Saturday, 15 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak, Padang Aktifkan Puspaga

Selasa, 13 Maret 2018 - 04:44:56 WIB - 508
Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak, Padang Aktifkan Puspaga
Pelatihan dan sosialisasi tentang perlindungan anak di Hotel Axana, Senin (12/3/2018)


PADANG - Pemerintah Kota Padang memfokuskan penanganan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak melalui pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). Di Puspaga ini selain melibatkan psikolog juga mengikutsertakan peran ninik mamak, tokoh agama, bundo kanduang serta rang mudo - puti bungsu (pemuda).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Padang Heryanto Rustam menyebut, pusat pembelajaran keluarga akan diiringi dengan upaya-upaya sosialisasi. Dimana sosialisasi ini menyasar masyarakat dalam konteks keluarga untuk memproteksi anak dari tindak kekerasan, pelecehan seksual dan tindak asusila lai.

"Selain mengaktifkan Puspaga, Pemko Padang terus menggencarkan sosialisasi untuk penyadaran keluarga dan masyarakat sebagai upaya menekan peluang terjadinya tindak kekerasan dan pelecehan terhadap anak," kata Heryanto usai membuka pelatihan dan sosialisasi tentang perlindungan anak di Hotel Axana, Senin (12/3/2018).

Menurut Heryanto, yang dilakukan adalah penyadaran individu dalam lingkup masyarakat lintas kehidupan sosial dengan kondisi yang berbeda. Bila upaya penyadaran dilakukan terus menerus diyakini tindakan-tindakan seperti pelecehan, pembuangan bayi, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak akan terjadi.

"Kita yakin dengan upaya penyadaran terus menerus, kasus-kasus yang berkaitan dengan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak dengan sendirinya bisa dihilangkan," tukasnya.

Adapun dalam kegiatan yang diikuti oleh ninik mamak, bundo kanduang, tokoh agama dan tokoh adat serta pemuda ini menghadirkan narasumber yang kompeten, diantaranya Ketua MUI Kota Padang Prof. Duski Samad serta penggiat perempuan dan aktifis perlindungan anak.

Prof. Duski Samad mengatakan, pada dasarnya manusia adalah makhluk komunal yang hidup berkeluarga, bertetangga dan bergaul dengan manusia lainnya dalam lingkup yang luas. Pada kondisi sosial tertentu ada perbuatan yang menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan susila.

"Dalam konteks inilah perlunya penyadaran dengan pendekatan agama untuk mencegahnya serta pendekatan hukum," kata guru besar UIN Imam Bonjol Padang itu.(hm)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,kesehatan,metro,perempuan,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ranperda APBD Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019 di Tanda Tangani

Ranperda APBD Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019 di Tanda Tangani

ADVENTORIAL - TANAH DATAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Datar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda...

Persija Juara Liga 1, Begini Keinginan Gubernur DKI Anies Baswedan Selanjutnya

Persija Juara Liga 1, Begini Keinginan Gubernur DKI Anies Baswedan Selanjutnya

BOLA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan di atas logo Persija Jakarta dipasang dua bintang. Itu dipasang...

Untuk Tertib Beralu Lintas, Dishub Padang Panjang Lakukan Hal Ini

Untuk Tertib Beralu Lintas, Dishub Padang Panjang Lakukan Hal Ini

PADANG PANJANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang Panjang menggelar Sosialisasi Ketertiban Lalu Lintas dan...

Gerombolan Teroris Bantai 31 Pekerja Jembatan Habema-Mugi Papua

Gerombolan Teroris Bantai 31 Pekerja Jembatan Habema-Mugi Papua

NASIONAL -- Gerombolan teroris melakukan pembantaian massal terhadap 31 pekerja dari PT Istaka Karya (BUMN)Jembatan...

Pelatihan Pokdarwis Pasbar, Kepala Dinas Pariwisata : Objek Wisata Butuh Pengelolaan

Pelatihan Pokdarwis Pasbar, Kepala Dinas Pariwisata : Objek Wisata Butuh Pengelolaan

PASAMAN BARAT - Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat adakan Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Se Pasaman...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media