minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Pasaman

Cegah Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak, Pemkab Advokasi Camat dan Walnag Se-Kabupaten Pasaman

Jumat, 10 November 2017 - 00:24:56 WIB - 199
Cegah Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak, Pemkab Advokasi Camat dan Walnag Se-Kabupaten PasamanHadi Utomo saat memberikan materi dihadapan Camat dan Walnag se-Kabupaten Pasaman (8/11)

PASAMAN - Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Republik Indonesia, adakan kegiatan advokasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, di Pasaman, Sumbar. Giat yang dihadiri seluruh Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Pasaman bertempat di Aula Hotel Arumas Lubuksikaping, Rabu (8/11/2017).

Sosialisasi dibuka oleh Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir. Albaet Pikri, Nsm, Dt. Pangka Budi. Hadir tiga narasumber, Asdep PA, Hadi Utomo, dengan materi kebijakan perlindungan anak. Narsum kedua Pakar Anak Yusuf Alfarisi dengan materi hak anak menurut perspektif KHA. Dan yang ketiga Kepala Bappeda Pasaman Choirudsin Batubara dengan materi program dan kegiatan serta tantangan perlindungan anak.

Staf Khusus Kementerian PP-PA, Ir. Albaet Pikri, Nsm, dalam sambutannya mengatakan, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia. Upaya mencegah dan menangani terjadinya tindak kekerasan terhadap anak perlu peran serta dari semua pihak, termasuk tokoh adat dan masyarakat yang ada.

"Upaya perlindungan anak tidak hanya dilakukan oleh pemerintah semata tapi harus dilakukan secara bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Hal ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 yang telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, " terang Albaet

Dikatakannya kegiatan sosialisasi ini juga berdasarkan surat Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI Nomor : B/827/KPP-PA/BIII.5/10/2017 tanggal 30 Oktober 2017.

Narsum Drs. Hadi Utomo, pada kesempatan itu membahas mengenai Konvensi Hak Anak Indonesia. Ia menyebutkan, Mental anak tidak bisa dibentuk secara cepat, tapi mental anak itu dibentuk secara lama.

"Untuk menghasilkan mental anak yang positif itu tidak lepas dari didikan orangtua dan pengaruh lingkungan. Namun belakang ini, terdapat beberapa kasus kekerasan anak yang menyebar dimana-mana, "terang Hadi Utomo.

Katanya, meskipun demikian, untuk mengurangi kasus terhadap kekerasan anak, masyarakat dan pemda harus bisa menentukan arah masa depan anak.

"Pencegahan dan pendidikan anak serta bisa memberikan solusi pencegahan tindakan kekerasan terhadap anak. Sebab kalau masyarakat dan pemerintah daerah gagal dalam hal itu maka kasus kekerasan terhadap anak bisa meningkat, "ujarnya

Tambah Hadi, awal mula kegagalan pengasuhan dan pendidikan anak berdampak pada lemahnya kecerdasan emosi /Qolbu dan jiwa anak mudah labil.

"Disamping itu, mengingat pentingnya perlindungan anak di wilayah masing-masing daerah, propinsi dan pemerintah Indonesia. Pemerintah RI telah mengeluarkan undang-undang perlindungan khusus pencegahan., " sampainya

Lanjutnya, negara dan masyarakat harus memahami bahwa kekerasan terhadap anak seperti pukulan, bentakan, pengabaian, kata-kata tidak baik, kata-kata buruk, ancaman, menghina, memaki, kekerasan seksual dan lainnya sangat rentan berdampak pada awal mula kegagalan pencegahan dan pendidikan anak.

"Jadi, Produsen yang menentukan anak adalah metodologi anak, maksudnya memahami pembentukan kepribadian, dan karakter anak," ucap Hadi.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Sekda Pasaman, M. Saleh kepada Kementerian PP-PA RI, yang telah menyediakan waktu dalam rangka pelaksanaan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi itu.

"Ini berguna bagi penyebarluasan informasi dan meningkatkan wawasan, kesadaran aparatur dan masyarakat tentang perlindungan perempuan dan anak, " ujar Saleh.

Sementara Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pasaman, Adasmi menyatakan bahwa kegiatan Advokasi dan Sosialisasi ini bertujuan untuk, meningkatkan pemahaman, wawasan dan kesadaran peserta tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman dan wawasan tentang hak anak dan pencegahan sejak dini bahaya narkoba. Kegiatan ini akan membangun partisipasi masyarakat, aparat desa dan kecamatan, untuk melakukan tindakan masif dan pro aktif dalam antisipasi sejak dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, " harapnya.(Feri)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: romeo
Tag: daerah,hukum,indonesia,pasaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ada Kampung Warna-Warni di Purus Padang

Ada Kampung Warna-Warni di Purus Padang

PADANG - Anak-anak "Tanah Ombak" di Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat...

Sempat Lakukan Perlawanan, Penembak Balita di Dharmasraya Sumbar Berhasil Diringkus

Sempat Lakukan Perlawanan, Penembak Balita di Dharmasraya Sumbar Berhasil Diringkus

DHARMASRAYA - Aparat kepolisian dari Polres Dharmasraya, Sumatra Barat berhasil menangkap pelaku penembakan terhadap...

Di Sisa Masa Jabatan, Wako Pariaman Lantik 126 Pejabat Struktural dan Fungsional

Di Sisa Masa Jabatan, Wako Pariaman Lantik 126 Pejabat Struktural dan Fungsional

PARIAMAN - Di sisa akhir masa jabatannya Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman masih bisa melakukan mutasi jabatan para...

Kenali Hukum Sejak Dini, Jauhkan Hukuman

Kenali Hukum Sejak Dini, Jauhkan Hukuman

Tanah Datar - Kejaksaan Negeri Tanah Datar, Sumbar di bawah komando Kajari M. Fatria, SH untuk tahun 2018 ini...

Penampakan Langka, Gurun Sahara Tertutup Salju, Pertanda Apa Ini?

Penampakan Langka, Gurun Sahara Tertutup Salju, Pertanda Apa Ini?

INTERNASIONAL - Salju dilaporkan turun hingga ketebalan 16 inci (40 cm) di kawasan Gurun Sahara setelah sebuah anomali...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media