Saturday, 19 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Syafii Maarif : Orang Papua hanya Minta Keadilan

Rabu, 07 Desember 2011 - 15:42:40 WIB - 1109
Syafii Maarif : Orang Papua hanya Minta Keadilan


Padang, MinangakabauNews -- Polemik yang terjadi di tanah Papua akhir-akhir ini, membuat mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif angkat bicara.

Menurut mantan komisi etik KPK ini, memanasnya situasi Papua bukan masalah politik atau masalah ketimpangan ekonomi tapi semua terjadi karena orang Papua minta keadilan.
"Persoalannya, orang Papua itu kurang produktif. Orang Papua lebih konsumtif di banding dengan warga lain. Kalau prilaku konsumtif ini terus dibiarkan, sampai kapan pun orang Papua akan merasa kurang. Dan bibit-bibit pertikaian akan selalu ada, " ujar Buya akrabnya--pada kuliah umum di kampus UMSB, tadi siang

Buya, juga menanggapi isu bahwa pemerintah pusat merampok kekayaan Papua. "Padahal, dalam 10 terakhir, tidak sepeser pun Jakarta mengambil uang dari Papua," ujarnya.

"Tokoh gereja di Papua kemaren malam mendatangi Maarif faoundation, mereka menyampikan keluhan yakni mereka minta kedailan bagi Papua kepad apemerintah pusat," ujarnya

Kata Buya, tahun ini, pemerintah pusat hanya dapat bagi hasil dari PT Freeport Indonesia sebesar Rp17 triliun. Sedangkan, dana yang ditransfer ke Papua melalui APBN, DAU (Dana Alokasi Umum), dan DAK (Dana Alokasi Khusus) mencapai Rp31 triliun.

"Jadi, sebenarnya kita semua mensubsidi Papua. Aceh, Jawa, semua ikut mensubsidi. Jadi, ini persoalan ekonomi. Ini persoalan produktivitas. Makanya, kita harus meningkatkan produktivitas warga Papua. Ini memang butuh waktu lama, tetapi ini harus dilakukan," ujarnya.

Buaya Syafii Maarif juga memberikan solusi khusus agar Warga Papua bisa lebih kreatif. "Caranya, dengan mentransfer kemampuan. Bagamana menanam ubi yang baik, beternak yang baik. Selama ini, bidang itu dikuasai orang luar Papua. Bukan mau merampas, tetapi karena orang Papuanya tidak ada yang mampu," kata dia.

Buya juga menuturkan, tentang alokasi APBN ke tiap daerah. Satu orang warga di Jawa cuma dapat alokasi Rp1,5 juta dari APBN. Di luar Jawa dapat Rp2 juta. Namun, untuk Papua, setiap orang dapat Rp10 juta.

Buya juga sedikit menyindir ekslusif warga Papua selama ini. Namun, ia mengistilahkan dengan kata-kata liberal. "Papua itu lebih liberal dari yang liberal. Orang Papua bisa jadi Gubernur di Jawa tapi orang Jawa tidak bisa jadi Gubenur di Papua," ujarnya

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Mentawai Sampaikan Hal Ini

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Mentawai Sampaikan Hal Ini

MENTAWAI - Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan bahwa dia punya harapan yang besar untuk Kabupaten...

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

MENTAWAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Lomba Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Halaman Kantor...

Gempa Dini Hari Ini - BMKG Catat Gempa M 3,2 Goyang Pariaman, Kedalaman 27 Km

Gempa Dini Hari Ini - BMKG Catat Gempa M 3,2 Goyang Pariaman, Kedalaman 27 Km

PARIAMAN -- Gempa berkekuatan magnitudo (M) 3,2 terjadi di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Pusat gempa berada di darat...

TNI Edukasi Masyarakat, Olah Biji Kopi Jadi Berkwalitas Tinggi

TNI Edukasi Masyarakat, Olah Biji Kopi Jadi Berkwalitas Tinggi

LIMAPULUH KOTA - TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan fisik atau infrastruktur...

Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik UNP Gelar Workshop Scientific Writing

Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik UNP Gelar Workshop Scientific Writing

PADANG -- Sedikitnya sebanyak 102 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa S2 dan S3 mulai dari Angkatan 2013-2019 Program...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media