salah satunya menyindir kinerja Kementerian Kelautan dan...

Tak Ajak Anies Dampingi Jokowi ke Podium Piala Presiden, Ini Alasan Maruarar

Tak Ajak Anies Dampingi Jokowi ke Podium Piala Presiden, Ini Alasan Maruarar

NASIONAL - Ketua SC Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait (Ara) mengaku bersalah atas insiden dicegahnya Gubernur DKI...

 Pro Kontra Zakat PNS, Ini Kata Jokowi

Pro Kontra Zakat PNS, Ini Kata Jokowi

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan tentang wacana pengumpulan zakat yang diambil dari gaji...

Pro Kontra Biaya Naik Haji Naik, Fraksi di DPR Saling Keroyok

Pro Kontra Biaya Naik Haji Naik, Fraksi di DPR Saling Keroyok

NASIONAL - Anggota Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Choirul Muna bersikukuh mempertahankan biaya ibadah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media