Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Syafii Maarif : Orang Papua hanya Minta Keadilan

Rabu, 07 Desember 2011 - 15:42:40 WIB - 1193
Syafii Maarif : Orang Papua hanya Minta Keadilan


Padang, MinangakabauNews -- Polemik yang terjadi di tanah Papua akhir-akhir ini, membuat mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif angkat bicara.

Menurut mantan komisi etik KPK ini, memanasnya situasi Papua bukan masalah politik atau masalah ketimpangan ekonomi tapi semua terjadi karena orang Papua minta keadilan.
"Persoalannya, orang Papua itu kurang produktif. Orang Papua lebih konsumtif di banding dengan warga lain. Kalau prilaku konsumtif ini terus dibiarkan, sampai kapan pun orang Papua akan merasa kurang. Dan bibit-bibit pertikaian akan selalu ada, " ujar Buya akrabnya--pada kuliah umum di kampus UMSB, tadi siang

Buya, juga menanggapi isu bahwa pemerintah pusat merampok kekayaan Papua. "Padahal, dalam 10 terakhir, tidak sepeser pun Jakarta mengambil uang dari Papua," ujarnya.

"Tokoh gereja di Papua kemaren malam mendatangi Maarif faoundation, mereka menyampikan keluhan yakni mereka minta kedailan bagi Papua kepad apemerintah pusat," ujarnya

Kata Buya, tahun ini, pemerintah pusat hanya dapat bagi hasil dari PT Freeport Indonesia sebesar Rp17 triliun. Sedangkan, dana yang ditransfer ke Papua melalui APBN, DAU (Dana Alokasi Umum), dan DAK (Dana Alokasi Khusus) mencapai Rp31 triliun.

"Jadi, sebenarnya kita semua mensubsidi Papua. Aceh, Jawa, semua ikut mensubsidi. Jadi, ini persoalan ekonomi. Ini persoalan produktivitas. Makanya, kita harus meningkatkan produktivitas warga Papua. Ini memang butuh waktu lama, tetapi ini harus dilakukan," ujarnya.

Buaya Syafii Maarif juga memberikan solusi khusus agar Warga Papua bisa lebih kreatif. "Caranya, dengan mentransfer kemampuan. Bagamana menanam ubi yang baik, beternak yang baik. Selama ini, bidang itu dikuasai orang luar Papua. Bukan mau merampas, tetapi karena orang Papuanya tidak ada yang mampu," kata dia.

Buya juga menuturkan, tentang alokasi APBN ke tiap daerah. Satu orang warga di Jawa cuma dapat alokasi Rp1,5 juta dari APBN. Di luar Jawa dapat Rp2 juta. Namun, untuk Papua, setiap orang dapat Rp10 juta.

Buya juga sedikit menyindir ekslusif warga Papua selama ini. Namun, ia mengistilahkan dengan kata-kata liberal. "Papua itu lebih liberal dari yang liberal. Orang Papua bisa jadi Gubernur di Jawa tapi orang Jawa tidak bisa jadi Gubenur di Papua," ujarnya

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Jaringan Telkomsel di Sumatra Kembali Pulih, Begini Ucapan Vice President CC Telkomsel

Jaringan Telkomsel di Sumatra Kembali Pulih, Begini Ucapan Vice President CC Telkomsel

JAKARTA -- Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menyampaikan permintaan maaf atas penurunan...

DPRD Kabupatan Solok Laporkan Reses Masa Sidang II Tahun 2020

DPRD Kabupatan Solok Laporkan Reses Masa Sidang II Tahun 2020

KABUPATEN SOLOK - DPRD Kabupaten Solok dalam sidang paripurna, Selasa (12/8) yang dibacakan oleh Syukri Firman...

Pilkada Pasaman: Pergerakan Rahmat Saleh Semakin Gencar

Pilkada Pasaman: Pergerakan Rahmat Saleh Semakin Gencar

PASAMAN - Munculnya Rahmat Saleh Nasution (RSN) sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Pasaman membuat situasi politik di...

Disdikbud Padang Pariaman Gelar Seleksi Gita Bahana Nusantara Tingkat SMP

Disdikbud Padang Pariaman Gelar Seleksi Gita Bahana Nusantara Tingkat SMP

PADANG PARIAMAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan acara seleksi...

Makna Kemerdekaan di Tengah Pandemi Covid-19

Makna Kemerdekaan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Muhammad Fadli 17 Agustus 2020 merupakan Tahun ke-75 Indonesia memperingati kemerdekaannya. Keadaan struktur...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1