Thursday, 21 Jun 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Miris, Nenek Berusia Hampir Satu Abad di Pariaman Ini Hidup Sebatang Kara dan Terlunta-lunta

Rabu, 07 Maret 2018 - 19:17:26 WIB - 4755
Miris, Nenek Berusia Hampir Satu Abad di Pariaman Ini Hidup Sebatang Kara dan Terlunta-lunta
Nenek Andam Dewi (96).


Pilwako Kota Padang 2018

PARIAMAN - Andam Dewi (96) seorang nenek tua renta hidup sebatang kara tanpa saudara di Dusun Kajai, Desa Koto Marapak, Pariaman Timur Sumatera Barat (sumbar).

Lusuh dan kumuh tampaknya kata inilah yang tepat diucapkan jika kita melihat kondisi orang tua yang sudah lumpuh dan tidak bisa mendengar itu.

Betapa tidak rumah yang ia tempati se-ukuran kandang ayam 3 x 4, tidak hanya digunakan sebagai tempat beristirahat saja, akan tetapi jika sewaktu-waktu jika dimalam hari ia takut keluar maka, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuagan air besar dan kecil terpaksalah di lakukan dalam rumahnya.

Saat Minangkabaunews berkunjung ke rumah nenek Andam, Rabu (7/3/2018) tampaklah kondisi yang memprihatinkan itu, di lokasi ini kita mendapati nenek berusia hampir satu abad tersebut ditemani oleh seorang anak laki-laki sulungnya yang sudah lanjut usia juga Herman (65).

Herman sendiri mengatakan bahwa ibunya itu mengalami tuli dan lumpuh semenjak 10 tahun yang lalu semenjak kematian ayahnya.

"Ibu (red) memang sudah tidak bisa mendengar dan beraktivitas semenjak sepuluh tahun yang lampau usai ayah meninggal," ujarnya.

Herman sendiri hanya bisa menani dan melayani ibunya itu, ketika di malam hari usai ia pulang dari ladangnya.

"Kalau siang saya bertani, malam baru bisa kerumah ibu (red) untuk menjaganya, itupun saya tidur dipondok sebelah lagi hasil bantuan gempa 2009," ungkap Herman.

Ia mengutarakan, dikarenakan Herman memiliki tanggung jawab juga terhadap anak istrinya yang berada di Dusun Pakasai, Desa Padusunan, maka ia tidak bisa setiap malam untuk ke sana.

"Untuk bantuan dari pemerintah baru Raskin (Beras Miskin) yang diterima ibu (red) kalau bisa WC dan kebutuahan listrik serta air, juga harus terpenuhi dan terpasang di dalam rumah karena inilah yang sangat dibutuhkan di saat kondisi sekarang," tutur Herman.

Ia berharap Pemerintah setempat dengan secepatnya membantu kebutuhan yang sangat diperlukan itu, dikarenakan makin hari kondisi rumah dan ibunya terus memprihatinkan. (Warman)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pulang Basamo : Perantau Nagari Terindah di Dunia Disambut Bupati dan Forkopimca

Pulang Basamo : Perantau Nagari Terindah di Dunia Disambut Bupati dan Forkopimca

TANAH DATAR - Pemuka adat, tokoh masyarakat, dan pemuda-pemudi Nagari Pariangan Menyambut kepulangan perantau nagari...

Sambangi Pos Pam Lebaran, Ini Pesan Walikota Mukhlis Rahman kepada Pedagang

Sambangi Pos Pam Lebaran, Ini Pesan Walikota Mukhlis Rahman kepada Pedagang

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman melakukan kunjungan Posko Pengamanan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 H...

Penggerebekan Terduga Teroris di Kampus Unri, Densus 88 Sita Bom, Panah, dan Granat

Penggerebekan Terduga Teroris di Kampus Unri, Densus 88 Sita Bom, Panah, dan Granat

PEKANBARU - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita empat bom siap ledak dan sejumlah senjata rakitan...

Dua Gol Harry Kane Bawa Inggris Taklukkan Tunisia

Dua Gol Harry Kane Bawa Inggris Taklukkan Tunisia

PIALA DUNIA 2018 - Timnas Inggris harus menunggu hingga waktu tambahan untuk bisa mengatasi Tunisia di babak penyisihan...

Berbagi Itu Indah, Lazismu dan Dikdasmen Antarkan Kado Lebaran kepada 800 Guru Honor

Berbagi Itu Indah, Lazismu dan Dikdasmen Antarkan Kado Lebaran kepada 800 Guru Honor

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
minangkabaunews social media