Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Teknologi

Data Pengguna Bocor, Indonesia Bakal Blokir Facebook?

Selasa, 10 April 2018 - 06:07:17 WIB - 1078
Data Pengguna Bocor, Indonesia Bakal Blokir Facebook?
Jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg, facebook / Foto: Istimewa


TEKNOLOGI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menilai pilihan Indonesia memblokir Facebook yang kini tengah tersangkut skandal kebocoran data pengguna tidak akan menyelesaikan masalah.

"Blokir tidak akan bisa menyelesaikan akar masalah yang sesungguhnya. Dampak yang ditimbulkan justru semakin buruk," ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Bambang menilai pemerintah perlu mencari solusi yang saling menguntungkan, terutama bagi masyarakat Indonesia yang memiliki dampak langsung dari keberadaan Facebook.

Menurut Bambang, Facebook selain menjadi jaringan sosial juga wadah berbisnis bagi sebagian masyarakat, terutama yang memiliki bisnis skala kecil-menengah.

"Mereka tak hanya bertransaksi tapi juga promosi dan membangun reputasi dari sana. Masa semuanya harus gulung tikar karena persoalan kebocoran data?," ujarnya.

Dengan populasi pengguna Facebook di Indonesia mencapai 130 juta akun atau sekitar enam persen dari pengguna global, Bambang menilai jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg masih menjadi kebutuhan untuk berbisnis.

Namun Bambang sepakat masalah kebocoran data juga menjadi masalah serius. Ia menilai Facebook selama ini tidak transparan terkait pengelolaan data pengguna.

Oleh karena itu, Bambang menganggap pemerintah tetap harus mencari tahu data yang bocor ke pihak tertentu hingga kemudian disalahgunakan.

"Ini yang harus kita permasalahkan dan minta pertanggungjawabannya kepada Facebook," Bambang.

Sebelumnya, Facebook mengungkap jumlah pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica mencapai 87 juta akun. Dari data yang dirilis, mayoritas pengguna berasal dari Amerika Serikat, yakni sebanyak 70,6 juta akun.

Sementara, dari daftar itu sebanyak satu juta data pengguna Facebook Indonesia masuk dalam 87 akun yang dipegang Cambridge Analytica. Firma tersebut merupakan konsultan politik yang membantu kampanye pemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat 2016. (cn)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia
Tag: hukum,indonesia,internasional,legislator,metro,teknologi,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

MUI Diminta Sampaikan Himbauan Disertai Hadist Pendukungnya

MUI Diminta Sampaikan Himbauan Disertai Hadist Pendukungnya

KABUPATEN SOLOK -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok diminta dalam menyampaikan himbaun berupa larangan...

Terus Bertambah, Pasien Positif Corona di Sumbar Jadi 17 Orang

Terus Bertambah, Pasien Positif Corona di Sumbar Jadi 17 Orang

PADANG -- Jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Barat terus bertambah. Pemerintah Provinsi Sumbar kembali...

Di Tengah Wabah Covid-19, Cobra Polres Bukittinggi Ciduk Seorang Pengedar Narkoba

Di Tengah Wabah Covid-19, Cobra Polres Bukittinggi Ciduk Seorang Pengedar Narkoba

BUKITTINGGI -- Ditengah wabah Covid-19, Tim Cobra Polres Bukittinggi menangkap satu orang sebagai pelaku tindak pidana...

Perangi Covid-19, Ini Perkataan Tegas Ketua DPRD Mentawai

Perangi Covid-19, Ini Perkataan Tegas Ketua DPRD Mentawai

MENTAWAI - Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Yosep Sarogdok menghimbau tegas kepada masyarakat Mentawai yang ada...

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Inilah yang Dilakukan Kelurahan Ekor Lubuk

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Inilah yang Dilakukan Kelurahan Ekor Lubuk

PADANG PANJANG -- Antisipasi penularan Virus Corona, Kelurahan Ekor Lubuk melakukan penyemprotan disinfektan, dan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu