Monday, 19 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Gubernur DKI Anies Baswedan Siap Kembalikan Duit Pulau Reklamasi, Ini Kata Gerindra

Senin, 15 Januari 2018 - 14:01:13 WIB - 21757
Gubernur DKI Anies Baswedan Siap Kembalikan Duit Pulau Reklamasi, Ini Kata GerindraGubernur DKI Anies Baswedan

JAKARTA - Gubernur DKI Anies Baswedan siap mengembalikan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ke pengembang pulau reklamasi bila Hak Guna Bangunan (HGB) yang telah diberikan ke pengembang dibatalkan negara. Uang yang dipakai untuk membayar ke pengembang adalah uang rakyat.

"Sumber pendanaan legal tentu hanya dari APBD yang notabene uang rakyat," kata anggota Fraksi Partai Gerindra DKI, Syarif, kepada, Senin (15/1/2018).

Diperkirakan uang BPHTB yang harus dikembalikan ke pengembang pulau reklamasi di Teluk Jakarta tembus Rp 400 miliar. Sekretaris Komisi Bidang Pemerintahan DPRD DKI ini menilai tak akan timbul kerugian apabila Pemerintah Provinsi DKI membayar BPHTB ke pengembang.

"Ruginya di mana? Justru akan menguntungkan Pemprov," ujar Syarif.

Keuntungan yang didapat yakni Pemprov DKI bisa lebih leluas menata ulang pemanfaatan Pulau D hasil reklamasi. "Untuk kepentingan rakyat sebanyak-banyaknya," kata Syarif.

Sebelumnya, Anies menyatakan siap menanggung segala konsekuensi bila nantinya Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencabut HGB pulau reklamasi dari pengembang. Konsekuensi itu termasuk pengembalian duit BPHTB ke PT Kapuk Naga Indah selaku pengembang proyek.

"Pokoknya semua konsekuensinya kalau sudah dibatalkan prosesnya akan kita lakukan, semua konsekuensinya," kata Anies saat ditanya kesiapan Pemprov DKI mengembalikan BPHTB PT Kapuk Naga Indah, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/1) lalu.

Pakar hukum dan politisi, Yusril Ihza Mahendra, menyoroti soal konsekuensi ini. Duit rakyat akan digunakan untuk mengembalikan duit ke pengembang. Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno harus bisa mempertanggungjawabkan kebijakan penggunaan duit rakyat semacam ini. Yusril menilai pulau reklamasi itu sudah menghabiskan puluhan triliun Rupiah.

"Pakai uang APBD ujung-ujungnya pakai uang rakyat. Apa berani Gubernur dan Wagub mempertanggungjawabkan itu kepada rakyat?" kata Yusril lewat sambungan telepon dalam diskusi Reklamasi dan Investasi yang diadakan Populi Center dan Smart FM Network, di Restoran Gado-gado Boplo, Jl Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1) lalu.(dt)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber: Iklas Bakri/detik
Tag: indonesia,metro,nasional,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pacu Kuda Tradisional, Sekretaris Pordasi Sumbar: Jangan Beratkan Masyarakat dengan Biaya Masuk

Pacu Kuda Tradisional, Sekretaris Pordasi Sumbar: Jangan Beratkan Masyarakat dengan Biaya Masuk

PAYAKUMBUH - Pacu Kuda Open Race dan Tradisional 2018 yang diselenggarakan di Gelanggang Kubu Gadang, tanggal 4 hingga...

Keluarga Besar Muhammadiyah Sumbar Melayat ke Rumah Duka Taufik Thaib

Keluarga Besar Muhammadiyah Sumbar Melayat ke Rumah Duka Taufik Thaib

TANAH DATAR - Ketua Pimpinanan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumbar Dr. H. Shofwan Karim Elhusein dan rombongan melayat ke...

Stand Bukittinggi Ikut Ramaikan Minangkabau Summits di HPN 2018

Stand Bukittinggi Ikut Ramaikan Minangkabau Summits di HPN 2018

BUKITTINGGI - Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang dilangsungkan di Padang Sumatera Barat merupakan kesempatan bagi...

Hasil Liga Inggris, Liverpool Ditahan Imbang Tottenham Hotspur 2-2

Hasil Liga Inggris, Liverpool Ditahan Imbang Tottenham Hotspur 2-2

BOLA - Laga Liverpool vs Tottenham Hotspur berakhir imbang. Diwarnai keputusan kontriversial wasit, The Reds melawan...

Tiba di Dharmasraya, Presiden Jokowi Awali Kunjungan Kerja Ke Ranah Minang

Tiba di Dharmasraya, Presiden Jokowi Awali Kunjungan Kerja Ke Ranah Minang

DHARMASRAYA - Presiden Joko Widodo pagi ini, Rabu, (7/2/2018), bertolak menuju Provinsi Sumatra Barat. Didampingi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media