Tuesday, 22 Jan 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Seni Budaya

Pementasan Lattitude untuk Ekspansi Seni Tradisi Indonesia Rasuki Budaya Dunia

Rabu, 02 Mei 2018 - 06:36:39 WIB - 419
Pementasan Lattitude untuk Ekspansi Seni Tradisi Indonesia Rasuki Budaya Dunia
Pementasan Lattitude, The Sound from West to East. (Dok. Diatunes Management)


SENI BUDAYA - Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan energi potensial untuk dapat memberikan kemakmuran bagi bangsanya. Kekayaan seni yang dikandungnya, baik seni tari maupun seni musik merupakan media yang ampuh untuk merealisasikannya. Agar Indonesia makin dilirik dunia, sebagai negara bercandu untuk diobsesikan, jadi surga yang dirindukan untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

Pemikiran ini yang mendasari Genecela Dance Centre (GDC) untuk menggelar Lattitude (the Sound from West to East) pada hari Minggu 29 April 2018 dari pukul 17.00 - 19.30 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, dengan menampilkan 250 orang penari, mulai dari usia 3 tahun sampai remaja dan dewasa. Didukung 50 orang tim produksi, disaksikan lebih dari 450 orang penonton. Acara berlangsung megah, bermandikan cahaya.

Pementasan ini mengangkat musik-musik Orchestra dari beberapa provinsi di Indonesia yang dipadukan dengan tarian Ballet, Hip Hop, Tap Dance, Kontemporer, dan Tradisi Kreasi.

"Event ini diangkat untuk mengembangkan teknik dan kreativitas seni tari itu sendiri, serta sekaligus memperkenalkan dan membangun kesadaran bahwa Indonesia kaya akan lagu-lagu tradisionalnya dari berbagai daerah, sehingga yang belum tahu menjadi tahu, bagi yang tahu akan lebih mengenalnya lagi, agar meningkatkan jiwa nasionalisme berkebangsaan, agar kesenian dan kebudayaan Indonesia makin dilirik dunia, demi meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata," kata Yasinta Juwono Gaerlan, Artistic Director di GDC, Senin (30/4/2018).

Yasinta juga mengatakan, "Kesenian adalah sebuah kegiatan yang memberi nurani kepada manusia. Dengan berkesenian, manusia akan menghargai perbedaan, kebebasan berekspresi, dan persaingan yang sehat. Dengan berkesenian pula manusia dapat melatih bukan hanya kepekaan indera saja, tetapi juga motorik. Tanpa kesenian umat manusia niscaya akan menjalani kehidupan yang gersang."

"Selain rutin melakukan kegiatan ini, GDC juga telah melakukan kerjasama dengan luar negeri dalam bentuk workshop, sebagai upaya agar kesenian dan kebudayaan tradisi yang kaya dimiliki Indonesia merasuki kebudayaan dunia," pungkas Yasinta. (Muhammad Fadhli)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: aspirasi,indonesia,internasional,metro,nasional,padang,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Hitungan Jam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk Polres Bukittinggi

Hitungan Jam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk Polres Bukittinggi

BUKITTINGGI - Dalam hitungan jam, dua orang pria dan satu orang wanita yang diduga pengedar narkotika jenis sabu...

Makam Syuhada Lurah Kincie Situjuah, Moeldoko: Orang Minang Ikut Menuntukan Kejayaan Bangsa

Makam Syuhada Lurah Kincie Situjuah, Moeldoko: Orang Minang Ikut Menuntukan Kejayaan Bangsa

LIMAPULUH KOTA - Perjuangan serta beberapa proses dilakukan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, bersama tokoh muda...

Prajurit TNI Agam Kenalkan Formula Bios 44

Prajurit TNI Agam Kenalkan Formula Bios 44

AGAM -- Formula BIOS 44 di wilayah Kabupaten Agam, Selasa (22/1/2019). Formula Bios bermanfaat untuk meningkatkan...

Kajari Pessel Musnahkan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana Umum Narkotika

Kajari Pessel Musnahkan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana Umum Narkotika

...

Kesurupan Massal, Siswa SMPN 2 Batusangkar Terpaksa Dipulangkan

Kesurupan Massal, Siswa SMPN 2 Batusangkar Terpaksa Dipulangkan

TANAH DATAR - Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Batusangkar mengalami kesurupan massal. Peristiwa...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media