Tuesday, 25 Sep 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Miris, Nenek Berusia Hampir Satu Abad di Pariaman Ini Hidup Sebatang Kara dan Terlunta-lunta

Rabu, 07 Maret 2018 - 19:17:26 WIB - 4859
Miris, Nenek Berusia Hampir Satu Abad di Pariaman Ini Hidup Sebatang Kara dan Terlunta-lunta
Nenek Andam Dewi (96).


PARIAMAN - Andam Dewi (96) seorang nenek tua renta hidup sebatang kara tanpa saudara di Dusun Kajai, Desa Koto Marapak, Pariaman Timur Sumatera Barat (sumbar).

Lusuh dan kumuh tampaknya kata inilah yang tepat diucapkan jika kita melihat kondisi orang tua yang sudah lumpuh dan tidak bisa mendengar itu.

Betapa tidak rumah yang ia tempati se-ukuran kandang ayam 3 x 4, tidak hanya digunakan sebagai tempat beristirahat saja, akan tetapi jika sewaktu-waktu jika dimalam hari ia takut keluar maka, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuagan air besar dan kecil terpaksalah di lakukan dalam rumahnya.

Saat Minangkabaunews berkunjung ke rumah nenek Andam, Rabu (7/3/2018) tampaklah kondisi yang memprihatinkan itu, di lokasi ini kita mendapati nenek berusia hampir satu abad tersebut ditemani oleh seorang anak laki-laki sulungnya yang sudah lanjut usia juga Herman (65).

Herman sendiri mengatakan bahwa ibunya itu mengalami tuli dan lumpuh semenjak 10 tahun yang lalu semenjak kematian ayahnya.

"Ibu (red) memang sudah tidak bisa mendengar dan beraktivitas semenjak sepuluh tahun yang lampau usai ayah meninggal," ujarnya.

Herman sendiri hanya bisa menani dan melayani ibunya itu, ketika di malam hari usai ia pulang dari ladangnya.

"Kalau siang saya bertani, malam baru bisa kerumah ibu (red) untuk menjaganya, itupun saya tidur dipondok sebelah lagi hasil bantuan gempa 2009," ungkap Herman.

Ia mengutarakan, dikarenakan Herman memiliki tanggung jawab juga terhadap anak istrinya yang berada di Dusun Pakasai, Desa Padusunan, maka ia tidak bisa setiap malam untuk ke sana.

"Untuk bantuan dari pemerintah baru Raskin (Beras Miskin) yang diterima ibu (red) kalau bisa WC dan kebutuahan listrik serta air, juga harus terpenuhi dan terpasang di dalam rumah karena inilah yang sangat dibutuhkan di saat kondisi sekarang," tutur Herman.

Ia berharap Pemerintah setempat dengan secepatnya membantu kebutuhan yang sangat diperlukan itu, dikarenakan makin hari kondisi rumah dan ibunya terus memprihatinkan. (Warman)


Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gelaran Karya Pemuda di Padang, Ini Kata Kadispora Sumbar

Gelaran Karya Pemuda di Padang, Ini Kata Kadispora Sumbar

PADANG -- Pemuda Panca Marga (PPM) Padang mengadakan gelar karya pemuda di Lapangan Padang Sarai, Sabtu, (31/8/2018)....

Usai Pesta Miras Bersama Rekannya, Pria di Agam Tewas

Usai Pesta Miras Bersama Rekannya, Pria di Agam Tewas

AGAM - Nyawa RS (38) tak bisa diselamatkan setelah mendapat pertolongan di RSUD Lubuk Basung selama dua hari. Nyawanya...

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Serahkan LADK Ke KPU-RI

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Serahkan LADK Ke KPU-RI

POLITIK - Tahapan pemilu akan memasuki masa kampanye, semua partai diwajibkan menyerahkan laporan keuangan partai ke...

Ini Alasan Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

Ini Alasan Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

POLITIK - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin telah mengundurkan diri sebagai utusan khusus presiden untuk...

Ramai-ramai Kepala Daerah di Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf, Siapa Saja?

Ramai-ramai Kepala Daerah di Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf, Siapa Saja?

PADANG - Sebanyak 10 dari 19 Kepala Daerah yang ada di Sumatera Barat, menggelar deklarasi terbuka mendukung calon...


KOMENTAR ANDA



Polling Capres cawapres 2019-2024 kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media