Monday, 18 Mar 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Presidium Alumni 212 Seleksi Calon Presiden Pilihan Umat Penantang Jokowi

Selasa, 13 Maret 2018 - 05:15:24 WIB - 921
Presidium Alumni 212 Seleksi Calon Presiden Pilihan Umat Penantang Jokowi
Presidium Alumni 212


NASIONAL - Presidium Alumni 212 berencana menghelat Konvensi Bakal Calon Presiden (Bacapres) Pilihan Umat untuk melahirkan nama baru sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Konvensi digelar karena saat ini hanya mengemuka satu calon untuk jadi capres yakni Joko Widodo.

Presidium Alumni 212 membentuk Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat tersebut.

"Kami mengadakan konvensi ini tentu karena sinyalemen yang tidak baik bahwa seolah-olah hanya ada calon tunggal pada pilpres 2019, yaitu Jokowi," kata Steering Comitee Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat, Aminuddin saat konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (12/3) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

"Ini sama juga dengan pembunuhan demokrasi secara terencana," katanya.

Aminuddin mengatakan bakal capres yang dihasilkan dari komite konvensi nanti bakal disodorkan kepada partai politik (parpol). Dia mengklaim telah menjalin komunikasi dengan sejumlah elit parpol sebelum menggelar konvensi bacapres pilihan umat.

Namun demikian, Aminuddin belum mau membocorkan parpol yang akan mereka percayakan untuk memilih nama dari hasil konvensi nanti.

"Kami belum bisa sebut siapa parpolnya. Nanti di waktu yang tepat," ujar Aminuddin.

Syarat dan Tahapan Seleksi

Ketua Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat, Yudi Syamhudi Sayuti mengatakan pendaftaran bacapres akan dibuka, Selasa (13/3) di Sekretariat nasional yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Nomor 133, Tebet, Jakarta Selatan.

Di samping menunggu pendaftar, Yudi mengatakan pihaknya juga bakal melakukan upaya menjemput bola. Misi yang ditempuh yakni dengan berkeliling ke tujuh daerah.

Sejauh ini, kata Yudi, pihaknya berencana berkeliling di Jakarta, lalu ke Medan, Surabaya, Makassar, Bandung. yudi mengatakan Dua kota lainnya masih belum ditentukan. Begitu pula perihal jadwal kunjungan ke sejumlah kota untuk menjaring kandidat pilihan umat.

Selain itu, Yudi mengatakan pihaknya juga bertekad mengunjungi sejumlah masjid, pesantren dan Univeristas Islam, baik negeri atau swasta. Hal itu akan dilakukan untuk menampung masukan perihal bacapres yang sesuai dengan kebutuhan umat. Akan tetapi, Yudi belum mau merinci lebih jauh.

"Masjid mana dan pesantren mana itu nanti akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya. Universitas Islam juga begitu," ucap Yudi.

Pihak yang ingin mendaftar sebagai bacapres pilihan umat, kata dia, mesti memenuhi sejumlah syarat.

Mereka yang mendaftar boleh dari kalangan ketua umum partai politik atau tokoh politik yang tidak mendukung calon Presiden Jokowi. Kemudian, tokoh agama atau tokoh sentral organisasi keagamaan berskala nasional. Lalu, tokoh nasional atau cendekiawan baik dari kalangan sipil mau pun purnawirawan yang memiliki wawasan kebangsaan, intelektualitas serta karakter pemimpin.

Nantinya komite konvensi akan menetapkan 40 bacapres yang dinilai memenuhi syarat pada 20 Mei mendatang. Mereka yang lolos wajib menempuh tahap selanjutnya.

"Tahap pertama diwajibkan untuk menyampaikan visi misinya secara terbuka melalui video streaming dengan durasi maksimal 15 menit yan selanjutnya disosialisasikan melalui media digital," tutur Yudi.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan komite yang dipimpinnya akan bekerja sama dengan lembaga survei terkait elektabilitas 40 bacapres. Responden yang akan dilibatkan bakal mencapai ratusan ribu orang dari berbagai daerah.

Hasil survei tersebut, kata Yudi, akan menetapkan 10 besar bacapres yang dapat melanjutkan tahap berikutnya. Mereka yang lolos adalah 10 orang dengan dengan elektabilitas tertinggi.

Yudi menambahkan rangkaian selanjutnya akan diisi dengan uji kompetensi. Sepuluh bacapres yang lolos akan diuji langsung di hadapan publik untuk menyampaikan program kerja strategisnya.

"Yang berkaitan dengan permasalahan dan solusi mendasar bangsa dan negara Indonesia ditinjau dari aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional," ujar Yudi.

Tahap terakhir yakni finalisasi. Dalam tahap tersebut, komite konvensi akan melakukan semacam polling terakhir untuk mendapatkan enam bacapres terbaik.

"Untuk selanjutnya direkomendasikan untuk diusung oleh partai politik yang menginginkan adanya pasangan presiden baru tahun 2019," demikian Yudi. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: indonesia,metro,nasional,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pasar Batusangkar Raih Penghargaan Ramah Lingkungan, Presiden Janjikan Bantuan Rp 50 Miliar

Pasar Batusangkar Raih Penghargaan Ramah Lingkungan, Presiden Janjikan Bantuan Rp 50 Miliar

TANAH DATAR - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menindaklanjuti rencana revitalisasi...

Benarkah Ustaz Abdul Somad Bakal Ditinggal Jamaah Bila Memihak dalam Capres?

Benarkah Ustaz Abdul Somad Bakal Ditinggal Jamaah Bila Memihak dalam Capres?

POLITIK - Belakangan ini, kubu Jokowi-Maruf berusaha menarik sejumlah pendakwah untuk berada di tengah dan tidak...

100 Warga di sekitar Obyek Wisata di Padang Ikuti Bimtek Gerakan Sadar Wisata

100 Warga di sekitar Obyek Wisata di Padang Ikuti Bimtek Gerakan Sadar Wisata

PADANG -- Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan teknis (Bimtek) gerakan sadar wisata di Hotel HW Padang, Senin...

Razia Miras di Padang, Ratusan Botol Disita Petugas

Razia Miras di Padang, Ratusan Botol Disita Petugas

PADANG - Ratusan botol minuman beralkohol (minol) kembali disita petugas Operasi Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja...

Bekuk Dortmund, Tottenham Hotspur ke Perempat Final Liga Champions

Bekuk Dortmund, Tottenham Hotspur ke Perempat Final Liga Champions

BOLA - Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan tuan rumah Borussia Dortmund 1-0 pada leg kedua babak 16 besar Liga...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media