Monday, 23 Jul 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Bocah Perempuan 11 Tahun di Padang Kakinya Dirantai dan Dipasaksa Mengemis

Jumat, 12 Januari 2018 - 16:56:17 WIB - 5512
Bocah Perempuan 11 Tahun di Padang Kakinya Dirantai dan Dipasaksa Mengemis
Seorang Petugas Kepolisian berusaha melepaskan rantai yang membelit kaki ZR (11).


PADANG - ZR, bocah sebelas (11) tahun yang beralamat di Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Bocah perempuan ini dipaksa mencari uang dengan cara mengemis, dimana pada malam harinya agar ia tidak kabur kakinya dirantai.

Aksi yang dilakukan oleh orang tuanya itu, akhirnya terungkap setelah ZR berhasil kabur dari rumah. ZR berhasil melarikan diri setelah mengecoh ibu kandungnya dengan alasan ingin buang air kecil. Dengan rantai yang masih terlilit di kaki kanannya, ZR terus berlari sejauh mungkin.

ZR yang berhasil melarikan diri dari rumahnya hingga ia sampai ke rumah salah seorang anggota polisi di Kecamatan Padang Barat.

"Anak ini cerdas, dia berhasil melarikan diri dari rumah dan menuju rumah salah seorang petugas di Padang Barat, kemudian baru diantarkan ke Polresta Padang," sebut Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Daeng Rahman, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Ayah Tiri dan Ibu Kandung di Padang yang Tega Merantai Anaknya Ditetapkan Jadi Tersangka

Daeng menjelaskan bahwa anak tersebut disuruh oleh orang tuanya mengemis, karena menolak makanya dia lari dari rumah.

Lebih lanjut Daeng mengatakan, untuk sementara anak tersebut dititipkan di unit PPA Satreskrim Polresta Padang dan akan dilakukan penyelidikan terhadap orang tua kemudian siapa saja yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap anak dibawah umur ini.

"Untuk saat ini kita akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku kekerasan terhadap anak dibawah umur ini, dan nantinya jika terbukti pelaku akan dikenakan dengan sangsi hukuman penjara minimal 5 tahun sesuai dengan Undang Undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," kata Daeng.

Sementara itu, pengakuan dari ayah korban, Moriz, ia tidak tau sama sekali jika ZR dirantai oleh ibu kandungnya, karena ia sudah seminggu pergi melaut.

Selain itu kata Moris, dia dan ibu ZR telah lama bercerai dan keduanya sudah memiliki pasangan baru.

"Saya tidak mengetahui hal tersebut dan sudah seminggu saya tidak bertemu dengan ZR," ungkap Moriz. (Ril/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: hukum,kriminal,metro,padang,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Jual Sabu, Nelayan Pariaman ini Diciduk Polisi

Jual Sabu, Nelayan Pariaman ini Diciduk Polisi

PARIAMAN - Jajaran Satresnarkoba Polres Pariaman kembali meringkus pelaku penjual Narkoba jenis sabu pada Senin malam...

Pembangunan Jembatan Lubuak Tano Padang Pariaman Telan 18 Milyar

Pembangunan Jembatan Lubuak Tano Padang Pariaman Telan 18 Milyar

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mentargetkan jembatan Lubuk Tano sudah bisa dilalui kendaraan roda...

Koalisi PKS, PAN dan Gerindra Sepakat Usung Prabowo Jadi Capres?

Koalisi PKS, PAN dan Gerindra Sepakat Usung Prabowo Jadi Capres?

POLITIK - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli...

Rumor Edinson Cavani Kembali ke Italia, Musim Depan Serie A Kian Panas

Rumor Edinson Cavani Kembali ke Italia, Musim Depan Serie A Kian Panas

BOLA - Beredar rumor bahwa Edinson Cavani semakin dekat dengan pintu keluar Paris Saint-Germain (PSG) musim panas 2018....

Buya ASM Pulang Kampung ke Sumpur Kudus

Buya ASM Pulang Kampung ke Sumpur Kudus

SIJUNJUNG - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Ahmad Syafii Maarif mengunjungi kota...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media