Thursday, 21 Jun 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Presidium Alumni 212 Seleksi Calon Presiden Pilihan Umat Penantang Jokowi

Selasa, 13 Maret 2018 - 05:15:24 WIB - 576
Presidium Alumni 212 Seleksi Calon Presiden Pilihan Umat Penantang Jokowi
Presidium Alumni 212


Pilwako Kota Padang 2018

NASIONAL - Presidium Alumni 212 berencana menghelat Konvensi Bakal Calon Presiden (Bacapres) Pilihan Umat untuk melahirkan nama baru sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Konvensi digelar karena saat ini hanya mengemuka satu calon untuk jadi capres yakni Joko Widodo.

Presidium Alumni 212 membentuk Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat tersebut.

"Kami mengadakan konvensi ini tentu karena sinyalemen yang tidak baik bahwa seolah-olah hanya ada calon tunggal pada pilpres 2019, yaitu Jokowi," kata Steering Comitee Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat, Aminuddin saat konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (12/3) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

"Ini sama juga dengan pembunuhan demokrasi secara terencana," katanya.

Aminuddin mengatakan bakal capres yang dihasilkan dari komite konvensi nanti bakal disodorkan kepada partai politik (parpol). Dia mengklaim telah menjalin komunikasi dengan sejumlah elit parpol sebelum menggelar konvensi bacapres pilihan umat.

Namun demikian, Aminuddin belum mau membocorkan parpol yang akan mereka percayakan untuk memilih nama dari hasil konvensi nanti.

"Kami belum bisa sebut siapa parpolnya. Nanti di waktu yang tepat," ujar Aminuddin.

Syarat dan Tahapan Seleksi

Ketua Komite Independen Konvensi Bakal Calon Presiden Pilihan Umat, Yudi Syamhudi Sayuti mengatakan pendaftaran bacapres akan dibuka, Selasa (13/3) di Sekretariat nasional yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Nomor 133, Tebet, Jakarta Selatan.

Di samping menunggu pendaftar, Yudi mengatakan pihaknya juga bakal melakukan upaya menjemput bola. Misi yang ditempuh yakni dengan berkeliling ke tujuh daerah.

Sejauh ini, kata Yudi, pihaknya berencana berkeliling di Jakarta, lalu ke Medan, Surabaya, Makassar, Bandung. yudi mengatakan Dua kota lainnya masih belum ditentukan. Begitu pula perihal jadwal kunjungan ke sejumlah kota untuk menjaring kandidat pilihan umat.

Selain itu, Yudi mengatakan pihaknya juga bertekad mengunjungi sejumlah masjid, pesantren dan Univeristas Islam, baik negeri atau swasta. Hal itu akan dilakukan untuk menampung masukan perihal bacapres yang sesuai dengan kebutuhan umat. Akan tetapi, Yudi belum mau merinci lebih jauh.

"Masjid mana dan pesantren mana itu nanti akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya. Universitas Islam juga begitu," ucap Yudi.

Pihak yang ingin mendaftar sebagai bacapres pilihan umat, kata dia, mesti memenuhi sejumlah syarat.

Mereka yang mendaftar boleh dari kalangan ketua umum partai politik atau tokoh politik yang tidak mendukung calon Presiden Jokowi. Kemudian, tokoh agama atau tokoh sentral organisasi keagamaan berskala nasional. Lalu, tokoh nasional atau cendekiawan baik dari kalangan sipil mau pun purnawirawan yang memiliki wawasan kebangsaan, intelektualitas serta karakter pemimpin.

Nantinya komite konvensi akan menetapkan 40 bacapres yang dinilai memenuhi syarat pada 20 Mei mendatang. Mereka yang lolos wajib menempuh tahap selanjutnya.

"Tahap pertama diwajibkan untuk menyampaikan visi misinya secara terbuka melalui video streaming dengan durasi maksimal 15 menit yan selanjutnya disosialisasikan melalui media digital," tutur Yudi.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan komite yang dipimpinnya akan bekerja sama dengan lembaga survei terkait elektabilitas 40 bacapres. Responden yang akan dilibatkan bakal mencapai ratusan ribu orang dari berbagai daerah.

Hasil survei tersebut, kata Yudi, akan menetapkan 10 besar bacapres yang dapat melanjutkan tahap berikutnya. Mereka yang lolos adalah 10 orang dengan dengan elektabilitas tertinggi.

Yudi menambahkan rangkaian selanjutnya akan diisi dengan uji kompetensi. Sepuluh bacapres yang lolos akan diuji langsung di hadapan publik untuk menyampaikan program kerja strategisnya.

"Yang berkaitan dengan permasalahan dan solusi mendasar bangsa dan negara Indonesia ditinjau dari aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional," ujar Yudi.

Tahap terakhir yakni finalisasi. Dalam tahap tersebut, komite konvensi akan melakukan semacam polling terakhir untuk mendapatkan enam bacapres terbaik.

"Untuk selanjutnya direkomendasikan untuk diusung oleh partai politik yang menginginkan adanya pasangan presiden baru tahun 2019," demikian Yudi. (cn)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: indonesia,metro,nasional,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Cuti Bersama Berakhir, Pjs Walikota Padang  Imbau ASN Masuk Kerja

Cuti Bersama Berakhir, Pjs Walikota Padang Imbau ASN Masuk Kerja

PADANG - Cuti Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Padang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439...

Dandim 0312/Padang Arahkan Babinsa di Wilayah Objek Wisata Harus Ambil Bagian

Dandim 0312/Padang Arahkan Babinsa di Wilayah Objek Wisata Harus Ambil Bagian

PADANG - Sesuai petunjuk Komandan Kodim 0312/Padang Letkol.Kav.Eriyzal Satria, para Babinsa di wilayah Objek wisata...

Tren Menjadi Pengemis Menjelang Lebaran

Tren Menjadi Pengemis Menjelang Lebaran

Oleh: Yudia Falentina, A.Md. Bulan Ramadan merupakan bulan dimana segala amal perbuatan umat muslim dilipat gandakan...

Ditinggal Mudik Lebaran, 8 Unit Rumah di Padang Ludes Terbakar

Ditinggal Mudik Lebaran, 8 Unit Rumah di Padang Ludes Terbakar

PADANG - Sekitar 8 unit rumah yang ditinggal mudik pemiliknya, ludes dilalap api di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah,...

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

PADANG - Seluruh kawasan wisata di Kota Padang ditargetkan bebas dari pungutan liar (pungli) pada libur lebaran 2018....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
minangkabaunews social media