Tuesday, 11 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Seni Budaya

Apresiasi Seni 2018 #5, Batimbang Pandang Melihat Karya Seniman Muda Sumbar

Senin, 16 April 2018 - 05:58:41 WIB - 716
Apresiasi Seni 2018 #5, Batimbang Pandang Melihat Karya Seniman Muda Sumbar
Pagelaran Apresiasi Seni 2018 #5 di di Ruang Chairil Anwar, Taman Budaya Sumatera Barat, Sabtu, (14/4).


PADANG - Kelompok pertunjukan terbaik hasil ujian kompetensi keahlian siswa SMK Negeri 7 Padang atau yang dulunya dikenal dengan nama SMKI Padang, tampil di Ruang Chairil Anwar, Taman Budaya Sumatera Barat, Sabtu, (14/4).

Kegiatan ini merupakan program Pagelaran Apresiasi Seni 2018 #5 UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang diberi tajuk Batimbang Pandang tersebut menghadirkan 6 (enam) kelompok pertunjukan terbaik karya siswa berupa dua nomor pertunjukan tari, satu pertunjukan teater dan musik serta dua nomor komposisi musik karawitan.

Tampil perdana siswa dari program keahlian seni musik dengan membawakan 3 (tiga) lagu daerah yang telah mereka aransemen dengan nuansa musik yang lebih segar. Tiga lagu daerah tersebut adalah lagu Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, lagu Alusi Au dari Sumatera Utara dan lagu Rame-rame dari Nusa Tenggara Timur. Pertunjukan pembuka ini mengahangatkan suasana di Ruang Chairil Anwar yang sejak awal tahun ini dipusatkan sebagai ruang seni pertunjukan Taman Budaya Sumbar, kerena gedung Teater Utama akan segera dirobohkan untuk dibangun kembali sejalan dengan proyek pembangunan Gedung Kebudayaan zona B. Ratusan penonton yang membludak dan tidak memperoleh tempat duduk karena keterbatasan tempat ruang yang biasa disebut sebagai rumah bulat tersebut menambah riuh dan hangat suasana.

Setelah pertunjukan musik, menyusul pertunjukan dari kelompok siswa dengan program keahlian seni tari. Kelompok pertama ini membawakan pertunjukan berjudul Tageh Bagolai. Pertunjukan yang dibawakan oleh (6) enam penari ini melambangkan perempuan Minangkabau sebagai Bundo Kanduang yang berprinsip tegas. Tari ini bersumber dari pengolahan kesenian tradisi ulu ambek di Padangpariaman. Pertunjukan ketiga adalah komposisi musik dari program keahlian seni karawitan yang berjudul Uni Sono Bansa. Penggarapan pertunjukan ini terispirasi sari dendang banda sapuluah yang memiliki teknik vokal dimana satu suara atau nada dinyanyikan oleh banyak orang.

Kelompok siswa dari program keahlian seni teater menampilkan pertunjukan dengan lakon Kisah Cinta dan Lain-lain. Pertunjukan teater konvensional ini berangkat dari naskah yang ditulis oleh Arifin C Noer. Pertunjukan bercerita soal perdebatan seorang nyonya dengan suaminya terkait dengan penyakit yang diidap oleh anjing kesyangannya yang bernama Toni. Segala cara dan usaha telah mereka lakukan untuk kesembuhan anjing tersebut, namun menemui jalan buntu. Pertunjukan teater ini berlangsung komunikatif dan mengundang gelak tawa penonton selama 45 menit menyaksikan akting karikatural yang dibawakan oleh 7 (tujuh) orang siswa jurusan teater.

Dua nomor pertunjukan terakhir diisi oleh kelompok siswa dari program keahlian karawitan yang berjudul Galuik Pati dan kelompok tari yang membawakan pertunjukan berjudul Nan Tarikaik. Pertunjuksn Galuik Pati merupakan sebuah garapan yang menggabungkan nada yang selaras dan dikembangkan dalam pola rhitem yang bagaluik-galuik. Sementara itu koreografi Nan Tarikaik yang dibawakan oleh 8 (delapan) penari menceritakan soal kelincahan anak nagari dalam permainan yang menimbulkan selisih paham antara kaum perempuan dan laki-laki. Dua nomor terakhir yang antraktif dengan paduan rampak perkusi dan koreografi yang mengekplorasi api obor menutup pertunjukan malam tersebut dengan semarak.

Batimbang Pandang

Sexri Budiman, kepala sesi pagelaran Taman Budaya Sumbar mengatakan, pagelaran apresiasi yang kelima ini sengaja menghadirkan kelompok pertunjukan siswa SMKI sebagai penampil dengan harapan kedepan kita dapat mulai menimbang dan memperhitungkan karya seniman-seniman masa depan Sumatera Barat.

"Itulah sebab, dalam diskusi kita dengan Mahatma Muhammad sebagai kurator, pagelaran kali ini kita ikat dengan tema Batimbang Pandang, yang artinya bertukar pandang, saling memandang, dengan harapan melihat sedini mungkin generasi muda seni pertunjukan Sumatera Barat kedepan," ujar Sexri kepada Minangkabaunews.com.

Senada dengan Sexri, Waka Kurikulum SMK Negeri 7 Padang, Deslenda mengatakan bahwasanya, beberapa hari sebelum penampilan di Taman Budaya karya-karya siswa ini telah melalui proses seleksi dari juri internal dan ekternal yang diundang sekolah untuk uji kompetensi keahlian.

"Karya-karya terbaik rekomendasi juri internal dan eksternal itulah yang kita bawa ke Taman Budaya," ujar Deslenda yang juga dikenal sebagai koreografer senior Sumatera Barat tersebut.

Pagelaran Apresiasi Seni 2018 #6 akan berlangsung di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat berupa apresiasi karya sastra. Konten kegiatan berupa peluncuran buku, diskusi dan pertunjukan musik. (rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Taman Budaya Sumbar
Tag: metro,minangkabau,padang,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Sertijab Waka Polres Dan Kapolsek Banuhampu Bukittinggi, Ini Harapan Kapolres

Sertijab Waka Polres Dan Kapolsek Banuhampu Bukittinggi, Ini Harapan Kapolres

BUKITTINGGI - Proses mutasi di lingkungan Polda Sumatera Barat kembali bergulir dan termasuk juga para perwira yang ada...

Seperti Apakah Fenomenanya Generasi Milenial, Berikut Ulasannya

Seperti Apakah Fenomenanya Generasi Milenial, Berikut Ulasannya

Oleh : Dhiyaa Safira Putri Fenomena Generasi Milenial OPINI - Kalimat yang sering kita dengar mengenai generasi...

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

Begini Cara SAT Kota Sawahlunto Untuk Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

SAWAHLUNTO - Silo Adventur, tim yang awalnya bergerak di bidang Pecinta Alam, berhubung karena musim hujan yang...

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

Pelanggan Telkomsel Sumbar Kecewa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya..

PADANG -- Puluhan pelanggan mendatangi kantor GraPARI Padang, mereka mempertanyakan jaringan internet yang mati sejak...

Angka Perceraian Meningkat, Dalam Dua Tahun Terakhir Ada 1.397 janda di Pariaman

Angka Perceraian Meningkat, Dalam Dua Tahun Terakhir Ada 1.397 janda di Pariaman

PARIAMAN -- Angka penceraian di Kota Pariaman cukup tinggi. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir tahun 2017-2018,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media