Monday, 20 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Buya : Jangan Biarkan Kegoncangan, yuk Lakukan Perbaikan

Rabu, 07 Desember 2011 - 15:31:15 WIB - 1184
Buya : Jangan Biarkan Kegoncangan, yuk Lakukan Perbaikan


Padang, MinangkabauNews -- Buya Ahmad Syafii Maarif, Mantan Komisi etik KPK mengungkapkan terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang baru menjadi perhatian publik. Berbagai kalangan berharap adanya suatu perubahan dengan peran Abraham ke depan memimpin KPK.

Kasus-kasus besar menjadi fokus utama masyarakat karena banyak yang 'tenggelam' dari genggaman KPK. Intervensi politik dan keterkaitan kasus-kasus tersebut dengan kekuasaan menjadi alasan mengapan kasus besar sulit dituntaskan oleh KPK selama ini.

Desakan terhadap Abraham untuk melakukan gebrakan datang dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif. Abraham didesak segera membuat gebrakan besar saat memulai menjalankan tugasnya. Terlalu banyak kasus besar yang tidak terselesaikan, kata Buya tadi siang. "Dan, sejak awal saya katakan wait and see. Siapa tahu dia (Abraham), orang daerah yang masih fresh dan muda dengan semangat tempur akan mampu membuat gebrakan itu," kata Buya berharap.

Cendekiawan muslim ini menilai, sosok Abraham berpotensi untuk melakukan gebrakan yang diharapkan dan dinanti masyakarat luas selama ini. "Meskipun saya belum kenal dia (Abraham) dengan jelas, tapi saya lihat sepintas, ini orang sudah mau mati saja. Tapi tipe-tipe seperti itu yang sangat diperlukan KPK," kata Buya.

"Prioritas gebrakan itu harus dimulai dari kasus-kasus besar. Meskipun nantinya pasti negara ini akan goncang, tapi biarin saja lah sudah kepalang tanggung," tegasnya.

Menurutnya, karakter bangsa sudah benar-benar yang ini harus diperbaiki jangan terlena dengan keadaan yang kacau sekarang ini, "Kita harus masuk ditengah probelematika bangsa dan mmebrikan warna tersenduiri, jangan hanya jadi penonton, " katanya.

Abraham Samad terpilih sebagai Ketua KPK periode 2011-2015 dalam voting yang dilakukan Komisi III DPR, Jumat (2/12/2011). Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu meraih 43 suara, menyisihkan empat pimpinan KPK terpilih lainnya, yakni Bambang Widjojanto (4 suara), Adnan Pandu Praja (3 suara), dan Zulkarnain (1 suara), serta Ketua KPK saat ini Busyro Muqqodas (5 suara).

Loading...
Editor/Sumber:
Tag: politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Perdana, Ini Dia Lubuk Larangan Yang Ada di Kabupaten Solok

Perdana, Ini Dia Lubuk Larangan Yang Ada di Kabupaten Solok

SOLOK -- Kejorongan Sibua-bua, Kenagarian Salimpek, yang berposisi sebagai pembatas antara Kecamatan Lembah gumanti...

Pastikan Rehab Mesjid Al Hidayah Berjalan Sesuai Rencana, Wawako Lakukan Sidak

Pastikan Rehab Mesjid Al Hidayah Berjalan Sesuai Rencana, Wawako Lakukan Sidak

SOLOK -- Sesuai dengan visinya, Kota Solok, Kota Beras Serambi Medinah. Pemko Solok terus melakukan berbagai...

Sebut Muslimah Tak Wajib Berhijab, Istri Gusdur Diserbu Warganet

Sebut Muslimah Tak Wajib Berhijab, Istri Gusdur Diserbu Warganet

NASIONAL - Pandangan Sinta Nuriyah, istri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menuai kontroversi terkait...

Inilah Motif Pembunuhan Wanita Cantik dalam Rumah Kontrakan di Payakumbuh

Inilah Motif Pembunuhan Wanita Cantik dalam Rumah Kontrakan di Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Kasus pembunuhan seorang wanita cantik di rumah kontrakan di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan...

Mari Elka Pangestu, Srikandi ke Dua Indonesia yang Jadi Direktur Bank Dunia

Mari Elka Pangestu, Srikandi ke Dua Indonesia yang Jadi Direktur Bank Dunia

INTERNASIONAL - Mari Elka Pangestu telah ditunjuk Presiden Bank Dunia David Malpass untuk menjadi Direktur Pelaksana,...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media