Tuesday, 22 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Polisi Ungkap Fakta Pembunuhan Sadis Pria Terbungkus Karung dalam Septikteng yang Gegerkan Solok

Jumat, 16 Maret 2018 - 20:27:25 WIB - 3234
Polisi Ungkap Fakta Pembunuhan Sadis Pria Terbungkus Karung dalam Septikteng yang Gegerkan Solok
konferensi Pers, Jumat (16/3) di Polres Solok Kota


SOLOK - Sempat hebohkan warga dengan ditemukannya mayat laki-laki dibungkus karung dan dikubur di dalam septikteng, Minggu (11/3) kemarin, Polres Solok Kota akhirnya berhasil menangkap 2 orang tersangka pembunuhan, AS (41) dan AF (17), Kamis (15/3).

Penangkapan dilakukan berdasakan tindak lanjut dari Laporan Polisi LP/59/B/III/2018/Polres Solok Kota, tanggal 11 Maret 2018, dengan Pelapor Atas nama Riko Suhendri (29). Laporan dengan adanya hal mencurigakan dan berbau busuk di belakang rumahnya, di jalan Destamar IV, RT 03, RW 06 Kawasan Transad, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar)

Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan SIK, MH. Dalam konferensi Persnya Jumat (16/3) mengatakan AS dan AF ditangkap di ladang tebu Desa Gentong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sekitar pukul 03.15 Wib kemarin.

"Berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan di TKP serta hasil otopsi, dilakukan pengejeran terhadap pelaku yang dicurigai pergi ke Kabupaten Sijunjung dan dilanjutkan ke Mojokerto Jawa Timur," ungkap Kapolres.

Kapolres mengatakan, tersangka pembunuhan merupakan mertua dan ponakan dari pelapor Riko. Rumah milik Riko sudah seminggu tidak ditempatinya bersama istri, dan hampir seminggu juga ditempati oleh mertuanya AS bersama keponakannya AF.

"AS menumpang di rumah anak/menantunya tersebut karena permasalahan rumah tangga, dimana istri AS yakni NH selingkuh dengan korban yakni Pariyatin yang akrab dipanggil Pak De Atin (42). Dan sebaliknya AS juga dituduh istrinya selingkuh dengan wanita lain," papar Kapolres.

Kapolres menambahkan dengan motif tersangka AS cemburu dengan korban, karena korban pacaran dengan istrinya NH dan secara terang-terangan mau menikahi NH. Tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memanggil korban untuk datang ke rumahnya.

"Setelah menanyakan hubungan korban dengan istri tersangka, terjadi perkelahian. Tersangka memukul kepala korban berkali-kali dengan tangan kosong dilanjutkan dengan menggunakan batu sebanyak 6 kali," lanjut Kapolres.

Setelah tersangka memastikan bahwa korban meninggal dunia, tersangka mengambil karung padi dari dalam rumahnya dan memasukkan korban ke dalam karung. Karena berat, Tersangka mengajak keponakanya untuk mengangkat korban dan menguburnya dalam septikteng.

"Sejak hari Jumat, 9 Maret 2018 sore hari, AS dan AF sudah menghilang. AS ditemani oleh AF pamit ke anak-anaknya untuk pergi mencari kerja," kata Kapolres.

BACA JUGA: Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung dalam Septic Tank, Warga Solok Geger

Kapolres mengatakan, AS pelaku utama menghabisi nyawa korban dengan cara memukul korban dengan batu sebanyak 6 kali, yakni mulut 1 kali, kening 1 kali, kepala belakang 2 kali, punggung 1 kali, dada 1 kali, memasukkan korban dalam karung dan mengubur korban dalam septic tank, serta membawa barang-barang milik korban berupa uang tunai, motor dan HP.

"Sementara AF membantu AS mengangkat korban dari lokasi pembunuhan ke tempat penguburan korban dalam septikteng, memasukkan korban ke dalam septikteng dan menimbunnya dengan tanah," paparnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan saat penangkapan ditemukan barang bukti berupa uang tunai milik korban sebanyak Rp.660.000,- dan dua buah Sim Card. Sementara barang bukti di TKP yakni karung plastik warna putih bermotif garis warna merah dan biru, satu buah batu yang diduga digunakan untuk memukul korban, satu buah cangkul, dua lembar baju anak-anak terdapat bercakan darah diduga digunakan oleh pelaku dan sepasang sendal milik korban.

"Berdasarkan hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara pada Minggu 11 Maret 2018 sekitar pukul 22.45 Wib, korban mengalami satu luka robek pada dahi, tujuh luka robek pada kepala, empat gigi atas patah, tengkorak bagian kanan atas telinga pecah, dan sedikit penumpukan darah pada paru-paru," pungkas Kapolres.

Dari kejadian tersebut tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 Tahun. Dan Pasal 340 KUHP ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. (Nal/Del/Put/Amoi)

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: hukum,kota-solok,metro,politik,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Neo Soho Mall Lengkapi Pilihan Keluarga dengan Transformasi Konsep Baru

Neo Soho Mall Lengkapi Pilihan Keluarga dengan Transformasi Konsep Baru

...

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

LIMAPULUH KOTA - Tim penasehat hukum, M Irfan Qadim, tersangka kasus dugaan pencurian getah pinus di Nagari...

Abdul Sohar, Warga Bukittinggi Hidupkan Keluarganya Dengan Hasil Kerajinan Soulvenir

Abdul Sohar, Warga Bukittinggi Hidupkan Keluarganya Dengan Hasil Kerajinan Soulvenir

BUKITTINGGI -- Pahit getirnya kehidupan bak mengarungi samudera dengan perahu sampan, inilah kehidupan keluarga Abdul...

Meriahkan Hari Jadi ke 74, Pemkab Pasaman Gelar Festival Kesenian Multi Etnis

Meriahkan Hari Jadi ke 74, Pemkab Pasaman Gelar Festival Kesenian Multi Etnis

...

Dosen IAIN Batusangkar Jadi Pembanding Makalah di Acara Expose Lembaga Survey Liberte Institute

Dosen IAIN Batusangkar Jadi Pembanding Makalah di Acara Expose Lembaga Survey Liberte Institute

TANAH DATAR - Dosen IAIN Batusangkar Irwan Malin Basa, M.Pd yang dikenal cukup kritis menganalisis persoalan daerah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media