Sunday, 18 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

NasDem Usul Pendidikan Formal tidak Jadi Syarat untuk Jadi Pejabat Publik

Kamis, 07 Desember 2017 - 15:39:41 WIB - 197
NasDem Usul Pendidikan Formal tidak Jadi Syarat untuk Jadi Pejabat PublikWilly Aditya, Ketua Departemen Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem

Willy Aditya, Ketua Departemen MNASIONAL - Pendidikan formal diusulkan tidak menjadi syarat bagi calon pejabat publik. Entah itu anggota DPR, menteri, kepala daerah, atau presiden sekalipun. Pasalnya, jalur yang ditempuh untuk menjadi pejabat publik adalah jalur politik.

"Pendidikan formal menjadi tidak penting untuk menduduki jabatan publik. Yang harus dilihat adalah rekam jejak dan integritasnya," demikian ditegaskan oleh Ketua Departemen Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem Willy Aditya dalam diskusi "Merumuskan Format Pendidikan Politik" yang digelar di Jakarta, Rabu (6/12).

Menurutnya, menjadi politisi itu tidak butuh gelar atau jenjang pendidikan yang tinggi. "Itu kebutuhan untuk menjadi akademisi. Menjadi politisi itu yang penting keberpihakan," tegasnya kembali.

Dia menyatakan, secara pribadi dirinya tidak sepakat dengan anggota dewan yang menlanjutkan studinya. "Buat apa? Lebih baik dia mencurahkan segala tenaganya untuk berkhidmat di DPR, buat para konstituennyam," tandasnya.

Menurut aktivis 98 ini, salah kaprahnya politisi dan para pembuat kebijakan ini disebabkan keterjebakan mereka terhadap metode skolastik dalam pendidikan politik. "Akhirnya mereka terjebak dalam demokrasi Athenian. Politik seolah hanya milik para filosof saja seperti zaman Yunani kuno dulu," imbuhnya.

Padahal, Willy melanjutkan, saat ini adalah era demokrasi deliberatif. "Ini biasa disebut dengan demokrasi gelombang ketiga. Dasar dari demokrasi ini adalah partisipasi publik," tambahnya.

Akibat dari karakter elitis semacam ini, ruang politik dalam demokrasi representatif saat ini menjadi sekadar pemilu atau pilkada saja. Publik seperti tidak memiliki ruang politik lain.

"Sudah waktunya kita meluaskan ruang politik tidak sekedar pemilu atau pilkada. Seorang kepala daerah bisa memasang APBD-nya di ruang-ruang publik, entah itu masjid, taman, atau apapun. Jadi publik terlibat dalam kehidupan politik yang lebih luas," tuturnya.

Demikian juga anggota DPR. Fungsi representasi semestinya bisa menjadi ruang pendidikan politik yang paling mengena.

"Catatannya, jangan cuma bagi-bagi traktor kalau reses. Tapi sampaikan juga tentang pentingnya peraturan A, UU B, dan lainnya," cetus Willy.(ND)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,legislator,nasional,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Menang Adu Penalti, Bali United dan PSMS Medan ke Semifinal Piala Presiden 2018

Menang Adu Penalti, Bali United dan PSMS Medan ke Semifinal Piala Presiden 2018

BOLA - Lewat drama adu penalti, Bali United dan PSMS Medan memastikan tiket lolos ke semifinal Piala Presiden 2018 pada...

 Diduga Putus Asa Sakit tak Sembuh-sembuh, Seorang Ibu Muda di Payakumbuh Nekat Bunuh Diri

Diduga Putus Asa Sakit tak Sembuh-sembuh, Seorang Ibu Muda di Payakumbuh Nekat Bunuh Diri

PAYAKUMBUH - Diduga putus asa karena sakit yang dideritanya setelah melahirkan tidak juga sembuh-sembuh, membuat ibu...

Pariaman Launching Program Beras Sejahtera 2018 untuk Warga Kurang Mampu

Pariaman Launching Program Beras Sejahtera 2018 untuk Warga Kurang Mampu

PARIAMAN - Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Indra Sakti melaunching penyerahan program Bantuan Sosial (Bansos) Beras...

Gara-gara Pacar, Dua Sekolah di Padang Pariaman Cakak Banyak

Gara-gara Pacar, Dua Sekolah di Padang Pariaman Cakak Banyak

PADANG PARIAMAN - Merasa ceweknya diganggu oleh pelajar SMP lain, belasan siswa MTs Islamic Center Pariaman bersama...

Infrastruktur Pariwisata Kota Bukittinggi Mendapat Dana CSR

Infrastruktur Pariwisata Kota Bukittinggi Mendapat Dana CSR

Sekertaris dinas pariwisata pemuda dan olahraga (Parpora) Kota Bukittinggi, Linda Feroza di ruang kerjanya, Rabu (14/2)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media