Friday, 19 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

KPK Amankan 14 Orang dan Uang 1 Milyar Dugaan Penyuapan Persetujuan DPRD Lampung Tengah

Kamis, 15 Februari 2018 - 16:34:24 WIB - 448
KPK Amankan 14 Orang dan Uang 1 Milyar Dugaan Penyuapan Persetujuan DPRD Lampung Tengah
Juru bicara KPK, Febridiansyah konferensi pers, Kamis (15/2)


LAMPUNG TENGAH - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 14 orang kasus indikasi penyuapan Pemkab dengan DPRD di Lampung Tengah, Rabu (14/2/2018) malam.

Belasan orang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan tim KPK mengamankan 14 orang terkait kegiatan OTT di Lampung Tengah.

Belasan orang itu diamankan dari dua lokasi, Lampung dan Jakarta.

Kami (KPK) amankan 14 orang. Ada yang di Lampung dan di Jakarta," kata Febri dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/2/2018) dini hari.

Febri mengatakan ke-14 orang yang diamankan terdiri dari berbagai unsur di pemerintahan, mulai dari eksekutif hingga legistalif.

Ada pula yang berlatar belakang pihak swasta.

"Unsur (yang diamankan) ada anggota DPRD, pejabat Pemda, pegawai Pemda dan swasta," ujar Febri.

Febri menepis kabar yang menyebutkan adanya kepala daerah yang terkena OTT tersebut.

"Tidak ada kepala daerah yang kami amankan sampai detik ini," kata Febri.

KPK menyita uang tunai sebesar Rp 1 miliar dari OTT tersebut.

KPK menjelaskan diduga uang tersebut adalah hadiah antara Pemkab dan DPRD Lampung Tengah.

"Kami amankan sejumlah uang juga di Lampung. Ada sekitar Rp 1 Miliar yang kami amankan," katanya.

Febri menjelaskan adanya indikasi penyuapan antara Pemkab dan DPRD setempat di mana Pemkab memerlukan persetujuan dari DPRD.

Febri menyampaikan uang Rp 1 miliar diduga menjadi hadiah dari pihak Pemkab untuk DPRD Lampung Tengah.

"Indikasi ya terkait dengan adanya kebutuhan persetujuan terhadap DPRD. Jadi pihak Pemkab meminta persetujuan pada DPRD, kemudian dilakukanlah sejumlah upaya untuk pemberian hadiah atau janji tersebut," katanya.

Febri menyebut KPK menemukan uang tunai pecahan Rp 100.000 yang ditemukan dalam kardus.

Ada dugaan kebutuhan persetujuan antara Pemkab Lampung Tengah dengan DPRD.

Persetujuan itu terkait pinjaman daerah ke perseroan di Pusat.

"Ada kebutuhan persetujuan antara Pemkab dengan DPRD untuk kebutuhan pinjamman derah ke perseroan di Pusat," kata dia.
"Perseroan yang ada di pusat kan perlu persetujuan DPRD sehingga ada pihak tertentu yang mencoba memberi ke anggota DPRD," jelasnya.

"Nanti proses lebih lanjut yang dibawa ke kantor KPK akan kami sampaikan. Kemungkinan besok pagi (hari ini) sekali sudah sampai," imbuhnya.

Sebelumnya beredar isu santer seorang kepala daerah yang juga calon gubernur Lampung ikut terciduk dalam operasi yang menghebohkan tersebut. (RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pemkab Pessel Terima Bantuan Rp 11,01 Miliyar Dari KKP, Hendrajoni: Ini Lah Kita Harapkan

Pemkab Pessel Terima Bantuan Rp 11,01 Miliyar Dari KKP, Hendrajoni: Ini Lah Kita Harapkan

PESISIR SELATAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Secara Simbolis menerima bantuan sarana Bidang Kelautan...

Sekda Pasaman: Kepala OPD Harus Punya Cara Pandang Positif Tentang Isu Gender

Sekda Pasaman: Kepala OPD Harus Punya Cara Pandang Positif Tentang Isu Gender

...

Bawaslu Pariaman Ajak PWI Tergabung Dalam Lembaga Pemantau Pemilu

Bawaslu Pariaman Ajak PWI Tergabung Dalam Lembaga Pemantau Pemilu

PARIAMAN - Rapat Dalam Kantor (RDK) Bawaslu Kota Pariaman bersama lembaga pemantau Pemilu dan media dilaksanakan di...

SK 4 Turun Tertibkan Tempat Hiburan di Bukittinggi

SK 4 Turun Tertibkan Tempat Hiburan di Bukittinggi

...

Tabrak Kerbau, Pengendara Motor di Pasaman Meregang Nyawa

Tabrak Kerbau, Pengendara Motor di Pasaman Meregang Nyawa

PASAMAN -- Seorang warga Nagari Binjai Kabupaten Pasaman, meregang nyawa akibat menabrak seekor Kerbau saat melintas...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media