Monday, 20 Aug 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Marak Kasus Kekerasan pada Pemuka Agama, Ini Permintaan Prabowo kepada Pemerintah

Selasa, 13 Februari 2018 - 19:57:14 WIB - 783
Marak Kasus Kekerasan pada Pemuka Agama, Ini Permintaan Prabowo kepada Pemerintah
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Kanan) dan Presiden Joko Widodo (Kiri)/foto: Kompas.com


NASIONAL - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto prihatin atas kekerasan yang menimpa pemuka agama di sejumlah daerah dalam beberapa waktu belakangan. Prabowo meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para pemuka agama.

"Kami benar-benar mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk benar-benar memulihkan keamanan, menjamin keamanan semua pihak. Semua unsur apalagi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama," kata Prabowo saat menghadiri Rakornas Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (13/2) dikutip dari laman CNN Indonesia.

Prabowo mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. Menurut dia, masyarakat harus menahan diri agar tak terpancing oleh gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Kita harus waspada adanya unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan di masyarakat kita, saling curiga, menebarkan perpecahan dan ini yang harus kita waspada," tutur Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu percaya bahwa semua agama mengajarkan perdamaian, toleransi dan sikap saling menghormati antarsesama manusia.

"Agama yang benar selalu menganjurkan perdamaian, kedamaian, rasa saling rukun, saling menghormati dan saling mengasihi di antara semua rakyat kita," ujarnya.

Aksi penyerangan terhadap pemuka agama terjadi sejak akhir Januari lalu. Ada sejumlah penyerangan yang dialami pemuka agama.

Aksi pertama terjadi di Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pimpinan Ponpes KH Umar Basri dianiaya usai melaksanakan Salat Subuh, pada 27 Januari lalu.

Kemudian penyerangan terjadi terhadap pengurus Persis Ustaz Prawoto pada 1 Februari 2018. Terakhir, pada Minggu (11/2) penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta. Pelaku membawa pedang dan melukai empat orang yang tengah beribadah. Polisi menembak pelaku karena terus menyerang jemaat dan petugas.(cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/cnn
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Usai Senam bersama ASN, Ini Pesan Wawako Genius Umar

Usai Senam bersama ASN, Ini Pesan Wawako Genius Umar

PARIAMAN -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beri arahan kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemko Pariaman, tentang...

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

PADANG PARIAMAN - Satpol PP Padang Pariaman kembali mengamankan lima remaja yang melalukan penyerangan ke sebuah pondok...

Menjambret, Remaja Tanah Datar ini Harus Berurusan dengan Polisi

Menjambret, Remaja Tanah Datar ini Harus Berurusan dengan Polisi

TANAH DATAR - Seorang pelaku jambret, MW (18) warga Kenagarian Sungai Jambu ditangkap jajaran Polisi Sektor Lima Kaum,...

Inilah Pesan Wali Kota Padang Mahyeldi di HUT RI ke-73

Inilah Pesan Wali Kota Padang Mahyeldi di HUT RI ke-73

PADANG - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah bertindak sebagai inspektur Upacara Peringatan HUT ke 73 RI. Ia minta...

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG

PADANG PANJANG - Gempabumi darat 4,9 kembali mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad, (19/8/2018) pukul 11.22Wib....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media