Monday, 18 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Kasus Korupsi Setnov, Dokter RS Medika dan Fredrich Yunadi jadi Tersangka, Ini Penjelasan KPK

Rabu, 10 Januari 2018 - 21:19:56 WIB - 640
Kasus Korupsi Setnov, Dokter RS Medika dan Fredrich Yunadi jadi Tersangka, Ini Penjelasan KPK
Dokter RS Mediaka Bimanesh Sutarjo dan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi


NASIONAL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tersangka eks kuasa hukum Ketua DPR RI nonaktif Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan dokter yang merawat Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Bimanesh Sutarjo.

"KPK telah menemukan bukti yang cukup sengaja mencegah dan atau tidak langsung penyidikan dalam pengadaan proyek e-KTP. KPK meningkatkan tersangka sejalan dengan dua orang tersangka yaitu FY (Fredrich Yunadi) kemudian BST (Bimanesh Sutarjo) adalah seorang dokter," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Rabu (10/1).

Basaria menjelaskan konstruksi kejadian terkait Fredrich Yunadi dan Bimanesh. Mereka berdua, kata Basaria, diduga memasukkan tersangka kasus proyek e-KTP, Setya Novanto ke RS Media Permata Hijau.

"FY dan BST diduga untuk memasukkan SN ke salah satu RS untuk rawat inap dengan data medis dimanipulasi untuk hindari panggilan dan riksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ke SN," kata Basaria.

Saat itu, pada 15 November 2017 Setya Novanto akan diperiksa oleh di KPK namun tidak hadir. Kemudian pada Rabu, 16 November 2017, pukul 21.00 tim mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran baru dan menggeledah dan membawa surat perintah.

"SN enggak ada ditempat, dilakukan pencarian sampai 02.50 WIB. Enggak ditemukan sampai pagi, Komisi Pemberantasan Korupsi imbau SN serahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi, lalu Kamis 16 November 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi terbitkan DPO, surati polri melalui interpol," ungkap Basari.

Malam hari, kata Basaria, pihaknya mendapatkan info, Setya Novanto kecelakaan. Dan dibawa ke RS Permata Hijau. Di RS, kata Basaria, Novanto tidak dibawa ke ruang IGD tetapi malah langsung dibawa ke rawat inap VIP.

"Sebelum dirawat, FY diduga sudah datang lebih dulu untuk koordinasi dengan RS," kata Basaria.

Bimanesh tersebut, kata Basaria, diduga sudah ditelepon sebelumnya oleh Fredrich. Dalam percakapan Fredrich mengabarkan kliennya akan dirawat pada pukul 21.00 WIB.

"Dokter di RS, diduga dapat telepon dari terduga pengacara SN akan dirawat pukul 21.00, rencana akan booking ruang vip satu lantai," ungkap Basaria.

Atas tindakannya Fredrich dan Bimanesh dijerat melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mrd)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: hukum,indonesia,kriminal,metro,pos-polisi

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Melawan Saat Ditangkap, Seorang Penyalahguna  Narkoba di Agam Diikat Dengan Tali Kerbau

Melawan Saat Ditangkap, Seorang Penyalahguna Narkoba di Agam Diikat Dengan Tali Kerbau

AGAM - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Agam, provinsi Sumatera Barat, (Sumbar), kembali amankan RS (35),...

Sembako Awal Tahun, KL Lazismu Taqwa Santuni 300 Anak Yatim dan Dhuafa

Sembako Awal Tahun, KL Lazismu Taqwa Santuni 300 Anak Yatim dan Dhuafa

PADANG -- KL Lazismu Attaqwa berkerjasama Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah dengan menyerahkan 300 paket sembako...

Sapi Banyak Berkeliaran di Objek Wisata Pantai Batu Kalang Pessel, Pengunjung Merasa Resah

Sapi Banyak Berkeliaran di Objek Wisata Pantai Batu Kalang Pessel, Pengunjung Merasa Resah

PESISIR SELATAN -- kawasan Objek wisata terkesan belum peduli terhadap keasrian dan kenyamanan lingkungan disekitarnya,...

Wabup Padang Pariaman Jenguk Warga Penderita Kanker Ganas bersama Alumni SMPN I VII Koto

Wabup Padang Pariaman Jenguk Warga Penderita Kanker Ganas bersama Alumni SMPN I VII Koto

PADANG PARIAMAN - Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur bersama alumni SMP N I VII Koto Sungai Sariak jenguk...

Banyaknya Perilaku Menyimpang di Tengah Masyarakat, BPBD Kota Padang Adakan Seminar Bencana Sosial

Banyaknya Perilaku Menyimpang di Tengah Masyarakat, BPBD Kota Padang Adakan Seminar Bencana Sosial

PADANG - Kemajuan teknologi informasi memberikan dampak yang sangat positif bagi setiap indifidu, namun tidak sedikit...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media