Monday, 18 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Marak Kasus Kekerasan pada Pemuka Agama, Ini Permintaan Prabowo kepada Pemerintah

Selasa, 13 Februari 2018 - 19:57:14 WIB - 882
Marak Kasus Kekerasan pada Pemuka Agama, Ini Permintaan Prabowo kepada Pemerintah
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Kanan) dan Presiden Joko Widodo (Kiri)/foto: Kompas.com


NASIONAL - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto prihatin atas kekerasan yang menimpa pemuka agama di sejumlah daerah dalam beberapa waktu belakangan. Prabowo meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para pemuka agama.

"Kami benar-benar mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk benar-benar memulihkan keamanan, menjamin keamanan semua pihak. Semua unsur apalagi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama," kata Prabowo saat menghadiri Rakornas Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (13/2) dikutip dari laman CNN Indonesia.

Prabowo mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. Menurut dia, masyarakat harus menahan diri agar tak terpancing oleh gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Kita harus waspada adanya unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan di masyarakat kita, saling curiga, menebarkan perpecahan dan ini yang harus kita waspada," tutur Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu percaya bahwa semua agama mengajarkan perdamaian, toleransi dan sikap saling menghormati antarsesama manusia.

"Agama yang benar selalu menganjurkan perdamaian, kedamaian, rasa saling rukun, saling menghormati dan saling mengasihi di antara semua rakyat kita," ujarnya.

Aksi penyerangan terhadap pemuka agama terjadi sejak akhir Januari lalu. Ada sejumlah penyerangan yang dialami pemuka agama.

Aksi pertama terjadi di Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pimpinan Ponpes KH Umar Basri dianiaya usai melaksanakan Salat Subuh, pada 27 Januari lalu.

Kemudian penyerangan terjadi terhadap pengurus Persis Ustaz Prawoto pada 1 Februari 2018. Terakhir, pada Minggu (11/2) penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta. Pelaku membawa pedang dan melukai empat orang yang tengah beribadah. Polisi menembak pelaku karena terus menyerang jemaat dan petugas.(cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/cnn
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Begini Kata Prabowo Soal Kasus Ahmad Dhani

Begini Kata Prabowo Soal Kasus Ahmad Dhani

POLITIK - Capres Prabowo Subianto mendapat laporan banyaknya terjadi intimidasi dan persekusi. Prabowo juga menyinggung...

Saat Menutup Kandang Kambing, Seorang Warga di Pasaman Diseruduk Babi Hutan

Saat Menutup Kandang Kambing, Seorang Warga di Pasaman Diseruduk Babi Hutan

PASAMAN -- Seorang warga Pasaman, di Kampung Batu Ampar Jorong Batu Ampar, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol,...

Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai

Pasca Gempa, 82 Unit Bangunan Rusak di Mentawai

MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya mendapatkan data akurat...

Berkedok Cari Monyet ke Kebun, Tukang Ojek di Pariaman Cabuli Penumpangnya Yang Masih Bawah Umur

Berkedok Cari Monyet ke Kebun, Tukang Ojek di Pariaman Cabuli Penumpangnya Yang Masih Bawah Umur

PARIAMAN - Cabuli gadis di bawah umur, seorang tukang ojek berinisial RD diringkus Satreskrim Polres Pariaman di...

Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Teken MoU Mengenai Hal Ini

Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Teken MoU Mengenai Hal Ini

BUKITTINGGI - Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Negeri kerjasama di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kerjasama itu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media